
Hello! Im an artic!
Windi Feng tidak pernah bertemu dengan sikap seperti ini, tidak tahu apakah aura orang tua Andy Qin terlalu kuat, atau dia yang terlalu tegang.
Pokoknya, mereka sudah pergi tanpa menunggu penjelasan, tapi gelang masih tertinggal diatas pergelangan tangannya.
Hello! Im an artic!
“Astaga tidak boleh, tidak boleh, aku harus pergi mencari Andy Qin.”
Windi Feng mengambil telepon dan dengan panik menelepon Andy Qin, “Andy Qin, Andy Qin.”
“Kenapa?” Sebenarnya, Andy Qin terus bermain telepon di kantor, juga sedang bingung apakah mau mengirim pesan kepadaWindi Feng , maka sangat gembira saat menerima telepon, tapi masih berpura-pura seperti sangat tenang.
“Kamu cepat pulang, aku sudah mau mati.”
Hello! Im an artic!
Selesai berkata, Windi Feng langsung menutup tanpa menunggu Andy Qin bertanya, Andy Qin terkejut sampai tidak berani menunda dan mengendarai mobil kemari dengan cepat.
Dengan cepat berlari ke atas, saat masuk kedalam masih dengan nafas terengah-engah.
Akhirnya malah melihat Windi Feng menyilangkan kaki makan walnut diatas sofa, tangannya masih memegang remote dan memencet sembarangan.
“Kakak, kamu ini mau mempermainkan aku ya?”
__ADS_1
Windi Feng meletakkan remote dan sedikit canggung, batuk pelan baru berkata, “Itu, Andy Qin, orang tua kamu datang.”
“Apa?” Andy Qin mengira dia salah dengar.
“Orang tua kamu datang.”
“Datang kemana?”
“Ke rumah kita.” Windi Feng cemberut.
“Mencari kamu?”
Windi Feng menganggukan kepala, Andy Qin juga takut sekali begitu mendengar, beberapa tahun ini orang tuanya pernah datang ke kota J sekali setelah dia kesal dan meninggalkan rumah selama sekian tahun ini.
Orang tua awalnya marah, kemudian kecewa, sampai memutuskan bisnis di kota J karena hal ini.
“Mereka sekarang ada dimana?” Andy Qin terkejut sampai segera melihat kesekeliling, mengira mereka masih ada didalam rumah, hatinya berdegup semakin kencang.
“Sudah pergi, mereka sangat cepat mengurus masalah, masuk dan membahas masalah, lalu pulang setelah selesai bicara.”
“Mengatakan apa?” Dia baru tenang setelah mendengar orang tuanya sudah pergi lalu duduk diatas sofa dan menghela nafas.
“Mereka bertanya kapan kita menikah.”
“Puff……” Andy Qin baru minim seteguk air, syukurlah baru minum seteguk, kalau tidak mungkin akan langsung tersedak.
__ADS_1
“Kamu tidak apa-apa kan?” Windi Feng menghindar jauh-jauh.
“Uhuk uhuk, menikah?” Andy Qin juga panik.
“Benar, juga tidak tahu mereka mendapat gosip dari mana, aku tidak diberikan kesempatan walaupun ingin menjelaskan, begitu aku memotong pembicaraan, ayahmu tidak membiarkan aku bicara. Pandangan paman sangat galak, aku terkejut sampai tidak berani bersuara, aku ingin menjelaskan baik-baik setelah dia selesai bicara, akhirnya mereka sudah pergi sebelum aku menjelaskan, bilang kalau ayahmu sebentar lagi mau naik pesawat untuk meeting di luar kota. Waktu sudah sangat sempit, aku juga tidak enak hati menunda mereka.”
“Aku sungguh tidak tahu mengenai masalah ini, sangat tidak disangka.” Andy Qin juga terkejut bingung.
Orang tuanya datang juga tidak bilang padanya, pergi juga tidak menemuinya, mereka hanya bicara dengan Windi Feng .
Saat ini, Andy Qin menundukkan kepala dan melihat gelang giok putih diatas pergelangan tangan Windi Feng .
“Kenapa familiar sekali?”
“Ibumu memberikan ini padaku.”
Andy Qin:……
“Aku bersumpah aku tidak meminta, dia sangat tiba-tiba memakaikannya padaku, aku panik sekali dan tidak bisa melepaskannya, walau aku materialistis, tapi aku juga tidak bisa sekenanya mengambil harta turun temurun keluarga kamu, ibumu bilang, ini adalah barang yang diberikan turun temurun kepada menantu oleh leluhur keluarga Qin dari dinasti lampau.” Windi Feng sambil bicara sambil berusaha melepaskan, tapi semakin sakit ketika ditarik, dia sudah berusaha sampai pergelangan tangannya memerah.
“Andy Qin kamu cepat bantu aku sebentar.” Windi Feng menahan nafas sampai wajah memerah, berusaha melepaskan gelang itu kebawah.
Andy Qin berdiri melihat ukuran pergelangan tangan, “Jangan sia-siakan tenaga lagi, barang ini hanya bisa dilepaskan ibuku, orang lain tidak ada cara.”
“Bolehkan aku pecahkan dengan palu, lalu menempelkan kembali dengan lem?”
__ADS_1
Andy Qin melihatnya dengan merendahkan, “Kamu pukul saja, hanya seharga tiga puluh juta saja, lagipula keluarga Feng kalian tidak kekurangan uang, sampai saatnya kamu ganti rugi pada ibuku saja.”
Windi Feng terkejut sampai gemetar…