Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 416 Memberontak Dalam Kematian


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Kamu sudah selesai, sekarang giliran saya.” Windi tertawa sebentar, dari tas mengeluarkan sebuah bongkahan benang, warna merah, kecil, melempar di udara.


“Pergi, ikat dia.”


Hello! Im an artic!


Benang merah itu langsung terbang ke Harrison, mengikatnya dengan sangat kuat, dia semakin memberontak, tali semakin kencang, karena tenaga yang dihantarkan tidak cukup, kertas boneka dia jadi kalah, terakhir berubah menjadi kerta biasa jatuh ke tanah, Qing Feng dan tentara kecil juga sudah disimpan Windi, dia dengan pelan mengayunkan tangannya, pintu roh menghilang, di sekitar sudah seperti asal.


“Kamu ini cowo ganteng, tidak terpikir mempelajari ilmu hitam, makanya bisa membunuh begitu banyak cewe muda, jalan, antar kamu ke kantor polisi, dipenjara, membunuh harus membayar. Sampai sana kamu akan tahu, kamu akan mendapatkan hukuman apa, kamu akan rasakan.” Sambil berkata Windi menggerakkan jarinya, dia yang terikat benang merah otomatis mengikuti Windi di belakang, berjalan keluar.


Lina duduk di dalam mobil, melihat Windi berjalan kemari, dia segera turun.


“Semuanya lancar, mari kita sekarang naik mobil antar dia ke kantor polisi, setelah di penjara lalu semua ok.”


Hello! Im an artic!


“Jiwa nya?”

__ADS_1


“Di tasnya, naik ke mobil lalu dikeluarkan juga ok.”


“Baik, ayo jalan.”


Lina menganggukan kepala, ingin membalikkan badan, lalu merasa ada yang aneh.


Dia membalikan wajahnya, melihat muka Harrison membusuk, atau bisa dibilang seluruh oragan berubah, berubah sangat menakutkan.


Muka yang ganteng itu, berubah seperti dibakar, dua sisi malah luka membusuk, mata yang hitam berubah jadi putih, seluruh mata berubah jadi putih.


“Windi, hati-hati.”


Lina berteriak, tapi sudah telat, setelah Harrison berubah, tenaganya jadi sangat kuat merobek benang merah, lalu mencakar punggung Windi.


“Cih, bisa merobek benang merahku, tidak masuk akal? “Windi meraba punggungnya, berdarah.


“Dia bukan orang, Windi, dia boneka, atau bisa dibilang dia mayat Harrison, dia sudah mati, selalu digerakkan oleh orang lain.” Lina mengerti semua ini.


Karena setelah Harrison berubah, sekeliling badannya mengeluarkan bau busuk, benar-benar tidak ada bau manusia hidup lagi.

__ADS_1


“Teknik boneka? Tidak mungkin, begini hebat? ” pas Windi tadi bertarung dengan dia merasa, itu adalah orang yang benar-benar hidup.


“teknik boneka ada banyak macam, sudahlah, sekarang bukan saatnya ngomong ini, kamu cepat masuk mobil, saya yang hadapi.” Lina melihat keadaan tegang, mau menyuruh Windi yang terluka naik ke mobil istirahat.


Sendiri yang bertarung, Windi mana mau, langsung mendorong Lina, “Kamu ke belakangan, sialan, dia mencakar punggungku, aku harus balas, kalau saya tidak memukulmu sampai mati, saya tidak bermarga Feng.”


Setelah Windi dicakar, menjadi sangat marah, mengeluarkan pedang mahoni menyerbu ke sana, bertarung dengan zombie yang berubah.


Lina yang melihat juga sangat cemas, karena ini menggunakan mantra boneka yang sangat tinggi, Windi belum tentu akan menang, masih tidak tahu pihak lawan pake jurus apa? Seharusnya kalau Harrison tidak dapat berbuat apa-apa, kalau tidak terpaksa, juga tidak akan berubah kayak begini.


Dua orang sudah bertarung, siapapun tidak ada yang menang/kalah, Windi mengulurkan tangan mengambil mantra di dalam tas, sayang sebelum mengeluarkannya, dada terasa sakit lagi.


Dia menundukkan kepala, zombie itu memanjangkan lengannya, seperti mau mengambil hatinya, untuk di depan dada Windi ada kaca pelindung, baru bisa melewatkan petaka, sayang karena dicakar ada bekas luka.


Psikopat zombie bisa memendekkan tangannya, dengan secepat kilat, tidak memberikan waktu Windi untuk menggunakan mantra, dia juga semakin merasa kewalahan.


Lihat waktu tepat, zombie itu meloncat di udara, badannya semakin besar, seperti binatang berkaki 4, mau menghantam Windi.


“Windi, cepat bersembunyi.” Lina dengan cemas berteriak.

__ADS_1


Windi menutup mata, mengatupkan tangan mengucapkan mantra, “Windi keturunan keluarga Feng yang ke 85, meminta bantuan roh pelindung untuk membantu saya mengusir roh jahat.”


Setelah 1 detik, seberkas cahaya emas bergerak di belakang badan Windi…… zombie yang melayang itu, dan juga Lina yang melihat di pinggir terkejut.


__ADS_2