
Hello! Im an artic!
Lina duduk di atas sofa malas dalam kamar tidurnya, kondisinya tidak terlalu bagus, mungkin pengaruh dari masalah ini.
Di dalam ada beberapa lembar, ada yang wanita itu sendirian, masih ada yang sedang bersama ayah Lina.
Hello! Im an artic!
Di bawah adalah catatan data yang detail.
Nama: Queenie Zhang
Umur: 31 tahun
Pendidikan: Universitas Komunikasi Kota J, departemen presenter penyiar
Hello! Im an artic!
Pekerjaan: Penyiar stasiun televisi saluran pariwisata di Kota J
Status pernikahan: belum menikah
__ADS_1
Anak: tidak ada
Pengalaman pacaran: mempunyai dua mantan pacar, satu teman kuliah, saat kelulusan sudah putus. Yang kedua adalah Editor dari stasiun televisi dan sudah putus.
Dari desa ShiJing kabupaten JiuHe, tempat tinggal sekarang di kota Jiang, perumahan Taman MS, pembelian rumah cash penuh, ada mobil, BMW seri ketiga, pembayaran penuh.
Anggota keluarga: orang tua petani adik perempuan Kimber Zhang sekolah SMA
Lina melihat catatan data dengan tenang.
Rika menambahkan, “Queenie dan tuan besar sudah mengenal selama tujuh bulan, kenalnya tahun ini sekitar bulan 3. Saat itu stasiun televisi mereka melakukan sebuah program reality show, mengundang beberapa pengusaha kaya dalam kota yang sudah pensiun untuk pergi melakukan sebuah acara pariwisata, kemudian hubungan kedua orang berkembang sangat cepat, setahu aku, Queenie dulu ada sebuah rumah, di area pengembangan, pembelian kredit. Lalu setelah mengenal tuan besar, kemudian membeli rumah sebesar 104m di Taman MS dengan pembayaran tunai. Dulu tidak ada rumah, setelah mengenal tuan besar, membeli sebuah BMW dengan pembayaran tunai, jadi… tidak diragukan semua barang ini dibelikan oleh tuan besar, hanya saja tuan besar takut ketahuan, sedikit lebih gugup, pembelian rumah dan mobil semuanya menggunakan kartu tuan besar, hanya menggunakan pihak ketiga untuk mentransfer ke sana.”
“He, masih lumayan berhati-hati, bagaimana kondisi keuangan wanita ini?” Lina bertanya lagi.
“Sudah memeriksa tabungannya?” Lina Hu menaruh data ke bawah.
“Sudah, cuma ada dua kartu atas namanya, satu kartu gaji di dalam cuma ada 50ribu, satu lagi kartu emas dari bank china, dan dibuka pada bulan 5, bisa melakukan pengambilan lebih dari 100ribu, dan….di dalam masih ada 150ribu.”
“He he, kelihatannya mengandalkan pria untuk mendapatkan kekayaan.” Lina tersenyum dingin.
“Tuan besar sepertinya sangat memanjakannya, jika tidak juga tidak akan membelikan begitu banyak barang untuknya, hanya saja mereka tidak ada anak, dalam hal ini masih agak bagus, tapi….untuk nantinya susah dikatakan.” selesai mengatakannya Rika diam-diam melihat Lina sebentar.
__ADS_1
“Baiklah, semua ini bawa dan bakar saja, hal ini biar aku pikirkan dulu.”
Lina juga sedikit kacau, juga tidak tahu harus bagaimana, rahasiakan, selalu merasa bahaya tersembunyi yang mengancam keuntungan keluarga besar.
Jika dikatakan, di rumah pasti tidak akan ada kacau balau, pada saat itu semuanya tidak bisa tenang.
Semakin dipikirkan semakin pusing, dia memijit-mijit keningnya, berdiri dan kembali ke ranjang untuk beristirahat.
John pulang jam 20.00 malam, dia melihat Lina tidak berada di lantai bawah, langsung naik ke lantai atas.
“Lina, kamu sudah tidur?” John mengetuk pintu dan masuk.
Lina bersandar di ranjang besar, raut wajahnya tidak terlalu bagus.
“Eng, sebentar lagi tidur.”
“Bukankah kamu suka makan sayur liar dari gunung? hari ini ada satu rekan kerja di perusahaan dari kampung membawa beberapa sayur liar dari gunung, sangat muda, besok suruh Rika dan Ella buatkan kuah untukmu.”
“Langsung kasih ke mereka saja.”
Respon Lina dari awal sampai akhir sangat dingin, sama sekali tidak mengangkat mata melihat John.
__ADS_1
Tidak seperti biasanya.
“Apakah kamu ada pikiran? kelihatannya suasana hatimu sangat tidak bagus.” John bertanya padanya.