
Hello! Im an artic!
Orang dari Keluarga Hua awalnya masih menjenguk beberapa kali, sampai terakhir, hanya nyonya Hua dan Lili yang kadang-kadang menjenguk Lika, orang lain tidak usah ditanyakan lagi.
Ini malah mempermudah Benard setiap hari datang menjaga Lika, Benard kebanyakan malam baru datang, di sini menemani dia melihat matahari terbit baru pergi kerja.
Hello! Im an artic!
Lina juga tidak tenang, setelah potongan jaringan sudah sampai di universitas kedokteran pusat, dari sana paling cepat harus 48 jam untuk mengetahui jawabannya.
Maka sekarang hanya penantian yang panjang……
Setelah Lina menyumbang darah, benar-benar sangat ngantuk, maka tidak ke sekolah dan toko.
Hanya mau tidur dan malas-malasan di rumah, sekali tidur 1 hari 1 malam, di tengahnya hanya makan sedikit, lalu tidur kembali.
Hello! Im an artic!
Sampai siang hari kedua, dia keluar untuk membeli baju, setelah kembali mandi naik ke ranjang, merasa ada yang janggal.
Ranjang besar yang lembut kenapa ada barang aneh?
Ranjang ini dibuat sesuai pesanana, Kasur lebih dari 100 ribu-an, di design sesuai dengan orangnya, ini yang dibilang orang waktu berbaring langsung merasa mengantuk.
Tetapi waktu Lina ingin berbaring, punggungnya langsung tergores sesuatu.
__ADS_1
Dia dengan kaget membuka seprai ranjang, terbengong.
Sangat banyak buah kering?
Waduh, jujube, longan, kacang, teratai?
Ini mau buat bubur?
“Ella, kamu ke sini sebentar.” Lina langsung mengambil hp dan menggunakan voice record untuk mengirimkan pesan.
Ella segera berlari turun, mendorong pintu masuk.
“Kenapa? Nona?”
Biasanya hanya Rika dan Ella yang membersihkan, maka dia merasa, Ella mungkin tahu apa yang terjadi?
“Eh……” Ella juga terkejut.
“Ini barang apa? Bukan seharusnya di dapur? Kenapa ditaruh di bawah ranjang saya, apa ini prank?” Lina tidak terlalu mengerti.
Ella tiba-tiba teringat, memegang kepalanya, “Wah, saya tahu apa yang terjadi, hari ini waktu anda keluar, nyonya datang…… ibu dari tuan muda, mertua anda nyonyaJiang, dia memberikan kita beberapa sayur dan buah-buahan organik, kemudian berkeliling di lantai atas, saya juga tidak memperhatikan. Kan orang sendiri, juga tidak akan kehilangan barang, saya juga tidak melihat, pasti nyonya yang melakukannya.”
Lina lebih bingung, “Mertua saya? Kenapa dia melakukan hal ini?”
“Nona, barang-barang ini sepertinya tidak semudah yang kita pikirkan, anda lihat jujube ini mentah, kacang ada nama lain lahir, longan adalah berharga, teratai adalah anak. Kalau digabungkan adalah cepat melahirkan anak.”
__ADS_1
Lina: ……
“Kebiasaan ini adalah turunan dari jaman dulu, tetapi masih banyak yang mengikutinya, saya pernah melihat di tv.”
“Baiklah, pengetahuan saya sedikit.” Lina tidak bisa berbuat apa-apa.
Dia tidak terpikir ibu John, wanita yang begitu bermartabat, juga berpikiran tradisional seperti ini, cepat melahirkan? Kalau seperti ini pinggang tidak akan keseleo?
“Haha, kalau anda tidak suka akan saya bawa pergi, tetapi maksud nyonya juga baik, nenek menginginkan cucu ini hal biasa.”
Ella menenangkan beberapa kata, buru-buru membereskan seprai Lina.
Lina juga tidak ada maksud tidur lagi, sampai malam, waktu John pulang, Lina juga tidak memberitahukan hal ini, dia tidak ingin mengadu.
Malah Ella lebih cepat, segera memberitahukan semuanya, setelah John mendengarkannya juga terdiam.
“Orang tua ini, keterlaluan, ntar saya bilang ke dia.”
“Sudahlah, ini juga bukan masalah besar, dia tidak ada maksud buruk.” Lina malah merasa jangan memperbesar masalah. John melihat sekilas Lina, menyadari mukanya lebih pucat dari biasanya, segera merasa sedikit sakit hati.
“Akhir-akhir ini demi kakak keempatmu, kamu khawatir, sudah menyumbang darah juga ke rumah sakit terus, kamu harus menjaga dirimu sendiri.”
“Saya tidak apa-apa.”
“Tetapi ada masalah, saya harap kamu punya persiapan hati.” John ragu sebentar, lalu memutuskan untuk memberitahukan kepadanya.
__ADS_1