
Selesai berkata, John meminum seteguk teh.
“Saya tidak mau. ”
Lina adalah seorang yang betabiat keras, sebenarnya pernikahan adalah sebuah kesepakatan bisnis, dia tidak mau barang orang lain cuma-cuma.
“Pasti akan jual kepadamu. ” John tertawa.
“Saya tidak ada uang.”
“Kalau begitu saya sewa kepadamu.”
“Tidak bisa sewa.” Lina menolak.
“Kalau begitu terserah kamu aj, toh mobil namamu, tadi juga sudah dikembalikan, di dalam rumah, kamu yang buka …. Kalau kamu ngerasa mengganggu, dirusak saja, tidak masalah, yang penting kamu senang.”
Selesai bicara, John langsung naik ke atas.
“Kamu …”
Lina dibuat sangat marah, lelaki ini benar-benar berandalan, tidak mau mobil juga tidak boleh.
“Nona muda, saya merasa tuan muda benar-benar sangat baik kepadamu, sebenarnya di dalam garasi masih ada mobil sport, tetapi tuan muda membeli lagi audi, karena menyamakan dengan sifatmu, kenapa kita masih mau menolaknya?”
Ini adalah pertama kali Rika membantu John ngomong, jika melihat hal ini, dalam hal ini Lina rada dibuat-buat.
__ADS_1
“Tidak mengerjakan tidak menerima, sudahlah, ntar kasih duit ke dia saja, anggap saya beli.” Lina menghela nafas.
“Nona muda, kenapa saya berasa, Tuan muda tahu hal hari ini, anda pikir, dia tahu anda tabrakan, apa bisa tahu siapa yang menabrak? Tetapi tuan muda tidak bertanya, kalau ganti lelaki lain, pasti nanya apa hubungan anda dengan Eric dulu ada apa?” Ella memikirkan hal ini.
“Mengurus saya untuk apa, kita berdua bukan benar-benar mencintai.”
Lina malah merasa, John juga tidak perlu cemburu, memang sudah bilang, siapapun tidak akan mengurusi siapa?
Lagipun, dia dan Eric tidak ada apa-apa, kalau bukan karena orang itu tidak malu, mau menipu dia, kucingnya menyentuh dia juga tidak?
Kalau tidak ada masalah yang di belakang ini?
Berpikir hal ini, Lina merasa pusing, lelaki itu memusingkan.
Eric di private villa.
Sampai tadi malam masih foto untuk kenang-kenangan, masih di upload.
Karena garukan tangan sendiri juga, tulisan tertulis begitu—— tiba-tiba muncul, kucing memang binantang lucu.
Tidak lama kemudian, hp berbunyi.
Bethany.
“Wah, kakak kedua, wanita liar mana yang membuatmu jadi begini? Lihai benar…”
__ADS_1
“Wanita apa, kamu tidak lihat di momentku, itu kucing, kucing.”
Bethany tertawa terbahak-bahak, “Kucing itu sudah kamu rebus, atau dibuat daging semur.”
“Asal ngomong, apa saya orang yang begitu keji? Kucing itu sangat … sangat lucu.”
“Ohya? Ini sama sekali bukan sifatmu … kalau menurut sifatmu, kalau orang menginjakmu sedikit saja, kamu sudah marah besar, kucing membuatmu begini, kamu bisa tahan? Perkataan ini sampai intinya.
Eric dengan hati yang berbunga-bunga, “Kalau kucing orang lain, ya pasti tidak begitu, tapi kucing Lina berbeda.”
“Parah… Parah… Parah… kucing siapa?” Bethany terkejut.
“Kucingnya Lina.”
“Kakak kedua kamu sudah gila, sekarang karena tidak bisa mendapatkan pemiliknya, kamu menggoda kucing orang? Saya bilangin ya… memperkosa binatang itu adalah perbuatan yang tidak bisa dimaafkan, bisa disambar petir.”
“Kakak kedua kamu sudah gila,
“Bethany, kamu percaya tidak kalau kamu di depanku, pasti bisa kutampar sampai kau terbang?”
Pikiran apa ini? Tidak dapat orangnya, malah mau godain kucingnya?
Apa dia orang yang begitu mesum?
“Hahahaha.” Dari sana terdengar suara tawa Bethany yang alami.
__ADS_1
“Bethany kamu jangan nakal ya, ngomong-ngomong, har ini saya … yang bertemu langsung dengan Lina, hm, gadis itu sangat sesuai dengan hatiku… saya semakin merasa, dia adalah pujaan hatiku. ”
“Kakak kedua, kamu jadi terobsesi ya? 3 kalimat tidak terlepas dari kata Lina, kamu psikiater ya?”