
Hello! Im an artic!
Sekali Lili Hua melihat kedua orang mengobrol dengan lumayan baik, sudahlah, lebih baik jangan menganggur disana dan menjadi orang baik saja.
Lili Hua berdiri dan pergi tanpa menyapa, Indrimemiringkan kepala melihat Eric Xie, ini membuatnya ada sedikit tidak enak hati.
Hello! Im an artic!
Eric Xie menundukkan kepala, berpikir lama. “Tidak tahu suka yang mana, walau dulu diriku brengsek, emosi meledak dan bebas, tapi aku juga sudah melewati sekian tahun yang bebas. Kemudian walau yang ini berhati-hati, sopan dan menjadi tenang, juga tidak merasa diri tidak terbiasa. Pokoknya……Aku merasa, orang kalau sampai suatu umur pasti akan mempertimbangkan hal yang harusnya dilakukan di umur itu. Maka aku merasa semuanya mengalir dengan alami saja, jalur akan terbentuk seiring air mengalir. Tidak ada aku yang dulu juga tidak akan ada aku yang sekarang, ini saling berhubungan.”
Ucapan Eric Xie ini bukan pura-pura keren, dia sungguh menyimpulkannya dengan baik.
Membuktikan kalau kecerdasan emosionalnya sangat tinggi, bisa melihat masa lalu dan situasi sekarang. DanIndrijuga seorang wanita yang cerdas.
Walau tidak mengerti seluruh hidup Eric Xie, tapi juga mengerti kenapa dia bisa begitu berterima kasih.
Hello! Im an artic!
“Bagus juga, aku merasa perubahan ini adalah hal yang baik, paling tidak kamu sudah mengalaminya, orang kalau tidak berubah saat tua barulah membosankan.”
__ADS_1
Indri menyandarkan dagu dan mengucapkan ucapan ini, Eric Xie masih setuju dan menganggukan kepala.
Kemudian dengan sendirinya mengambil gelas arak, “Mari, toast.”
Kedua orang mengobrol dengan lumayan, Indrimelihat reaksi Eric Xie masih lumayan, hatinya sangat senang, memutuskan maju sebentar.
“Tuan muda Xie……”
“Kamu tidak perlu memanggilku tuan muda Xie, panggil aku nama saja.”
“Janganlah, sangat kaku kalau memanggil nama, ah, aku bisa memanggilmu direktur Xie.” Indri
Eric Xie tersenyum pelan dan tidak bicara, Indrimelihat ada kesempatan, menggigit bibir, ragu sebentar dan bertanya, “Direktur Xie……Kamu merasa, kalau……”
Ucapan ini masih belum selesai, bintang ulang tahun sudah datang, nona itu sedikit gemuk tapi sangat berjodoh dengan orang.
“Indri, sudah giliranmu, kamu sudah berjanji padaku mau menyanyi, nyanyikan lagu barumu, itu itu apa, sungai bintang itu……, cepatlah…… ”
“Eh……Maaf, aku permisi sebentar.”
__ADS_1
Indrimenjulurkan lidah, dan ditarik bintang utama ke atas panggung kecil ditengah, duduk diatas kursi dan mengambil mikrofon.
Eric Xie mendengar lagu itu, sejujurnya dia tidak ada perasaan pada Indri.
Tidak disangkal, dia sangat cantik, tapi……Cecil Liang juga cantik, Desi Zhong juga tidak kalah, sebenarnya dia tidak melihat wajah.
Diatas badan orang ini, siapapun tidak ada aura seperti Lina Hua itu, dan membawa getaran seperti itu padanya.
Suka pada seseorang, bukan hanya dengan perkataan saja, tapi sungguh perlu terus menyukai, kalau tidak bukankah sudah mempertanyakan pandangan saat diawal?
Indri menyanyikan lagu itu dengan sangat serius, itu demi mempertunjukan dengan baik pada Eric Xie, maka saat mulai dia sengaja mengambil mikrofon dan mengatakan kalimat ini—Halo semuanya apa kabar, aku Indri, selanjutnya aku akan menyanyikan sebuah lagu baruku, aku ingin mempersembahkan lagu ini untuk teman baikku, Sony Wang, mengucapkan selamat ulang tahun padanya, dan juga menghadiahkannya pada teman baikku yang baru, tuan muda Xie, Eric Xie, mendoakan suasana hatinya bagus setiap tahun.
Indri selesai mengatakan ucapan ini, seluruh tempat langsung bertepuk tangan, masih ada suara siulan yang banyak, tahu kalau Indri adalah penyanyi handal dan sangat menantikan dia.
Hanya sayang, Eric Xie tidak semangat mendengar lagunya, malah mengambil telepon, dengan ragu apakah mau mengirimkan Wechat pada Lina Hua atau tidak.
Benar, dia ada sedikit mabuk, dia sangat rindu padanya, maka ada sedikit tidak bisa menahan……
Dan Eric Xie mungkin tidak menyangka, Lina Hua saat ini, sedang berhadapan dengan dua belas prajurit neraka didalam pembatas.
__ADS_1
“Para tuan besar, aku hanya orang biasa, dan juga melanggar peraturan sekali demi keluargaku, masih meminta para tuan besar memaklumi sebentar, bolehkah?” Lina Hua bermaksud terlihat lemah terlebih dulu.