
Hello! Im an artic!
Benard tiba-tiba melamar dengan mengeluarkan cincin berlian, membuat Lika sangat terkejut.
Kejadian ini sangat cepat, membuat dia tidak bisa bereaksi……
Hello! Im an artic!
Benard langsung mengangkat tangan Lika, memasangkan cincin di jari tengahnya, tangan Lika sangat bagus, maka sangat cocok memakai cincin.
Lika masih dalam keadaan bingung belum sadar, Benard memegang tangannya, dengan tertawa, “Sebenarnya malu mengatakannya, gaji saya ada batas tidak bisa membeli cincin berlian yang berkarat, hanya bisa membeli cincin berlian pecahan seperti ini,. Tetapi yang saya dengar cincin berlian pecahan juga tidak bernilai, ini hanya perjanjian cinta kita orang miskin, harap kamu…… jangan tidak suka ya.”
“Benard, apa maksudmu?”
Setelah menarik nafas dalam-dalam, sepertinya Lika masih mendengar degup jantung yang cepat, dari dalam dada.
Hello! Im an artic!
Dia memang sangat gugup, dia sudah bermimpi berapa kali saat ini.
Malah setelah putus pun, dia masih memimpikannya, bermimpi dua orang di kapel eropa melangsungkan pernikahan.
Tetapi setelah bangun, malah merasa lebih hampa dan sakit.
__ADS_1
Bagaimana pun tidak terpikirkan, ada 1 hari ini bisa menunggu Benard melamarnya.
Benard adalah orang jujur, sangat bodoh, tidak bisa berkata manis, maka dulu Lika menggodanya, setiap kali menanyakannya kapan akan melamarnya.
Dia dengan muka merah mengatakan tidak bisa melamar, mungkin akan langsung ke catatan sipil, mengabaikan prosedur ini.
Tetapi sekarang, cincin berlian sudah ada, lamaran juga sudah ada……
“Lamaran, sudah benar, apakah saya perlu berlutut, baru lebih tulus?”
Selesai berkata, Benard melepas tangan Lika, mau melakukan sesuai aturan.
Ternyata dihentikan Lika, “Jangan, kamu tidak usah berlutut, lelaki sejati hanya berlutut kepada langit dan orang tua, kita tidak usah belajar orang barat.”
Benard tahu Lika adalah wanita tradisional, di mana pun tidak lupa semangat cinta negara.
“Kalau begitu kamu sudah setuju?” Benard melihat dia belum memberikan jawabannya.
“Benard, kenapa kamu tiba-tiba melamar, apa karena saya mendapat penyakit parah?
Lika sangat pintar, dia tidak percaya Benard bisa tiba-tiba berubah pikiran, melihat lamaran Benard yang begini antusias, Lika tidak meragukan cintanya.
Tetapi…… waktunya tidak tepat, tiba-tiba dia teringat, apa karena penyakit sendiri, ada kejadian lain?
__ADS_1
“Tidak, kamu jangan sembarangan pikir.”
Memang orang jujur, Lika sekali Tanya, dia langsung gugup, Lina menjelaskan ke dia, Lika tidak tahu keadaan dia sendiri.
Walaupun tidak yakin kanker atau tidak, tetapi kalau sudah ngomong, mungkin akan menambah berat beban hatinya.
Lika tersenyum pahit, “Kamu, benar-benar tidak bisa berbohong, ok, tidak perlu bohong, kasih tahu saya, saya bisa menerima, hasil paling jelek ya paling mati, masih ada apa yang tidak bisa diterima?”
Melihat muka Lika begini tenang saat berkata, hatiBenard lebih sakit.
“Lika, kamu jangan begini, bukan yang seperti kamu pikirkan, saya tidak bohong.”
“Kamu tidak ngomong, saya tanya adik kelima, saya harus tahu kebenaran.” Lika sangat ingin tahu.
Terakhir Benard terpaksa jujur, memberitahukan keadaan Lika sekarang.
Setelah mendengarkannya Lika juga tenang, “Ternyata masih tidak pasti, heh, mungkin bukan, kalau bukan kanker, hanya tes biasa, kamu sekarang lamar tidak takut ntar menyesal?”
“Tidak akan, saya sudah pikir matang-matang.” Benard serius melihatnya.
Lika menundukkan kepala, melihat cincin dijarinya, matanya sedikit kabur.
Dia berkata lagi, “Kalau saya bukan kanker paru-paru, seharusnya tidak lama lagi, kalau kamu melamar saya akan jadi nikah kedua, lelaki yang menikah kedua kali tidak berharga, kamu kenapa berpikir tidak terbuka begini?”
__ADS_1