
Hello! Im an artic!
Rony Gao mengangkat dagunya, dan berkata dengan bangga, “Sejujurnya, banyak yang bisa aku lakukan.”
“Contohnya?” Ucap Ella dengan tertawa meledeknya.
Hello! Im an artic!
“Contohnya, aku bisa berlomba banyak permainan, seperti mobile legend, atau permainan PUBG mobile.”
“Tunggu dulu, yang kamu maksud bermain game bukan?”
“Aku sangat pandai bermainnya, dan bisa dibandingkan dengan pemain mancanegara.”
“Jangan berbohong, apakah masih ada yang lain?”
Hello! Im an artic!
“Aku bisa menjadi pencoba makanan, karena aku adalah orang yang sudah memakan banyak makanan dari berbagai negara.”
“Makan juga kelebihan? Selanjutnya.”
“Aku masih bisa menjadi pencoba tempat tidur di hotel.”
“Selanjutnya.” Ella mulai tidak sabar, bocah ini selama 20 tahun hanya tahu makan dan bermain.
“Aku…….aku masih bisa bermain golf, snooker, balap mobil, dan juga poker ala Texas……”
__ADS_1
“Apakah masih ada yang lain?”
“Sopir? Apakah termasuk, aku bisa berkendara, dan sangat pandai.” Akhirnya, Rony Gao dipaksa oleh Ella, bahkan dirinya tidak ragu dengan pekerjaan sebagai sopir.
Ella tertawa terbahak-bahak, tapi dirinya merasa Rony Gao sudah ada banyak kemajuan, dia mengangguk, “Lumayan, menjadi sopir taksi di Kota J ini, satu bulan bisa mendapat uang 10 jutaan.”
Rony Gao: 10 jutaan, hmmmm…….Baiklah, asal kamu senang.
Sekelompok pria dan wanita muda ini, bermain sangat senang dikebun Lina Hua, tapi disisi lainnya ada orang yang tidak begitu senang.
Semenjak Lisa Hua di permalukan, dia mulai tidak ribut lagi.
Akhir-akhir ini dia tidak terlalu sering bepergian, dia hanya dirumah seperti sedang menunggu ajal menjemput.
Saat suaminya pergi bekerja, dia memesan makanan, kemudian bermain handphone, bermain game, bahkan bermain judi online, dan dia sangat menyukainya.
Hari ini Desmond Liu pulang bekerja lebih awal, dan dia sengaja membeli banyak sayuran dan buah-buahan di supermarket terdekat.
Dengan dikenali teman, dia mengenal Lisa Hua, saat itu Lisa Hua bukan seperti sekarang ini, sifatnya tidak terlalu keras, dan perkataan yang diucapkan juga tidak begitu menyakitkan.
Walaupun dia tidak begitu cantik, tapi dirinya snagat mandiri, yang paling penting adalah, kemampuan Lisa Hua sangat hebat, dan juga mempunyai banyak ide.
Waktu itu orang tua Desmond Liu sangat menyukai Lisa Hua, waktu itu mereka juga pernah memiliki momen bahagia, hanya saja kemudian……
Desmond Liu ingat Lisa Hua menyukai sayur bendi, udang, dan juga ikan kukus, serta kepiting.
Jadi dia membeli tidak sedikit barang-barang itu, kemudian segera sibuk di dapur.
__ADS_1
Malam hari pukul 18.00
Desmond Liu mengetuk pintu dan masuk, “Lisa, sudah waktu makan malam.”
“Aku tidak makan, kamu saja yang makan.” Ucap Lisa Hua tanpa menoleh.
“Aku memasak makanan kesukaanmu, ada kepiting dan juga ikan, kamu makanlah sedikit, semuanya masih sangat segar.”
Mendengar perkataan ini, Lisa Hua menoleh dan melihat Desmond Liu.
Kemudian baru dia berdiri dengan tidak senang, dan mengikuti Desmond Liu turun, dan benar saja ada banyak makanan di meja makan.
Tidak sedikit makanan yang Lisa Hua sukai, kemudian dia melihat sejenak, dan bertanya kepada Desmond Liu, “Tiba-tiba memasak semua ini, apakah ada yang kamu mau? Katakanlah, hal apa yang ingin aku bantu?”
Mungkin karena tidak menduga Lisa Hua akan mengatakan hal ini, jadi Desmond Liu terkejut sejenak.
“Tidak ada, kamu jangan terlalu banyak berpikir, aku hari ini pulang lebih awal, jadi ada waktu untuk memasak untukmu.”
“Hehe, apakah kamu pikir aku ada nafsu untuk makan, sekarang kita dikondisi seperti apa?”
“Selama masih hidup pasti ada harapan, kamu jangan terlalu menyusahkan diri sendiri, kemarilah, makanlah sedikit.”
Sebenarnya dulu Desmond Liu adalah orang yang sangat baik, dia tidak pernah ada masalah dengan anggota keluarga Hua, tentu saja, bisa dikatakan dia sedikit bodoh.
Dia adalah orang yang seperti ini, sangat sederhana, sangat biasa, tidak ada kemampuan yang luar biasa, dan juga tampangnya tidak terlalu melebihi orang.
Dia sama seperti orang lainnya, menjalani hidup dengan sibuk, tapi bukankah semua orang juga seperti ini menjalani hidup?
__ADS_1
Lisa Hua duduk, kemudian memakan sayur bendi dan segera memuntahkannya.
“Asin seperti ini, apakah kamu ingin membunuhku?”