
Hello! Im an artic!
Lina tersenyum, “Maunya.”
Melihat Lina tertawa terhadap dirinya, John merasa dalam hati nyaman, juga mengerti kenapa raja dulu walaupun negara direbut juga mau senyuman wanita?
Hello! Im an artic!
Berpikir ulang waktu pertama kali bertemu Lina, baru pindah ke villa Spring Mansion, dia selalu dingin, seperti tidak peduli apapun, walaupun sekarang masih dingin, tetapi sudah sering tersenyum, Lina yang begini, John makin suka.
Rika dan Ella melihat hubungan atasan mereka bagus, pasti hati pun senang.
Di dapur mulai membuat dessert mereka, jika perasaan Lina bagus, juga bisa bermain catur Chinese dengan John.
Walaupun kedua suami istri ini tidak seperti pasangan mesra, tetapi bisa saling menghormati seperti ini membuat John puas.
Hello! Im an artic!
Dia malah punya pikiran serakah, kemudian hari…… kalau Lina benar suka dia, mencintai dia, karena dia menangis dan tertawa, marah atau senang, demi dia khawatir dan membantu, waktu itu dia akan menjadi orang yang sangat bahagia, karena ini merupakan hal yang tidak mungkin. Bisa terjadi di wanita yang sangat logika ini, bagaimana bisa lembut untuk dirinya?
__ADS_1
Pagi-pagi kali ini
Setelah 2 orang sarapan lalu berangkat, John membuka mobil ke kantor, samping Lina adalah Rika yang membawa mobil sampai sekolah.
Bulan Oktober di Kota J tidak bisa memakai baju penahan angin saja, karena tidak bisa menahan angin musim gugur. Lalu Lina mulai memakai baju dingin yang merah, yang sangat tebal itu.
Dibawahnya tetap rok pensil hitam yang biasa, tetapi di dalamnya ada tambahan gelombang, sepatu putih diganti dengan sepatu bot putih.
Dia sangat jarang memakai baju bermerk, tetapi selalu memakai yang biasa saja, low profile, tidak memakai jamnya Vacheron Constantin, anting pun jarang pakai.
Setelah selesai pelajaran pagi, dia seperti biasa keluar makan, akhir-akhir ini sangat dingin, dia kecanduan dengan bubur shaguo di sekitar sekolah.
Ditambah roti nanas, benar-benar makanan terenak.
Waktu Lina masuk, dengan terkejut melihat hari ini tidak ada pelanggan lain, setiap siang ke sini pasti harus mengantri.
“Sudah datang, nona.” Bos berjalan keluar dengan ramah menyapa.
“1 bubur shaguo, mau yang vegetarian, tidak mau daging cincang, mau tambah 1 roti nanas.” Lina duduk memesan.
__ADS_1
“Ok.”
Pas waktu ini, Eric masuk dari pintu, memakai baju berwarna hijau tentara, tangan masih memegang tas.
Setelah Lina melihat dia, tidak terkejut, tahu dia pasti mencari dia.
Tahu kamu suka makan di toko ini, hari ini saya sengaja membook semua tempat, mengundang kamu makan bubur shaguo, jijik tidak?” Suara Eric terdengar dari seberangnya.
“Tidak jijik, bubur shaguo sangat enak.”
Mendengar dia berkata begitu, Eric lebih senang.
Dari plastic mengambil keluar 4 botol jus, “Tidak tahu kamu suka rasa apa, maka beli 4 rasa, ada peach, jeruk, masih ada anggur, kamu mau yang mana?”
Lina dengan datar melihat, “Saya tidak minum jus campuran seperti ini, di dalamnya ada banyak bahan kimia.”
“Hm…… baiklah, hah, lain kali saya suruh orang jus langsung kasih kamu.” Eric ada sedikit canggung.
“Kamu cari saya, ada masalah apa?” Lina tidak terlalu suka mengobrol dengan Eric jika tidak ada masalah, apalagi sendiri sekarang adalah nyonya Keluarga Jiang, meski sendiri merasa tidak bersalah, tapi harus melihat muka Keluarga Jiang, juga harus melihat muka John.
__ADS_1