
Karena berita paparazzi yang kemarin itu adalah hoax, membuat nyonya Jiang sedikit kecewa.
Umur mereka juga sudah tua, jadi mereka ingin segera punya cucu.
“Ma, kan aku sudah pernah bilang, aku dan Lina ingin hidup berdua dulu, lagian Lina masih kecil, dia baru berumur 22 tahun.”
John kelihatan lebih memihak istrinya, jadi dari segi ini, Lina sangat berterimakasih kepadanya.
Gak peduli niat baik atau palsu, dia tetap membantu untuk menjawab semua pertanyaan.
Mama John tidak mempedulikan anaknya, dia hanya melihat Lina, ingin dia yang menjawab.
“Lin, aku hanya berbicara saja, gak ada maksud lain, sebenarnya umur muda itu melahirkan lebih gampang, pertama masa penyembuhan lebih cepat, dan juga anak yang dilahirkan akan lebih pintar dan sehat, semakin tua semakin besar resikonya, ini bukan kami yang bilang loh, tapi dari fakta ilmiah, jadi setelah aku pikir, kalian cepat atau lambat juga harus punya anak, kenapa gak lebih awal saja, setelah melahirkan, kami berdua akan membantu kalian menjaganya, uang juga tidak pakai punya kalian, tenaga kalian juga gak perlu dikeluarkan, cowok cewek juga gak masalah, aku dan papamu tidak memilih kok.”
Maksud Nyonya Jiang sangat jelas, gak peduli melahirkan cowok atau cewek, yang penting ada cucu dulu.
“Ma, badan aku bukan terlalu bagus, setelah menikah, aku terus meminum obat untuk menjaga kondisi badanku, setelah badan aku kembali normal, kami akan mendiskusikan hal ini.”
Lina tidak bermaksud menolaknya, karena takut mereka kecewa, karena orang tua John juga lumayan baik dengannya.
__ADS_1
Dan tentunya, kata-kata gina sangat bisa diterima oleh mereka berdua.
Papanya John juga mengangguk.
“Betul kata Lina, tunggu badannya sudah kembali normal, masih gak telat kok, anak muda seperti kalian sekarang makan dan tidur selalu tidak teratur, kalian harus jaga badan kalian baik-baik.”
John dan Lina mengangguk, setelah selesai makan, Lina pergi berjalan di taman depan, dia bersama pembantu keluarga Jiang untuk menyiram tanamannya, memotong ranting pohon.
Dan disaat yang sama, orang tua John menarik dia ke ruang kerja.
“Anakku, belakangan ini masih sakit kepala? Masih bermimpi?”
“Ah, mama khawatir trauma kejadian 5 tahun lalu belum sembuh, kamu….gak pergi cek ke dokter lagi?”
John mengelengkan kepala, “Gak ada, sudah 5 tahun, kalaupun ada efek traumannya sekarang harusnya sudah muncul, mama jangan khawatir, aku benaran tidak apa-apa.”
“Kalau begitu…. Kamu juga gak marahasiakan sesuatu dari mama kan?”
“Gak ada, aku mana mungkin ada rahasia, kalau begitu, papa mama ada hal yang memalukan juga yang dirahasiakan ke aku?” John tertawa.
__ADS_1
Nyonya Jiang berkata, “Jangan berbicara yang bukan-bukan, sikap aku dan papamu ke kamu seperti apa, kamu masih gak jelas?”
“Iya iya iya, kalian paling baik, ayuk, turun ke bawah, aku potongin buah untuk kalian.” John membawa 2 orangtuanya turun ke bawah.
Dia juga memperhatikan ekspresi muka mamanya yang terlihat khawatir.
Setelah John dan Lina pulang, Nyonya Jiang baru berbicara kepada suaminya.
“Papa dia, mulai lagi mengecek kejadian 5 tahun lalu.”
“Oiya? Tahu gak siapa yang memeriksanya? ” muka suaminya menjadi serius.
Nyonya Jiang mengelengkan kepala, “Awalnya aku kira anak kita yang memeriksanya diam-diam, tapi tadi, sepertinya dia tidak tahu apa-apa, kalau bukan anak kita, siapa lagi yang tertarik dengan kejadian 5 tahun lalu.?”
“Ini bukan hal baik, kamu atur orang untuk mengeceknya, gak boleh ada satupun informasi yang bocor.”
“Iya, aku juga berpikir begitu, intinya, John seumur hidup ini lebih baik tidak tahu tentang kejadian itu. ” Nyonya Jiang menghela nafas.
Ketika di perjalanan pulang, Lina tidak berbicara, John sengaja berbicara dengannya, “Kamu marah ya, karena tadi di suruh cepat-cepat hamil oleh papa mama ku.”
__ADS_1