
Hello! Im an artic!
Ferdy mendengar adiknya berkata begini, juga merasa agak tidak beres.
“Baiklah, nanti aku akan menghubungi kepala pelayan dan bodyguard di sana, bertanya pada mereka.”
Hello! Im an artic!
Dengan begini, kakak beradik mulai mencari keberadaan Bethany.
Terus mencari sampai sudah mau pagi, baru ada balasan, bilang kalau Bethany setengah bulan yang lalu menyerah untuk mengikuti ulangan, pergi ke Nepal liburan bersama teman wanita sekelasnya.
Kemudian di kantor imigrasi mendapatkan informasi catatan imigrasi Bethany, mengatakan kalau dia benar pergi ke Nepal.
Tapi Nepal adalah negara yang terbelakang, sering putus air dan putud listrik, sinyal sering gangguan, sering gempa kecil, pokoknya, Bethany masih belum bisa dihubungi.
Hello! Im an artic!
Setelah Steve mendengarnya kesal, dan marah sekali, tapi hatinya masih melembut dan mengutus orang mencari ke Nepal.
Eric juga merasa tidak tenang, karena adik perempuannya kali ini menyerah tidak ikut ulangan dan pergi, kayaknya ada sesatu dalam hatinya.
Jika tidak dengan sifatnya yang optimis, tidak mungkin menyerah pada ulangannya dan kabur.
Cabang pengembangan kota J
__ADS_1
Benard baru berencana siang akan makan di kantin, sudah melihat Lika yang tidak tahu sejak kapan sudah berdiri di depan pintu.
Dia memakai sweater bercorak bunga warna hijau muda, di bawah rok pendek dengan warna yang sama, di tangan memegang sebuah tas polos, dandan sangat berpendidikan.
“Makan siang bersama.”
Melihat Benard, Lika berinisiatif mengatakannya.
“Baik.”
Selanjutnya Lika dan Benard sampai di sebuah restoran yang dekat kantor polisi, dua orang memesan satu makanan daging satu makanan vegetarian satu kuah, sangat sederhana.
Benard diam-diam melihat Lika sebentar, melihatnya menundukkan kepala sambil makan, tidak mengatakan apapun, diri sendiri juga tidak enak mengatakan apa-apa.
Setelah keheningan selama satu dua menit, Lika baru mengangkat kepala meihat Benard.
Benard tertegun, lalu tersenyum dengan canggung, “Oh, benarkah? baguslah kalau begitu.”
“Eng, guru bermarga Chai, pendidikannya sangat tinggi, orangnya juga lumayan baik, yang terpenting dia punya keberanian, sudah aku tolak beberapa kali, dia juga tidak mundur, tapi terus bersikap baik padaku, menunjukan rasa baik padaku, dalam hal ini, lebih baik dibandingkan dengan seseorang yang suka melarikan diri, menurut kamu?”
Dalam kata-kata Lika mengandung arti lain, tentu saja menunjukkan sesuatu, Benard juga tahu apa maksudnya.
Benard menundukkan kepala, makan beberapa suap nasi.
“Jika begitu terampil, kamu bisa mempertimbangkannya.” suara Benard tidak keras, tapi kedua orang bisa mendengarnya dengan jelas.
__ADS_1
Begitu mendengarnya berkata begitu Lika, seketika langsung meledak.
Langsung memukulkan sumpit dan menaruhnya di meja, melotot pada Benard.
“Benard, sungguh tidak aku sangka kamu seorang polisi, ternyata begitu tidak berguna?”
Benard terdiam tanpa berbicara…..
“Terhadap cinta apakah tidak bisa lebih berani sedikit? hari ini aku datang, juujur saja, aku ingin bertanya pada pendapatmu, jika kamu masih ingin kita melanjutkannya, maka aku rela putus hubungan dengan keluargaku, akuu juga…..”
Lika semalaman tidak tidur dengan baik, berpikir lama di asrama.
Mungkin karena melihat satu kalimat dan jadi terinspirasi, penggalan kalimat itu tertulis begini–kehidupan orang sebenarnya sangatlah pendek, tidak peduli keluarga teman atau kekasih, harus baik-baik menghargainya dan memperlakukannya dengan baik, bagaimanpun kehidupan yang akan datang tidak akan betemu lagi.
Saat itu Lika hua melihat kata-kata ini sangat sedih, merasa jika terus banyak alasan, menghabiskan waktu maka sangat tidak berarti.
Sejak Benard diam-diam menaruh uang dalam tas sendiri, sudah bisa dilihat, dia terhadap dirinya masih ada perasaan.
Jadi Lika ingin mencarinya untuk berbicara dengan jelas, jangan terlalu berkecil hati lagi, paling nanti tidak usah kembali ke keluarga Hua lagi, walau bertengkar hebat dengan orang tua, juga demi cinta akan memberanikan diri sekali.
“Lika, kita berdua…sudah berlalu, sudah seharusnya kamu melepaskannya…..”
Lika: …….
“Jika ada orang yang mengejarmu, kamu juga menyukainya, kalau begitu mulai pacaran saja….aku mendoakanmu.” selesai bicara, Benard berdiri, mengeluarkan 200yuan dan menaruhnya di meja, membalikkan badan pergi.
__ADS_1
Seketika suasana hati Lika langsung terjatuh ke dasar lembah, dia membalikkan kepala berteriak kepada Benard, “Benard, kamu pria yang lain di mulut lain di hati, aku memandang rendah dirimu.”