Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 821 Kemelekatan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah menerima telepon itu, Lina Hua segera bergegas datang, ia menyetir sendiri, tentu saja ia telah mendapat ijin dari John Jiang.


Lagipula ia harus menghormati pasangannya dan menghindari segala kesalahpahaman. Setelah Rika pergi, suasana hati Lina Hua sangat kacau.


Hello! Im an artic!


Dua hari ini ia terus berada di rumah, tak menemui siapapun, maka ia juga tak tahu apa yang terjadi pada Eric Xie.


Dan lagi, karena Windi Feng juga tidak berada di Kota J, jika ada Windi Feng, ia pasti sejak awal sudah tahu.


Windi Feng diminta seseorang untuk memeriksa sebuah kuburan di pemakaman di luar kota, dan Andy Qin tanpa malu mengikutinya, dengan alasan untuk melindungi Windi Feng.


Padahal sebenarnya, ia takut Windi Feng diam-diam pergi kencan buta, semua orang dengan jelas mengetahui hal ini.


Hello! Im an artic!


Saat Lina Hua datang, di luar masih turun salju, sudah hampir bulan Mei, Kota J masih turun salju, ini bukanlah pertanda baik.


Lina Hua mengenakan mantel hitam dan syal berwarna krem, rambutnya yang hitam panjang digerai.


Ia jelas-jelas mengenakan baju yang biasa-biasa saja, namun membuat orang merasa ia terlihat sangat cantik, yang pertama karena auranya, dan juga, karena warna itu memang cocok untuk semua wanita.

__ADS_1


Ferdy Xie juga pertama kalinya bertemu Lina Hua secara langsung, sebelumnya hanya pernah melihat foto, atau hanya mendengar tentangnya.


Ia tertegun sejenak, tak heran adiknya begitu tergila-gila, benar-benar… seorang gadis yang cantik, kecantikan yang membuat hati terasa sejuk.


“Kak Lina Hua, cepat temui kakak keduaku, ia akan segera… pergi, ia hanya ingin bertemu denganmu.”


Bethany Xie menyambut Lina Hua di pintu sambil menangis terisak-isak menjelaskan hal ini.


“Paman Xie, Bibi, Kakak.” Lina Hua menyapa anggota keluarga Xie satu per satu.


“Lina Hua, terimakasih sudah datang.” Steve Xie sangat bersyukur.


“Paman Xie tak usah sungkan, aku dan Eric Xie adalah teman baik.”


Lina Hua tak berani menunda terlalu lama, ia segera memasuki kamar pasien.


Setelah ia mengenyahkan hembusan angin itu, ia melihat sesuatu.


Di kepala ranjang Eric Xie, berdiri seorang wanita, sebenarnya bisa disebut, seorang arwah.


Rok yang dikenakan wanita itu berlumuran darah, ekspresinya sangat kesal, dan seluruh ruangan dipenuhi atmosfer ini.


Tadi saat mendengar Eric Xie jatuh sakit, Lina Hua juga terheran-heran.

__ADS_1


Kondisi tubuh Eric Xie cukup baik, bagaimana ia bisa sakit, dan juga dibilang tak ada cara untuk menyembuhkannya?


Sekarang ia mengerti, mengapa ia bisa sakit, karena adanya hal buruk yang sangat hebat menjeratnya.


Hal ini pasti telah terjadi selama beberapa hari.


Setelah melihat sosok wanita itu, Lina Hua terkejut. Ia pernah bertemu wanita ini, Shannen Liang, yang dulu pernah mempunyai perasaan pada Eric Xie, namun tidak diterima.


Lalu masih juga ditekan oleh Lili Hua, selanjutnya, hanya terdengar bahwa ia mundur dari dunia hiburan, tak tahu kemana perginya, bagaimana bisa ia…


“Berapa lama kau mengikutinya?”


Setelah menidurkan Eric Xie dengan suatu mantra, Lina Hua langsung bertanya pada wanita itu.


“Kau bisa melihatku?” Shannen Liang sedikit terkejut, lalu melayang ke arah Lina Hua.


Tentu saja wajahnya sangat mengerikan, namun Lina Hua sama sekali tak tergoyahkan.


“Menurutmu?” Lina Hua bertanya ringan.


“Lina Hua, untuk apa kau datang, apakah belum cukup kau melukainya?”


“Yang kau katakan sebaliknya, yang sedang melukainya adalah kau, kau sudah mati, kenapa mengganggunya? Sebaiknya segera lepaskan semua kemelekatanmu dan pergi bereinkarnasi.”

__ADS_1


“Tidak, aku ingin membawanya bersamaku, aku tak bisa melepaskannya, ia adalah orang yang paling baik terhadapku.” Memang, perasaan Shannen Liang padanya sangat dalam, setelah mati, ia melihat Eric Xie memberinya kebaikan untuk terakhir kalinya, mencarikannya tempat untuk dikubur, memberinya penghormatan terakhir, maka ia bertekad untuk membawa Eric Xie bersamanya, dan hal ini telah berlangsung beberapa hari.


“Kau akan membunuhnya, ini takkan baik untuknya, kemelekatanmu terlalu besar, ini akan menjadi sebuah rintangan.” Lina Hua memperingatkan.


__ADS_2