
Hello! Im an artic!
“Kamu tanda tanganilah pemberitahuan sakit berat ini, dengan resmi memberitahu pada anda, boleh mempersiapkan urusan selanjutnya, dia seharusnya tidak bisa bertahan lama lagi, paling lama tiga hari, paling cepat……Mungkin beberapa jam, anda jaga diri.”
Dokter melepaskan tangan Benard Bai, juga tidak menyalahkan dia tidak sopan, sepertinya dokter sudah terbiasa dengan ini.
Hello! Im an artic!
Setelah kepala dokter pergi, suster memberikan surat pemberitahuan sakit berat, Benard Bai melihat kertas itu dan hanya merasa otaknya kosong.
Tidak tahu berapa lama, dia baru teringat dan segera memberitahukan pada keluarga Lika Hua dan orang tuanya sendiri.
Setengah jam kemudian, selain Lisa Hua, seluruh keluarga Hua sudah lengkap, menangis hebat setelah melihat kertas pemberitahuan sakit berat.
Orang tua Benard Bai lebih sedih lagi, menangis tersedu didalam koridor.
Hello! Im an artic!
Setelah Lina meneteskan air mata dalam diam, memutarkan badan dalam koridor dan menelepon Windi Feng .
“Lina, ada apa?”
“Windi Feng , bisakah kamu datang sebentar kerumah sakit, kamu datang dan lihatlah kakak keempatku, lihatlah dia masih bisa bertahan berapa lama?” Lina Hua tidak berani meramal Lika Hua, dia tidak sanggup menerima rasa sedih saat tahu akhirnya, maka dia menyerahkan tugas itu pada Windi Feng , membiarkan Windi Feng meramal Lika Hua masih bisa hidup berapa lama?
__ADS_1
Awalnya Windi Feng belakangan ini sedang mau menyanyi di club, mendengar ini langsung melepaskan urusannya dan berlari ke rumah sakit.
Windi Feng sangat jelas tentang hubungan Lika Hua dan Lina Hua, maka dia tidak berani menunda.
Sepanjang jalan dia mengendarai mobil dengan cepat ke rumah sakit, naik ke atas dengan terengah-engah dan melihat keluarga Hua menangis tersedu-sedu.
Seluruh koridor dipenuhi nafas kesedihan……
“Lina.” Dia memanggil pelan.
Lina Hua segera mendorong kesamping, menarik Windi Feng masuk ke koridor disamping dan menutup pintu.
“Bagaimana keadaan sekarang?” Windi Feng bertanya dengan suara rendah.
“Apakah kalian sudah menemui orang?”
“Masih belum, sekarang masih ditolong dengan pengejut jantung, lihat apa masih ada kemungkinan bisa hidup kembali.”
“Ini juga……Terlalu tiba-tiba, bukahkah kakak keempatmu selalu stabis? Kenapa tiba-tiba……” Windi Feng juga tidak tahu harus bagaimana menenangkan.
Pokoknya sebagai keluarganya, hati Lina Hua pasti sangat sedih.
“Aku mendengar Benard Bai berkata, awalnya baik-baik saja, masih bisa makan, tiba-tiba muntah darah dan tidak bisa lagi, terus berusaha diselamatkan, tapi situasi selalu tidak bagus.”
__ADS_1
“Aduh……Aku sungguh tidak tahu harus berkata apa, kamu pergi mintalah tanggal lahir Lika Hua untukku.”
“Tidak, nanti kamu masuk bersamaku, kamu langsung melihatnya, dengan begini akan lebih tepat.” Lina Hua mengusulkan.
Windi Feng menganggukan kepala, “Boleh juga, ikuti kamu saja.”
Sepuluh menit kemudian, dokter yang menggunakan alat kejut berjalan keluar, “Para keluarga masuk dan lihatlah, maaf sekali, kami sudah berusaha……Masih tidak bisa, kalian berpamitanlah, tapi seharusnya dia tidak bisa menjawab kalian, karena otaknya sudah koma.”
Begitu keluarga Hua mendengar, semuanya langsung masuk kedalam, disekeliling ada suara tangisan pelan, membuat orang sangat sedih.
Lina Hua danWindi Feng masuk paling terakhir, tidak maju kedepan, hanya melihat Lika Hua yang terbaring diatas ranjang dari celah kerumunan orang.
Dia seperti tertidur, hanya saja wajahnya yang awalnya memucat berubah menjadi sedikit kuning, sedikitpun tidak terlihat warna darah.
“Windi Feng ……” Lina Hua menangkapWindi Feng dengan panik.
Windi Feng melihat beberapa kali, lalu melihat Lina Hua sekilas dengan pandangan kacau, “Ayo, bicarakan diluar.”
Lina Hua menganggukan kepala, ikut bersama Windi Feng ke kamar pasien, orang lainnya tidak memperhatikan selain John Jiang, tapi dia juga tahu sepertinya Lina Hua dan Windi Feng membicarakan sedikit urusan pribadi yang tidak ingin diketahui orang lain.
“Bagaimana?” Lina Hua bertanya padanya.
“Kakak keempatmu……Dia……Sudah meninggal.” Jelas-jelas ini satu kalimat, tapi Windi Feng juga mengatakannya dengan menggemertakkan gigi.
__ADS_1
Lina Hua hanya merasa badannya bergoyang, langsung bersandar didinding dibelakangnya, mengambil nafas besar.