
Hello! Im an artic!
Jangan membahasWindi Feng lagi, sampai dua belas prajurit neraka juga berpikir begini, mereka sangat jarang menggunakan trik ini.
Pertama sangat mengahabiskan energi, kedua ini membuat kerepotan besar, sama sekali tidak perlu untuk menghadapi jiwa biasa.
Hello! Im an artic!
Sepuluh tahun belakangan ini, mereka hanya menggunakan sekali, yaitu saat delapan tahun lalu saat pergi ke Dunia Xuan menjemput sebuah nyawa siluman.
Walau badan siluman itu sudah mati, tapi jiwanya sangat hebat dan berperang dengan mereka dua belas orang selama sehari semalam.
Kemudian melihat tidak bisa lagi, baru menggunakan cara hebat dan menangkap pergi jiwa siluman buas itu.
Belakangan sungguh tidak menyangka akan menggunakannya delapan tahun kemudian, dan rupanya untuk menghadapi orang biasa.
Hello! Im an artic!
Dan masih seorang nona kecil berusia dua puluh lebih, tapi prajurit neraka sudah tidak perduli begitu banyak lagi, mereka ada tanggung jawab, mereka bekerja demi tuan sendiri.
Maka juga tidak tahu siapa orang baik dan siapa orang jahat, atau siapa yang menganggu siapa?
Lina Hua melihat ratusan badan itu, mengelilingi dirinya dengan rapat, wajahnya masih tidak terkejut.
“Nona kecil, masih bertarungkah? Sekarang kalau kamu menyerah, kami akan memberikan kesempatan terakhir untukmu.”
“Benar, nona kecil, kalau kami kali ini menggunakan jurus besar, kamu akan menjadi jiwa mati dan hanya bisa pergi bersama ke kediaman kami.”
__ADS_1
“Terima kasih atas kesempatanmu, tapi aku tidak ingin menyerah, aku tidak akan menyerah segampang itu, akhirnya masih belum keluar.”
Lina Hua yang keras kepala itu tidak disangka oleh dua belas prajurit neraka, mereka sungguh sedikit kasihan pada nona di depan matanya, tapi tidak ada cara, mereka harus turun tangan.
“Dengarkan perintahku, maju.”
Pemimpin itu memerintah, badan yang rapat dan banyak seperti barisan gunung dan laut itu berdatangan, merasa seperti mau menginjak Lina Hua sampai rata.
Saat itu, Lina Hua melihat kesempatan yang tepat, dan melemparkan pita satin sembilan warna ke udara.
“Barat laut posisi kering, tenggara meninggalkan posisi, timur laut empat sudut pintu Du, timur lokasi dua pintu, selatan sebelas sudut bumi, barat tempat pintu Tu, pergi.”
Jari Lina Hua menunjuk ke atas langit, menulis sebuah huruf pergi.
Pita satin sembilan warna itu langsung putus menjadi enam buah pita satin kecil, dan pergi kearah yang disebut barusan.
Terdengar suara guncangan, tempat yang diserang Lina Hua, langsung menghilangkan sebagian besar pembagian badan, hanya tersisa enam badan prajurit neraka.
“Sial, ini sudah merusak pembagian badan? Kenapa dia bisa menemukan posisi badan asli yang bersembunyi dalam waktu yang singkat, habislah, habislah.”
Windi Feng sama sekali tidak berani melihat, kemudian tidak tahan membuka mata melihat pemandangan yang hebat ini, sama sekali lupa dirinya dan Lina Hua menjadi pihak yang unggul.
Hampir menjadi pendekar hebat yang banyak jurus, Windi Feng sambil menilai, sambil darahnya mendidih.
“Kak, dia merusak pembagian badan adik kedelapan mereka, maka kita……”
“Kita cepat maju, jangan berikan kesempatan dia meneriakkan posisi.”
__ADS_1
Mata melihat para saudara menderita, pemimpin ini juga bereaksi cepat, langsung menyerang selagi Lina Hua masih belum meneriakkan posisi keenam orang yang tersisa.
Lina Hua tidak sempat memberi titik posisi, sampai pita satin ditangannya masih belum sempat pulang.
Mmenghadapi serangan enam orang dengan tangan kosong.
Windi Feng sudah pengalaman, maka tidak khawatir seperti tadi lagi.
Dia sepertinya menerka, Lina Hua selalu selamat dari bahaya disaat yang penting.
Maka bersandar di dagu, dan duduk melihat pertunjukan.
Hanya melihat disaat penting, Lina duduk diatas lapangan rumput.
Memejamkan mata satu detik dan saat kembali membuka mata, matanya sudah menjadi seperti lautan dalam.
Dan sampai, bukan hanya mata menjadi biru, didalam matanya masih mengeluarkan cahaya biru yang menusuk mata.
Dia membuka sepasang tangan pelan, dari kedua telapak tangan langsung menyala dua buah api setinggi orang, api itu membara hebat, dan memancarkan cahaya biru didalam kegelapan.
Saat keenam prajurit neraka menyerang, sinar biru menyerang kesana dengan keras, membuat mereka tidak sempat menghindar.
Api yang besar ini menempel di badan dan terdengar erangan kesakitan.
Hanya pemimpin prajurit neraka yang memegang badannya dengan sakit, dan memandang nona kecil.
“Api Sembilan Hari? Mata lautan jiwa……Kamu……Kamu sebenarnya makhluk dewa apa?” Saat ini, dia baru menyadari kesalahan dirinya dulu karena nona ini bukanlah orang biasa.
__ADS_1