Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 38 Lumayan Tampan


__ADS_3

John mengangguk, “Karena perjamuan ulang tahun ibu, kita pastinya akan pulang.”


“Baiklah, sampai ketemu nanti.”


“Baik.”


Linda selalu mengerjakan hal dengan cepat dan serius, John juga tidak berdiam lama setelah mengambil akte tanah itu, dan pergi meninggalkan perusahaan Grup Hua.


Setelah John pergi, saudara kedua dari keluarga Hua, yaitu si Lisa masuk mencari Linda.


“Kamu sudah serahkan tanahnya?”


“Iya.”


“Bodoh, kenapa harus kasih keluarga Jiang?” Lisa merasa transaksi ini sangat tidak menguntungkan.


“Tanah ini kan dulu sudah kita bahas, mau kasih ke keluarga Xie. Dan saudara kita sekarang menikah dengan keluarga Jiang, biaya juga keluarga mereka semua yang keluarkan. Kalau tanah ini tidak kita beri ke mereka, menurutmu layak?” Linda menatap saudara keduanya itu dengan dingin, sebenarnya, hubungan antara Linda dan Lisa juga tidak terlalu bagus.


Bahkan didalam perusahaan saja, cara pikir dan kelakuan mereka juga sangat berbeda.


Linda adalah presiden direktur perusahaan ini, tugas utamanya adalah mengurusi hidangan-hidangan rumahan, keluarga Hua sudah bergerak dalam bidang ini selama 20 tahunan lebih.


Walaupun sekarang bisnisnya sudah tidak sebaik dulu, tapi toko franchise nya sudah tersebar ke seluruh negara.


Lisa bergerak dalam bidang kecantikan, terutama di Rumah Sakit operasi plastik milik perusahaan Grup Hua.

__ADS_1


Karena operasi plastik makin lama makin popular, jadi performa kerjanya juga sedang dalam puncaknya.


Karena itu, dia tidak mau menjadi bawahan orang dan selalu mencari peluang untuk bisa menggantikan kakaknya.


Oleh karena itu mereka berdua sering berdebat di rapat dewan, semua orang pun sudah terbiasa dengan cara berkomunikasi mereka.


“Aku tentunya tahu memang sebaiknya tanah itu kita simpan sendiri, kamu juga tahu pemerintah ingin mengembangkan kota didaerah selatan. Danau Peri adalah daerah pusat terbesar disekitar sana, tidak peduli apa yang kita lakukan, tanah itu akan selalu menjadi penghasil uang.”


“Jadi, kamu pikir keluarga Jiang memberi kita 1 triliun tanpa alasan, menurutmu adik kita itu bernilai 1 triliun?”


“Jadi, kalau nggak?”


“Kak, kamu gak pernah berpikir, kamu kan tahu keluarga Jiang memiliki bisnis apa, mereka itu punya bank swasta, jadi tiap tahunnya untung dari bunga dan pinjaman bank… memang mereka sudah memberi kita uang 1 triliun, tapi bisa dibilang uang ini datang dari pinjaman bank mereka sendiri, kamu sendiri kan bisa tebak, bunga setahun dari 1 triliun itu berapa?”


Lisa berhenti…


“Jadi kalau kamu kasih tanah kita ke mereka, kamu kira mereka tidak mau mengambil bunga dari kita lagi?” kata Lisa tidak terima.


Linda dengan santai menarik lacinya, lalu mengeluarkan seberkas dokumen.


“Kamu lihat sendiri.”


Lisa mengambil dokumen itu, diatasnya tertulis, penyerahan 1 triliun dari keluarga Jiang, tidak perlu imbalan apapun, dan tidak ada pengambilan bunga.


Tanggal yang tertulis, adalah hari ini.

__ADS_1


Berarti, setelah keluarga Jiang melihat keluarga Hua bersedia memberikan mereka tanahnya, baru mereka memberikan surat perjanjian ini.


Kalau tidak, keluarga Jiang bisa dengan gampangnya membuat surat perjanjian biasa, dan mengambil bunga dari mereka.


Lisa sudah salah, dan tidak mengatakan apapun lagi.


Lagipula semuanya adalah pebisnis, tidak ada yang bodoh, apalagi mereka sekarang adalah keluarga elit nomor satu.


Spring Mansion.


Setelah seharian didalam pusat perbelanjaan barang antik, Lina tidak mendapatkan apa-apa, lalu sore dia pulang dan makan, kemudian duduk di balkon dan melukis.


Angin di bulan juli terasa begitu nyaman.


Lina duduk di balkon atas, meminum kopi, mengeluarkan kuas dan mulai melukis pemandangan yang ada didepannya.


Tiap kali sampai di waktu ini, terasa begitu damai dan sunyi.


Mungkin dia terlalu masuk didalam momen itu, sampai-sampai dia tak sadar ada orang yang datang dari belakangnya.


Hanya setelah ada tangan yang putih mengambil kuas dan melukis beberapa angsa di kanvas yang ada didepannya, baru dia sadar.


Dia berbalik dan mendapati wajah John yang sangat dekat darinya.


Pertama kali sedekat ini dengannya, apalagi dengan suasana matahari terbenam sekarang ini.

__ADS_1


Dia tiba-tiba merasa John lumayan tampan, untuk sesaat, Lina sedikit tertegun.


__ADS_2