
Hello! Im an artic!
“Ibu, mengapa kamu bertanya hal yang menyakitiku, kamu tahu jika aku tidak suka dengan pilihan seperti ini.”
Katie Xie mengenakan rok merah panjangnya, dengan tangan yang diisi sebuah boneka beruang, terlihat sangat manis.
Hello! Im an artic!
Tetapi Katie Xie sangatlah pintar, jika dibandingkan dengan anak lain dia lebih pengertian.
“Ah, ibu hanya bertanya dan hanya bercanda saja.”
Melihat reaksi anaknya yang berubah dengan sangat cepat, Fenny Feng segera memberikan pukulan pada Babak ini, dia bahkan merasa sedikit menyesal kenapa dia harus memberikan pertanyaan pada anaknya ini?
“Ibu, aku menyukai rumah ini, disini ada kakek nenek, ayah dan dirimu, juga ada paman kedua dan bibi, kita adalah sebuah keluarga dan tidak bisa berdiri dengan sendiri, aku menyukai kalian semuan aku harap ibu dapat mengerti tentang ini.”
Hello! Im an artic!
“Iya ibu mengerti.”
Fenny Feng yang mendengar semua ini tidak lagi bertanya, tetapi dirinya sendiri mengerti, jika dia bercerai dengan Ferdy Xie maka hak dia persentasi dirinya untuk mendapatkan anak ini akan nol.
Tidak hanya karena keluarga Xie memiliki uang, tetapi keluarga Xie juga sangat menyayangi Katie Xie mereka tidak mungkin menyakitinya.
Bahkan neneknya sendiri berkorban lebih banyak dari pada ibunya sendiri, maka dari itu sedikit membuat dia merasa tersakiti.
__ADS_1
Bagaimana jika suatu hari berpisah dengan putrinya ini…
Fenny Feng merasa tidak tenang, dia akan mencari waktu untuk berbincang dengan Ferdy Xie dimalam hari.
Para tamu yang terhormat ini, telihat biasa aja dan dari luar mereka terlihat seperti pasangan model.
Tetapi Fenny Feng tahu hanya hatinya mengerti jika permasalahn ini lebih parah, sekitar ada dua hingga tiga bulan mereka tidak sedekat itu lagi.
Jika ini dikatakan dari usianya mereka semua ini terlihat tidak normal.
Dimalam hari ketika Katie Xie terlelap, Fenny Feng menuju keruangan buku, Ferdy Xie sedang merapikan beberapa berkas.
“Aku membuatkan sebuah teh untukmu.” Fenny Feng sambil meletakkan gelas ini.
“Oh terimakasih.”
“Ya?
“Mari kita berbicara.”
“Berbicara tentang?” Eric Xie sambil merapikan berkas dengan perasaan yang tidak tenang.
Fenny Feng meletakkan kedua tangannya didekat dadanya sambil menghelakan nafasnya, “Apakah tidak merasa adanya perbedaan diantara kita?”
“Apa maksudmu?” Ferdy Xie menaikkan kepalanya, sambil melihat Fenny Feng.
__ADS_1
“Kamu mengerti apa yang sedang aku katakan.”
“Oh, jika maksudmu karena aku memukul aku akan minta maaf kepadamu, dan aku berjanji tidak akan mengulangi hal itu lagi, jika karena seketaris wanita itu, kamu seharusnya juga tahu jika aku telah memindahkan orang itu dan juga telah mengurangi gajinya, apakah ada yang membuat kamu merasa tidak puas sekarang?”
“Perkataanmu ini terlihat seperti tertindas… apakah ada yang salah jika gaji wanita itu diturunkan? Dia memang bukanlah dari universitas ternama bukan, dan juga tidak memiliki pengalaman juga kan? Apakah karena dia mirip dengan seseorang didalam hatimu, maka kamu dapat memperlakukan dia secara berbeda?” Fenny Feng terlihat tidak senang.
“Fenny Feng sudah larut malam dan aku tidak ingin berkelahi dengannmu, tidurlah terlebih dulu.”
Terlihat jelas jika Ferdy Xie tidak ingin meneruskan pembicaraan ini, jika pembicaraan ini terus saja diteruskan maka akan membuat sebuah keributan.
Fenny Feng merasa sangat sedih, dia ingin sekali mengatakan isi hatinya, tetapi melihat sikap Ferdy Xie yang begitu dingin, dia seketika merasa kecewa.
Dia memutarkan tubuhnya dan segera kembali kekamar, sambil meneteskan air mata.
Selama bertahun-tahun bersama Ferdy Xie, dia tidak pernah membayangkanakan berjalan hingga seperti ini, mungkin… tetapi pada perkataan itu.
Dengan cinta yang penuh dengan keindahan, jika tidak bisa melewati sebuah kesusahan tentu saja apa itu tujuhh tahun bersama, sepuluh tahun tidak akan membuat semua ini bertahan.
Dia mengambil telepon genggamnya, lalu mengirimin pesan kepada keluarga.
——Ibu, bagaimana kesehatan anda dan ayah? Aku ingin membawa Katie Xie untuk menjengguk kalian.
Pada saat bersamaan.
Lisa yang dikeluarkan oleh perusahaan, dia pergi bermabuk-mabukkan dan kembali kerumah, dengan baju yang tidak rapi bahkan hanya menggunakan satu sepatu tingginya saja.
__ADS_1
Dengan sedikit terhuyung-huyung dia melihat seseorang duduk diruang tamu, dengan raut wajah yang tidak bersahabat juga dengan tatapan yang tajam.