Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 289 Semua Orang Tahu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


John tersenyum, “Sepertinya bukan, tetapi ini sudah mau tahun baru, sangat banyak orang dari luar Kota J bekerja di sini, ada yang tidak senang ingin pulang tahun baru, tak terhindar berbuat yang tidak baik, akan lebih banyak copet dan pencuri, lebih baik berhati-hati.”


Lina juga tidak melanjutkan perkataannya, hanya menundukkan kepala, mengelus punggung edo.


Hello! Im an artic!


“Linlin, kamu hari ini pulang sudah diskusi dengan orang rumah, gimana selanjutnya?”


Lina tahu, maksud John adalah masalah penyakit Lika.


“Mereka tidak ada yang perhatian, kecuali kakak ketiga dan ibuku, yang lain…… sama sekali tidak peduli.” Memikirkan sikap mereka hari ini, Lina merasa sedih.


John pelan-pelan menghela nafas, juga tidak tahu mau giman menghiburnya.


Hello! Im an artic!


“Tapi saya Benard dan juga kakak keempat sudah berdiskusi, mereka tidak mau operasi.”


“Menyerah? Bukan kah kalau operasi di awal adalah waktu yang paling bagus?”


“Iya, cuman ada kemungkinan setelah operasi sel kanker akan menyebar dengan cepat…… malah kebalikan.”


“Tapi kesempatan operasi lebih besar.” John masih merasa tidak operasi, malah salah.


Apalagi Lika baru berumur 20 tahunan, bisa pulih lebih cepat.

__ADS_1


“Saya juga sangat ragu, tetapi terakhir harus mendengar kakak keempat saya.”


“Benar juga, tapi akhir-akhir ini kamu harus istirahat…… muka kamu pucat. ”


John mengulurkan tangannya dengan otomatis, langsung mengelus kepala Lina, gerakan itu penuh rasa manja.


Muka Lina pelan-pelan jadi merah, terus menundukkan kepala mengelus edo.


“Linlin, kakak keempatmu kalau butuh apa, ingat telpon saya, relasi saya lumayan banyak. ”


“Baik.”


“Kalau uang tidak cukup……”


“Uang saya ada, tapi kakak keempat saya tidak kasih, dia ada dividen di perusahaan, jadi ada tabungan. ” Lina menjelaskan.


“Baik.”


Ada penghiburan dan bekingan John, Lina merasa lebih tenang, di masalah Lika ini, John juga sangat peduli.


Professor kedokteran di universitas kota John yang menghubungi, ini bukan bisa diselesaikan dengan uang.


Kamar VIP di rumah sakit


Masalah Benard, orang Keluarga Hua pun sudah tahu pelan-pelan, karena penyakit Lika, orang tua Keluarga Hua tidak lagi menentang.


Yang jelas juga anak tidak tahu hidup sampai kapan, kenapa mau ikut campur?

__ADS_1


Tetapi sikap orang Keluarga Hua ke Benard, masih tetap dingin.


Selain Lili dan Lina, orang lain tetap memandangnya polisi kecil dari keluarga biasa, tapi Benard sudah tidak peduli, demi Lika, tidak memperdulikan masalah ini.


“Lika, kamu coba ini, yang isinya merah hijau begini, sekarang sudah susah dibeli. ”


Benard memberikan mangkok, menyuapi Lika makan onde.


“Saya dari kecil makan, waktu kakek masih hidup, dia sangat suka, setiap kali makan, saya pun dapat.” Lika tersenyum bahagia.


Kemudian membuka mulut untuk makan, melihat Benard sangat puas.


Waktu ini, pintu terbuka, Lisa sudah datang.


Bersama dengan Linda datang bersama, tangan Linda memegang sekuntum bunga lily, Lisa apapun tidak bawa.


“Kakak terbesar, kakak kedua.” Lika menyapa dengan datar, Benard juga bangun, menaruh onde disamping.


“Dengar-dengar kalian mau menikah?” Lisa langsung melihat Lika dan Benard.


“iya.” Perkataan ini dijawab Benard, nadanya sangat yakin.


Lisa tertawa dingin melihat sekilas Benard, ” kamu lelaki yang banyak akal, saat ini melamar, benar berani taruhan juga. ”


“Apa maksud perkataanmu? ” Benard ada sedikit terkejut.


“Apa maksudnya, jangan berpura-pura, kamu banyak akal, ini adalah sima mencari hati semua orang tahu, bukankah berpikir kalau adik keempat saya mati, kamu bisa menggunakan status suami mendapatkan hartanya? Ngomong apapun hanya demi uang? Kalau tidak kamu masih mau jadi pembantu adik keempat saya? ” Lisa menjawab, selalu dengan kasar.

__ADS_1


Tidak menunggu Benard menjawab, Lika langsung marah, memecahkan mangkuk onde di lantai…… terdengar suara kencang.


__ADS_2