Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 839 Orang Yang Dangkal


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Windi Feng dia dengan bodohnya tidak hanya tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi, dia masih dengan sengaja memamerkannya,


“Andy Qin, aku barusan dengan pembawa acara berinteraksi, haha, seru sekali.”


Hello! Im an artic!


Andy Qin…


“Sebelumnya merasa orang-orang yang memberi hadiah kepada pembawa acara live itu bodoh, sekarang baru terasa, ternyata tidak begitu bodoh juga, justru masih ada rasa pencapaian tersendiri.


Andy Qin, “Windi Feng, kamu sudah harus minum obat.


Windi Feng dengan malasnya memalingkan wajahnya, “Minum obat apa, aku gak ada penyakitpun, Bintang Jiang memang berbakat, adik kecil ini tampan, juga imut, astaga, hati wanitaku rasanya ingin meledak, jika aku lebih muda beberapa tahun, pasti akan kukejar.”


Hello! Im an artic!


Selesai mengatakan ini, wajah Andy Qin mulai menggelap.


Tidak hanya tidak mengerti apa yang terjadi, dia justru masih meneruskan, “Hadiah pelangi ini hanya 398.000 saja, aku barusan memberikan dia 10, haha, 3.998.999 lalu adik Bintang Jiang jadi senang sekali, gimana gitu, dia masih bilang lewat beberapa hari dia akan istirahat, traktir aku makan burger sapi.”


Andy Qin, “Windi Feng, kamu ini sudah punya banyak duit ya?”


“Betul, kali ini menghasilkan banyak duitkan, jadi lebih banyak duit.”

__ADS_1


“Keluarga mana yang masih memberikan hadiah kepada orang live, kamu masih ada rasa sadar diri gak, kamu sudah lupa hari-hari saat kamu makan mie instan?” Geram Andy Qin.


Windi Feng memiringkan kepalanya, dengan gaya sok imutnya berkata, “Edek sudah tidak makan lagi, siapa juga yang tidak merasakan saat-saat terpuruk, betulkan?”


“Kamu… kamu sungguh wanita yang dangkal.”


“Apaan… Kamu bilang apa?” Kali ini Windi Feng baru mendengar maksud sindiran dari Andy Qin.


“Aku bilang, kamu sangat dangkal.” Kata Andy Qin sambil melotot, kali ini dia sangat serius.


“Kamu hari ini harus jelasin sejelas-jelasnya kepadaku, aku kenapa dangkal?” Windi Feng melempar ponsel ke samping sofa.


Berdiri lalu menghampirinya, dengan gaya yang menantang.


Jika Andy Qin seperti biasanya, pasti dia akan dengan lembut bicara, bagaimanapun tidak seperti terjadi masalah besar.


Jadi harus dihadapi sampai akhir…


“Kamu memang dangkal, sudah umur berapa, ternyata masih suka dengan anak kecil, dan lagi apa yang dinyanyikannya itu? Fals semua? Seperti suara bebek?”


Windi Feng tidak tahan untuk ketawa, “Abang, itu namanya MC, microphone controller, sudahlah, kamu engga ngerti jangan ngomong lagi.”


“Aku engga akan ngerti? Saat aku diluar negeri banyak ke tempat Club, banyak ketemu penyanyi rapp… Itu MC? Itu namanya standup comedy.”


Andy Qin berteriak seperti itu, Windi Feng terkejut, setelah itu dia tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


“Kamu ketawa apa?”


“Andy Qin kamu ini terlalu lucu, masih dibilang standup comedy, sini sini sini, kamu coba sebut satu penggalan, aku juga akan berikan kamu hadiah. Kalau kamu tidak bisa, jadi jangan ngerocos lagi, ok?”


Andy Qin dipaksa sampai seperti ini, rasanya jika tidak mengeluarkan sedikit kemampuannya, akan dipaksa terus oleh Windi Feng.


Jadi dia pelepaskan gayanya yang bak idol itu, menjernihkan tenggorokannya, langsung mulai…


Sendirian aku minum bir mabuk, botol bir hancur sangat parah.


Windi Feng tertawa sampai mengeluarkan air matanya, langsung terduduk, terduduk di atas sofa, berguling sambil menahan perutnya.


Andy Qin menggaruk kepalanya, sedikit lupa, dia terus mengarang——


Windi Feng kamu terlalu dangkal deh, tidak mau punya mukamu lagi.


Tidak tahu diri sendiri umur berapa, malah suka dengan cowo genit live itu.


Sekali memberi hadiah langsung 3.998.000, justru lebih pintar anjing Husky.


Jangan bilang kamu dari keluarga Feng, aib ini terlalu besar.


Besok aku akan pergi balas budi, dan akan melapor hal ini kepada orang tua.


Nama baik tuan ini jadi hancur semuanya, gadis baik-baik ini malah berubah jadi mesum.

__ADS_1


Windi Feng ini kali baru sadar, langsung memberikannya tendangan— Andy Qin, kurang ajar kamu!


Windi Feng mengira awalnya hal ini lewat begitu saja, bagaimanapun hanya main-main, tapi siapa yang menyangka esok harinya muncul masalah besar.


__ADS_2