
” Tidak perlu.”
“Linlin, kita kan sudah berteman, kamu tidak usah sungkan denganku, ok?”
“Saya tidak sungkan, tuan Xie, tolong jangan begitu.”
“Linlin, sebenarnya saya juga ingin memelihara kucing, mau menanyakan hal dan pengalaman memelihara kucing.”
Setelah selesai berbicara, dari sebelah sana Lina menutup telepon.
Di pandangannya, Eric adalah seorang yang tidak ada kerjaan dan sangat kekanak-kanakan.
Dia sangat malas membuang waktu untuk mengubris orang tidak ada kerjaan seperti ini.
Tetap di pandangan Eric, karena di dalam hati Lina kesal, masih memikirkan hal soal lari dari pernikahannya itu.
Makanya sikapnya begitu ke dia.
Setelah ketemu batunya, pas dia menerima telepon dari kakaknya, bilang mau pulang makan.
Maka langsung mengemudikan mobil pulang ke Keluarga Xie.
Setiap seminggu sekali Keluarga Xie mengadakan pertemuan keluarga, ini adalah peraturan Keluarga Xie yang dibuat tuan rumah Steve.
Juga karena takut semua orang merasa asing satu sama lain, maka baru ada peraturan keluarga ini.
__ADS_1
Karena Bethany masih sekolah di Canada, tidak bisa pulang.
Di rumah hanya ada tuan dan nyonya Keluarga Xie, masih ada kakak Eric, Ferdy.
Dan juga istri Ferdy Fenny Feng.
Fenny adalah teman sekolah yang dikenal Ferdy waktu sekolah di luar negeri, pedagang keturunan Chinese, orang tua di luar negeri.
Maka hubungan anggota keluarganya sangat sederhana, juga sangat baik terhadap orang tua Keluarga Xie.
Terhadap keponakan ini, dia sangat sabar.
“Eric sudah pulang.” Fenny tertawa.
“Kakak ipar.” Dia menganggukan kepala menyapa.
“Saya asal sibuk saja.” Dia mengaruk kepalanya.
“Om, kamu sedang berpacaran dengan tante yang cantik itu ya?”
“Hush, jangan asal ngomong, ntar kakekmu kalau dengar akan memukulku.”
“Kamu juga bisa takut ya?” Pas Ferdy baru masuk dari belakang badannya, tangannya membawa laptop.
“Kamu juga, tidak mengajarkan anak yang benar, mengajarkan hal yang sembarangan?” Eric mengeluh, menyalahkan kakaknya.
__ADS_1
Ferdy tertawa, “Itu tidak bisa salahkan saya, kamu sendiri yang masuk infotaiment terus, Katie sering melihat weibo, melihat berita, melihat fotomu, kamu ini…kalau mau low profile, jangan sampai pacaran dengan artis, membuat sedunia tahu.
“Tenang, kali ini bukan artis lagi.” Kata Eric sedikit bangga.
“Sudah ada sasaran?”
Ferdy dan Fenny semuanya menoleh, melihat dia.
“Lain kali akan ngomong detail ke kalian.” Jawabnya dengan misterius.
Lalu sekeluarga mulai makan, karena masalah lari waktu pernikahan Steve, memandang rendah anaknya yang kedua ini.
Waktu makan dua orang ini juga sangat berjauhan.
Katie Xie malah suka dengan om keduanya, selalu menempel padanya, membiarkan dia mengopek udang untuknya.
“Eric, mumpung aku dan ayahmu masih muda, juga cepatlah berkeluarga, punya anak, kita masih bisa bantu kamu mengasuhnya … kamu liat Katie sekarang sudah 5 tahun.” Yang mengatakan ini adalah nyonya Xie.
“Om, saya mau main dengan adik laki-laki.” Katie masih bisa bicara begini, pasti karena neneknya yang mengilhaminya.
Eric mengulurkan tangannya, dengan pelan menyentil kepala keponakannya.
“Waduh, kamu anak kecil, sudah belajar yang jelek ya … masih berani kasih tekanan ke om kedua ya, kamu mau adik laki-laki, suruh ayah ibunya melahirkannya saja.
“Kenapa jadi kita ditarik-tarik? Kamu ya ……” Ferdy tidak berdaya, dari kecil sampai besar, sudah tidak sedikit jadi kambing hitam adiknya ini.
__ADS_1
Eric malah masih tidak melihat, hari ini mana perjamuan keluarga, ini ada perjamuan yang mematikan.
Steve memelototi anaknya, tiba-tiba bertanya, “Kamu akhir-akhir ini pergi ke perusahaan?”