Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 192 Mengembalikan Uang


__ADS_3

Rika tahu Nonanya ini sangat sombong, dia selalu melakukan apa yang ingin dia lakukan, dan tidak pernah peduli terhadap pandangan orang lain.


Tapi di mata Rika dan Ella, John bukan orang lain, tapi bisa disebut keluarga mereka sendiri.


Hello! Im an artic!


“Pak John pasti akan cemburu, walaupun dia baik, tapi leih baik kita gak membuat dia cemburu.”


Lina tidak menjawab, diantara dia dan John, ada beberapa hal yang dia sendiri tidak jelas juga.


Awalnya dia tidak ingin ada hubungan sama sekali dengan John, kalau bisa dia jangan pulang ke rumah lebih baik lagi.


Tapi malah sebaliknya, John gak peduli lembur selarut apa, dia tetap akan pulang ke villa Spring Mansion.


Hello! Im an artic!


Dan ketika sempat, dia selalu menemaninya sarapan.


Terutama malam itu, ketika dia mimpi buruk, dan John menerobos masuk, memeluknya semalaman.


Walaupun mereka tidak melakukan apa-apa secara fisik, tapi, ada beberapa hal sudah tidak seperti dulu lagi.

__ADS_1


Sejak hari itu, Lika tidak pernah ketemu lagi dengan Benard, dia tetap mengajar seperti biasa di universitasnya.


Dan juga sekarang dia punya pengemar baru, rekan kerja yang baru, didatangkan dari luar kota, seorang lulusan yang berbakat, dia mengajar pelajaran filsafat.


Sepertinya dia seseorang yang menarik, kantornya tidak jauh dari kantor Lika, jadi mereka sering bertemu.


Hari ini, ketika pulang sekolah, Lika berjalan keluar.


“Guru Lika.”


“Oh, Halo Guru Chai.”


“Aku ada urusan nanti, maaf.”


“Gak masalah, kalau begitu lain saja.” Ketika ditolak, Guru Chai juga santai saja, setelah basa-basi dia langsung pergi.


Lika kelihatan sedih, dia membawa tasnya tanpa sadar berjalan ke kantor polisi tempatBenard bekerja.


Walaupun dia tahu, pacaran putus itu sangat normal, di dunia ini tiap hari ada pasangan yang putus, hubungan cinta itu diperbolehkan gagal.


Tapi dia tidak rela, kalau karena Benard selingkuh, putus tidak menjadi masalah.

__ADS_1


Tapi ini bukan karena cinta mereka, tapi masalah keluarga, dia selalu merasa bukan begini hasil yang dia inginkan.


“Ei? temannya Benard? kenapa ada disini kamu?” Seorang polisi yang baru keluar melihatnya.


“Aku… aku sebenarnya ingin menanyakan tentang tersangka yang kemarin itu.”


Lika dengan ragu berkata, tapi polisi itu malah tidak menangkap maksudnya, dia dengan jujur berkata, “urusan itu bukannya sudah selesai? Benard juga sudah menyerahkan barangnya ke kamu kan? Sebenarnya kamu termasuk beruntung, selain uang cash 2000an yang telah dipakai oleh anak itu, semua barangmu masih ada.”


“Ah? Uang 2ribunya sudah habis?” Lika mendengarkan sesuatu yang aneh.


“Betul, anak itu merampok karena uang, ketika kamu menangkapnya, uang itu sudah habis digunakan, menurut pengakuannya, dia menggunakannya di game online, anak sekarang, benaran sudah tidak tertolong lagi.” Polisi itu menghela nafas.


Lika akhirnya mengerti, uang dia sebenarnya sudah hilang, tapi ketika tasnya dikembalikan, di dalamnya masih ada uang tunai, kalau begitu, uang itu dimasukkan sendiri oleh Benard? Lika merasa gak enak dalam hatinya.


“Benard ada di dalam kah?”


“Ada kok, hari ini pas shift malam dia, kamu masuk saja.”


“Lika mengangguk, dengan hati yang kacau dia berjalan masuk ke kantor polisi.”


Ketika melihat Lika, Benard sedikit kaget, dia berdiri, kemudian menghampirinya dengan muka canggung, “Lika, kenapa kamu datang?”

__ADS_1


__ADS_2