Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 60 Tidak Ada Kata Sepakat


__ADS_3

Eric segera bertukar pandang dengan kakaknya, meminta bantuan kakaknya untuk bisa melewatinya.


Mana tahu, kakak membuang muka, “Kamu jangan lihat saya, kali ini saya tidak bisa bantu, ayah sudah melihat cctv terbaru, kamu sama sekali tidak ke kantor.”


Eric di group juga ada jabatan, yaitu wakil manager.


Tetapi 1 tahun 365 hari, kesempatan untuk melihatnya sangat sedikit.


Dalam group ada kata yang tersebar, jika kamu mau menemui Eric, jangan mencari ke perusahaan.


Harus ke bar atau KTV yang besar, pasti akan menemuinya disana.


Maka sangat banyak model yang ingin menggoda orang kaya, semuanya pun berdandan berlebihan, mencari segala cara untuk mengenal tuan muda kedua Keluarga Xie.


“Itu bukannya karena saya … sibukkan?”


“Sibuk apa? Sibuk menghamburkan uang? Atau untuk membuat keluarga malu?”


“Ayah, yang anda katakana tidak benar, walaupun saya banyak menghambur banyak uang, tetapi saya juga menghasilkannya, perusahaan saya itu juga menghasilkan profit, anda lihat sudah berapa lama anda menyuruh kakak tidak memberikan saya uang, bukankah saya hidup dengan baik?”


“Perusahaanmu itu, tidak buka juga tidak apa-apa, keuntungan tiap tahun tidak bisa menghidupi apa yang kamu hamburkan.” Steve juga kesal karena anaknya tidak berhasil.


“Adik, kamu juga sudah tidak kecil lagi, tekanan saya dan ayah juga semakin berat, perusahaan kita mengeluarkan banyak produk baru, setelah masuk pasar, sangat sibuk, setiap cabang perlu bantuan … kalau mau merekrut orang dari luar, 1 tahun harus lebih dari seratus ribu, mending kamu kembali…”

__ADS_1


“Kakak, saya tidak ahli di bidang itu, kamu saja yang urus, benar.”


“Bagus, kamu sudah berhasil, kalau begitu kamu tunggu mati saja.”


Steve tidak suka perkataan yang diucapkan Eric, mengibaskan tangannya, lalu berdiri dan berjalan pergi.


“Ayah ……” Fenny panik, berpikir ingin membujuk ayah.


“Oklah, saya di rumah, ayah juga tidak bisa makan dengan enak, saya pergi saja, kalian pelan-pelan makan ……”


Eric langsung bangun dan pergi.


“Paman, paman jangan pergi.”


Eric mengusap kepala keponakannya, langsung pergi dengan leluasa.


Membuat acara makan Keluarga Xie kacau.


Setelah keluar dari rumah, dia segera menuju ke Klub Melati.


Di sana mulai mabuk-mabukan dengan segerombolan teman-temannya.


Kebetulan, disana dia bertemu dengan Rony, Rony itu bermain dengan John mereka, maka hubungannya dengan Eric biasa saja.

__ADS_1


Tetapi kalau bertemu, dua orang itu juga masih minum-minum.


“Kamu akhir-akhir ini tidak bermain dengan mereka? Tanya Eric yang bersandar malas di sofa, sambil melihat Rony.


“Jangan ungkit lagi, akhir-akhir ini tuan muda Qin Andi Qin sering dinas, kakak Wang Sony Wang sepertinya gula darahnya naik sering jongging, berhenti minum……, pangeran Jiang saya paling aneh, tiba-tiba menikah, sekarang menjadi suami yang sangat baik, tiap pulang kantor menemani istri … eh? Bukankah istrinya itu diambil dari wedding kamu?”


Rony ini baru tersadar……


Perkataan ini membuat Eric tidak senang, dia membasahi bibirnya, tidak berkata apa-apa.


Rony bisa melihat suasana hati tuan muda ini, lanjut mengodanya, “Juga tidak tahu tampang wanita itu, bisa membuat pangeranku berbalik sifat, kita tidak pernah lihat…… kamu juga, waktu pertama kali kenapa tiba-tiba, kabur? Akhrinya juga tidak lama dengan artis itu kan?”


Eric sangat kesal, berpikir mau memarahi Rony, tetapi tahu sendiri akan kalah, berkata lebih banyak akan jadi bahan tawaan orang, terpaksa diam saja.


Di lain pihak, John keluar untuk bertemu klien, pulang sudah jam 10.


Dia tidak berpikir waktu dia masuk rumah, Lina masih duduk di ruang tamu.


Dalam pelukannya memeluk Edo.


“Begini malam kamu masih belum tidur?” dia ada sedikit terkejut.


Lina melihat dia sekilas, “Saya ada masalah, mau minta tolong kamu.”

__ADS_1


Ternyata, waktu meminta bantuan orang, nada bicara lebih halus sedikit dibandingkan biasa.


__ADS_2