Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 533 Demam tinggi yang tak kunjung reda


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Bagaimana bisa Lina Hua terfikirkan, tidak disangka-sangka yang diberikan Eric Xie untuknya adalah sisir dengan kayu terbaik dari dinasti Liang utara, dan tentunya sudah ada sejak dahulu kala, ia pernah menggunakan identitas SS menandatanganinya di sebuah acara penghargaan.


Pada saat itu merasa barang ini lumayan aneh, karena Dinasti Liang utara adalah dinasti yang cukup misterius dan penuh warna di masa dinasti Wang.


Hello! Im an artic!


Di dalam Novel rakyat dinasti Liang utara semuanya bisa sulap, bisa menyembunyikan negara dan kerajaanya dalam satu malam, maka dari itu mereka dapat membuat semua orang tidak menemukan keberadaan mereka.


“Dari mana kamu mendapatkan barang ini?” Lina Hua gemetaran.


“Kenapa?” Eric Xie sangat jarang melihat Lina Hua tampak begitu gugup dan panik juga merasa sangat ingin tahu dan penasaran.


“Kamu katakan dulu darimana asal mula benda ini?”


Hello! Im an artic!


“Aku membelinya di pasar.”


“Pasar mana?”


“Di jalan Nanyang itu, di pasar jual beli barang antik, ayahku dan bosnya adalah teman baik, kami sering datang kesana. Minggu lalu ia berkata ada satu barang bagus datang, menyuruhku untuk datang dan melihat-lihat, begitu aku pergi kesana dan melihatnya, benar-benar ada jodoh dengan barang ini, lalu akupun membelinya.”


“Berapa harganya?”

__ADS_1


“Tidak seberapa mahal.” Eric Xie agak rendah hati.


“Tidak mungkin, harga barang seperti ini aku sangat tahu, kamu jujur saja.” Muka Lina Hua menjadi sangat tegas


Membuat hati Eric Xie menjadi sedikit tidak nyaman, ia juga tidak berani berbohong, hanya bisa mengatakan yang sebenarnya.


“Hanya satu juta lebih.”


Rika dan Ella dibelakang juga terkaget hingga seperti orang bodoh, hanya…..satu juta lebih? Ya Tuhan, tuan Eric ini sebegitu kaya ya, semua uang ini diterbangkan angin kah datangnya?


“Kamu kembalikan barang ini, aku tidak mau, kamu juga tidak boleh memilikinya, harus dikembalikan.”


“Mengapa?”


“Tidak apa-apa, kamu harus mendengarkanku, tidak usah berdiskusi lagi.” Lina Hua mulai keras.


“Kamu pikirkan saja caranya sendiri, pokoknya, kamu tidak boleh menyimpannya.”


“kenapa, Lina Hua, kamu kasih tau aku apa alasannya, karena aku sudah ditipu kah? Terlalu mahal?” Eric Xie bertanya.


“Tidak, barang ini….tidak bagus, tidak bagus jika disimpan.”


Lina Hua tidak berkata banyak, pokoknya Eric Xie tidak paham dengan pemikiran Lina Hua.


“Benar kah?”

__ADS_1


“Tuan Xie, jangan meragukan perkataan nona kami, dia selamanya tidak pernah bisa bercanda dengan hal seperti ini, kamu dengarkan saja dia.” Rika dan Ella ikut menegurnya.


“Baiklah…. kalau begitu, hah, awalnya aku ingin memberikannya untukmu, kamu pasti sangat senang.”


Eric Xie merasa sedikit kecewa dan sedih, tidak disangka-sangka Lina Hua benar-benar tidak menerimanya, bahkan tidak mengizinkannya menyimpannya, bersikeras agar mengembalikannya.


Masih bagus Eric Xie kenal dengan bos nya, kalau tidak, lebih dari satu juta, mana bisa bilang di kembalikan langsung bisa dikembalikan?


Ketika Eric Xie mengembalikannya malam itu, terjadi dua hal.


Yang pertama, tempat penjual barang antik kebakaran, karena bos dan istrinya ada di dalamnya, maka tidak dapat terselamatkan, yang satu meninggal dan yang satu terluka.


Demi menolong istrinya, bos penjual barang antik itu terjun langsung ke lautan api, meskipun istrinya dapat terselamatkan, namun terluka bakar parah, sedang dalam penyelamatan di rumah sakit.


Yang kedua, Lina Hua malam itu demam tinggi, penyebab ia demam tidak jelas, ia demam hingga 40 derajat selsius, awalnya Rika dan Ella tidak menyadarinya, mengira Lina Hua karena kelelahan seharian ia terlalu capek dan sibuk hingga seperti ini.


Hingga malam harinya John Jiang kembali, melihat muka Lina Hua memerah maka ia memegang keningnya dan menyadari keningnya sangat panas hingga ia sangat kaget.


Kemudian ia mencoba mengecek suhu tubuhnya, sudah mendekati 41 derajat, pada saat itu juga John Jiang kebingungan, memeluknya segera dan pergi membawanya ke rumah sakit.


Yang sangat menakutkan adalah, rumah sakit sudah memerinya obat penurun panas, sudah menyuntik penurun panas, namun masih juga tidak ada hasilnya.


Panas tinggi Lina Hua tidak segera menurun, selain itu mukanya semakin lama semakin pucat, karena panasnya yang terlalu tinggi ia sampai berbicara yang tidak-tidak.


“Aku tidak akan pulang, aku tidak pulang, kalian lepaskan aku…aku bukan mainan kalian, kalian pergilah.”

__ADS_1


Mulut Lina Hua terus menerus mengucapkan kalimat ini, John Jiang memeluknya, seluruh tubuhnya merasa sangat putus asa.


__ADS_2