
Jujur, di sekolah ini, kalau ada seseorang yang memiliki citra baik di depan Lina, orang itu adalah Jessica, dia tidak punya rasa dengki dan rasa iri di hatinya, malah hidup dengan penuh bersyukur di kondisinya yang malang.
Lina tidak sanggung seperti dia, tapi dia sangat salut kepadanya.
Hello! Im an artic!
Lina menerima air minumnya, dan berterimakasih.
“Aku boleh duduk di sampingmu dan belajar bersama”
“Boleh.”
Jessica duduk di seberang Lina, kemudian mulai belajar sejarah tentang China.
Hello! Im an artic!
Lina mendengarkannya, jika ada yang salah, dia akan segera memberitahukannya.
Dengan cara itu, mereka telah belajar hampir 1 jam, sampai jam makan siang tiba.
Lina menutup bukunya, dia sempat ragu sejenak kemudian berkata, “Aku traktir kamu makan siang.”
__ADS_1
Ketika terakhir kali Lina pergi makan rebusan, dia dibayarin oleh Jessica, walau gak seberapa, tapi niat baiknya itu sangat besar.
Sebagai manusia harus tahu berbalas budi, Lili lalu berniat untuk mentraktirnya sekali ini.
Jessica juga tidak pura-pura, dia langsung mengiyakan.
Mereka kemudian berjalan keluar sekolah, dan pergi ke sebuah tempat makan yang sering didatangi oleh Lina, bersih dan rapi.
Mereka memesan Nasi claypot khas hongkong, Lina gak makan daging, jadi dia memesan yang versi vege.
Jessica memesan yang versi daging, mereka makan dengan senangnya.
Disaat makan, Lina bertanya ke Jessica, “kamu kenapa berani mendekati aku yang aneh ini? Orang lain pada takut denganku, tapi kamu gak takut?”
“Aku gak marah, coba bicarakan.”
“Karena aku orang aneh, kamu juga orang aneh, jadi kita bisa bermain bersama deh.”
Selesai berbicara, awalnya Lina terkejut, tapi kemudian dia menundukkan kepalanya dan tertawa.
Dia juga orang aneh, kalau Jessica? Bisa dibilang orang aneh juga, benar juga katanya, sama-sama orang yang dikucilkan, jadinya bisa bersama.
__ADS_1
Tapi, dia adalah orang yang aneh yang berada di puncak, jadi tidak cocok dengan setiap orang, dari lahir dia sudah membawa sebuah rasa sombong yang sulit didekati orang lain.
Dan Jessica kebalikannya, dia adalah orang aneh yang berada di paling bawah, orang lain menjauhi dia karena meremhekan dia dan tidak mau berteman dengannya.
“Benar juga katamu, kita berdua adalah orang aneh.” Lina juga setuju dengan sudut pandangnya.
“Lina, kamu ada orang yang disukai?” Jessica tiba-tiba mengalihkan topik, Lina belum sempat bereaksi.
“kamu jangan salah paham, aku tidak bermaksud menanyakan privasimu, aku hanya penasaran, apakah karena kamu menyukai orang lain, makanya bisa menolak Freddie dengan tegas, Freddie di sekolah sangat terkenal, banyak wanita yang menyukainya, jujur, banyak orang yang susah untuk menolaknya, tapi kamu malah bisa menghajarnya. Aku tebak di dalam hatimu pasti ada orang yang kamu sukai yah?”
“Tidak ada, memang aku tidak menyukainya saja.”
Lina sebenarnya bukan hanya tidak menyukai Freddie, dia juga tidak suka orang lain menyentuhnya, perlindungan diri dia sangat tinggi.
Tentunya John adalah pengecualian, walaupun dia sering menyentuhnya, tapi karena alam bawah sadar Lina berkata John tidak ada niat buruk, jadi Lina juga menurunkan pertahanan dirinya.
Masa yang akan datang, Lina baru mengerti, bahwa dia begitu memanjakan John, karena mereka telah tinggal bersama untuk waktu yang lama, dan rasa itu mulai masuk ke dalam lubuk hatinya.
Dia tidak pernah menyukai siapapun, jadi dia yang sekarang, tidak tahu apa itu cinta.
Jessica dengan muka iri melihat ke Lina, “Enak yah, kamu begitu pintar, aku juga gak suka Freddie, tapi kamu punya modal cantik, aku tidak punya hak, haha.”
__ADS_1
Lina tidak menyambung perkataannya, ketika Jessica melihat iklan di tv, tiba-tiba teringat sesuatu, dengan muka bersemangat, dia berkata, “Lina, kamu tahu gak? Aku beberapa hari lalu mendaftarkan diri untuk mengikuti test dari Erik Farmasi, kalau bisa dipilih, aku bisa mendapat 1 juta.”
“Kamu gila ya? Itu test obat, obat itu ada racun dan efek samping juga, kamu kenapa bisa bercanda dengan kesehatan kamu sendiri?” Lina mengerukan dahinya.