Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 802 Juga Bisa Membujuk Orang


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Jika bukan karena ekspresi John Jiang sekarang yang serius seperti ini, Lina Hua pasti mengira John Jiang sedang bercanda dengannya.


Sama seperti orang tua yang sedang mendidik anaknya, pasti selalu bertanya, kamu salah dimana?


Hello! Im an artic!


Dan hal ini membuat Lina Hua sangat ingin tertawa, tapi dia tidak berani, karena wajah John Jiang sekarang ini sangat tidak senang.


“Semuanya aku salah.”


“Tidak cukup tulus, aku tidak menerima permintaan maafmu.”


Selesai bicara, John Jiang langsung pergi, dan segera mengendarai mobil.


Hello! Im an artic!


Lina Hua hanya bisa menghela nafas, dalam hati dia berpikir, kali ini John Jiang pasti sangat marah, sepertinya sangat sulit untuk merayunya lagi.


Setelah masuk kedalam ruang tamu, Ella segera memberikan mantel untuk Lina Hua, karena takut dia terkena flu.


Rika segera memberikan semangkok air gula merah dan jahe, “Nona, cepat minum selagi panas.”


“Aku bukan sedang dalam masa menstruasi, apakah kalian berdua harus sepanik ini?”


“Tidak boleh dianggap remeh, penyakit Anda baru saja sembuh……. bulan 5 nanti Kota J baru mulai panas, dan juga akhir-akhir ini……. Nona Anda tidak boleh menganggap remeh ini.”

__ADS_1


Lina Hua hanya mengangguk, kemudian dia mengambil air jahe dan gula merah itu, baru tubuhnya merasa lebih baik.


“Nona, Tuan……sungguh marah kepada Anda?”


“Iya.” Jawab Lina Hua dengan sedih.


“Aduh, bagaimana ini? Aku baru pertama kali melihat Tuan marah……sungguh menyeramkan.” Ucap Ella dengan panik.


Rika juga menghela nafas, “Aku sering mendengar jika orang yang tidak suka marah, tapi saat dia sudah marah akan sulit untuk dibujuk, dan sangat menyeramkan, sekarang sepertinya ini adalah fakta…… Aura Tuan tadi sungguh menyeramkan, kami tidak berani bicara apapun.”


“Ini adalah urusan kami berdua, tidak akan membuat kalian menderita.”


“Tidak, melihat kalian berperang dingin seperti ini, kami berdua juga tidak nyaman.” Ucap Ella.


“Kalau tidak apakah mau menyuruh Rony Gao untuk membujuk tuan?” Ucap Ella dengan polos, bahkan dia sudah menyebut nama Rony Gao untuk datang membantu.


Rika melihat Ella dengan tidak puas, lalu hal ini membuat Ella merasa aneh, “Kenapa malah menyebutku bermesraan? Aku memikirkan semua ini demi kebaikan Nona? Apakah kamu bisa jangan berpikir dari sudut pandang yang aneh-aneh?”


“Sudah sudah, kalian jangan bertengkar, masalahku aku akan mengurusnya sendiri, kalian tidak perlu khawatir.”


Lina Hua menggelengkan kepala dengan tidak berdaya, dia merasa sakit kepala karena mereka berdua bertengkar.


“Iya, Ella, kamu bungkuskan makananan yang sudah aku buat, lalu berikan kepada John Jiang kekantornya, dia masih belum sarapan.”


“Baiklah, ini ide bagus, aku akan pergi sekarang.”


“Aku juga pergi, aku lebih pandari berkendara.” Rika tidak tenang jika Ella pergi sendirian.

__ADS_1


Tapi Lina Hua malah menggeleng, “Rika, kamu tinggal saja, ada urusan lain yang aku ingin tanyakan kepadamu.”


Mendengar Lina Hua berkata seperti ini, Rika juga tidak bisa pergi, setelah Ella selesai membungkuskan makanan, dia mengendarai mobil Audi A8 warna hitam untuk pergi mengantarkan makanan kepada John Jiang.


Rika selesai membereskan rumah, lalu memberikan semangkok bubur untuk Lina Hua, nafsu makan Lina Hua tidak terlalu bagus, jadi setelah makan beberapa sendok saja sudah selesai.


“Rika, apakah akhir-akhir ini kamu ada masalah?”


“Tidak……tidak ada.”


“Tidak perlu menyembunyikannya dariku, kamu harusnya tahu, kamu tidak bisa menyembunyikan ini dariku.”


Perkataan Lina Hua ini, bukan hanya karena dirinya pintar dan bisa melihat isi hati orang, tapi karena dia bisa meramalkan hal yang orang lain tidak ketahui, dan dirinya bisa mengetahui segalanya.


Jadi saat mendengar Lina Hua mengatakan ini, Rika juga tidak bisa menyembunyikan apapun lagi.


“Nona……aku…..aku tidak tahu harus bagaimana mengatakannya, tapi masalah ini……karena kesalahanku sendiri, aku sungguh malu.” Ucap Rika dan matanya sudah dipenuhi air mata.


Didalam gedung pusat Bank Keluarga Jiang.


Ella membawa sarapan yang masih hangat dan meletakkan di meja kerja John Jiang.


“Tuan, Nona menyuruhku mengantar sarapan ini untuk Anda, dia selalu mempedulikanmu, dia bilang Anda tidak sarapan, tidak bagus untuk lambung.”


“Dia juga bisa merayu orang……” John Jiang sengaja memperpanjang suaranya.


Ella tersenyum dan berkata, “Tentu saja, jangan lihat sifat Nona kami yang dingin, tapi dia memperlakukan Tuan dengan spesial, didalam hati Nona kami Tuan adalah orang yang paling paling penting.”

__ADS_1


__ADS_2