Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 753 Pengadilan Keluarga


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Lisa Hua juga bukanlah orang yang mudah ditaklukkan, tanpa mengganti sepatunya, dengan sepatu hak tinggi 7 inch nya ia memasuki ruangan.


Suara ketukan langkahnya pada lantai marmer itu sungguh menusuk telinga.


Hello! Im an artic!


Ekspresi wajahnya menantang dan menghina, di matanya tak ada yang bisa menghentikannya.


Lisa Hua sungguh seorang yang arogan, mungkin sifat dasarnya?


Ia menemukan suatu tempat duduk terpisah, dan seperti biasanya, meletakkan tasnya di sebelahnya dan menyilangkan kakinya.


“Kakak, jangan menganggap dirimu sangat suci, kita sama satu sama lain, kau seperti orang yang mundur di tengah-tengah.”


Hello! Im an artic!

__ADS_1


“Sampai detik ini, kau masih melemparkan tuduhan pencurian uang padaku?”


“Menuduh? Kau memandang dirimu sendiri terlalu baik, kurasa tak banyak yang tahu seperti apakah dirimu, kenapa kita tak mendengarkan rekaman saja?” Setelah mengatakannya, Lisa Hua mengeluarkan ponselnya untuk memutar sebuah rekaman.


Semua yang berada di sana tak bersuara, mendengarkan dengan tenang.


Lisa Hua: Kakak, masalah ayah ini, menurutmu apa yang sebaiknya kita lakukan?


Linda Hua: Aku tak tahu, carilah cara.


Lisa Hua: Sesuai prinsipku, harus mencabut rumput sampai ke akarnya.


Lisa Hua: Kalau begitu aku akan memberinya kehidupan yang sama buruknya dengan kematian, juga, makhluk itu tak boleh tetap hidup.


Linda Hua: Hm, lakukan saja seperti cara yang kau katakan.


Setelah rekaman berakhir, Lisa Hua memandang berkeliling ke semua orang. “Bagaimana? Apakah kalian mendengarnya dengan jelas? Ini bukan perbuatanku seorang, tapi aku mendiskusikannya dengan kakakku.”

__ADS_1


Linda Hua: Lalu kenapa? Engkaulah yang melakukannya. Kalau aku tak mencegahmu, Patrice Zhang saat ini pasti sudah menjadi mayat. Aku hanya bisa berkata, walaupun aku bukan orang baik, namun kau jelas-jelas adalah iblis.


Lisa Hua: Iblis? Haha, jika aku iblis, kau adalah kaki tangannya. Jangan lupa bahwa kau juga terlibat dalam semua hal kotor ini, tidak keterlaluan jika disebut kita bekerja sama.


Linda Hua: Berdebat seperti ini tak ada artinya, hari ini aku memanggilmu, agar semua orang bisa melihat, berapa uang yang kau korupsi beberapa tahun ini, di tanganku ada beberapa kontrak yang kau tandatangani, aku telah memeriksanya, dan hampir di semuanya ada perubahan nominal.


Lisa Hua: Seharusnya kau bertanya pada suamimu berapa banyak yang ia korupsi? Ia sepihak denganku, dan aku juga tak jarang mengirimkan wanita padanya.


Tentu saja, Lisa Hua akan mengatakan hal ini, namun Samuel Zhang sudah tak begitu takut. Yang lain tidak mengetahuinya, maka mereka menatap suami kakak pertama ini dengan tatapan terkejut.


Ekspresi Linda Hua menjadi masam, “Jika kau ingin mengancam dengan persoalan ini, maaf, lagi-lagi mengecewakanmu. Karena masalah perjanjian rahasianya denganmu, dan tentang kau mengiriminya wanita untuk menelanjanginya, dan tentang kau mengancamnya, suamiku telah menceritakan semuanya padaku. Dan juga, uang yang dilarikan oleh suamiku, satu sen pun tak digunakannya, dan kemarin telah dikembalikan ke akun perusahaan seperti semula, maka bagaiman denganmu, adik? Uangmu itu, kapan akan kau kembalikan?”


“Aku tak ingin membicarakan hal ini.” Lisa Hua juga panik, ia memalingkan muka.


“Ini bukan masalah ingin tak ingin. Kau telah memakan bagian semua orang, kita harus membahas hal ini. Aku punya data 5 tahun terakhir, yang menunjukkan bahwa kau paling tidak telah mengambil 2 triliun dari perusahaan.”


Lina Hua yang sejak tadi diam berdiri, tangannya memegang sebuah dokumen, “Ini adalah akunnya di Switzerland Bank, di dalamnya ada 3 triliun, dari sumber dananya bisa diketahui 2 triliun adalah uang perusahaan, 1 triliun lagi dari klien, masih ada juga akun lokalnya yang berisi beberapa ratus juta, tengah malam kemarin ia mencoba memindahkannya ke akun Switzerland Bank, aku dan John Jiang menghentikannya, kini akunnya dibekukan selama 48jam.”

__ADS_1


“Baik, kau rupanya… kau orang pembawa sial, melihatku…?”


Lisa Hua tak dapat menahan amarahnya mendengarkan perkataan Lina Hua, ia bergegas bangkit dengan putus asa.


__ADS_2