
Hello! Im an artic!
John menggaruk kepala, terlihat ekspresi canggung di wajahnya.
“Mana mungkin aku cemburu. Aku hanya kesal Edo diam-diam meninggalkan kita dan pergi ke rumahnya.”
Hello! Im an artic!
“Walaupun Edo hanya seekor kucing, dia bukan kucing yang bodoh. Aku rasa dia pergi ke rumah Eric dengan suatu tujuan.”
“Tujuan apa? Apakah mungkin karena Eric memberinya makanan yang enak?”
“Tak mungkin, Edo tak kekurangan makanan. Aku rasa ada alasan lainnya. Coba aku cek sebentar, mohon tenang tuan John.” Lina merasa ingin tertawa melihat sikap John.
Acara berlangsung hingga pukul 11.30 malam. Semua orang terlihat enggan untuk pulang.
Hello! Im an artic!
Hari ini Lili amat beruntung. Ia menyapu habis lawannya, dan telah menang lebih dari 200,000.
John dengan iseng berkata, “Andy, kamu antar Lili pulang gih. Sudah larut malam, dia tak aman kalau pulang sendirian.”
“Baiklah, aku akan mengantar gadis cantik ini pulang. Bukankah menyenangkan kalau ada percikan diantara kami?”
Andy bermaksud memberitahu semua orang, tapi sayangnya, tak ada yang memperhatikannya.
__ADS_1
Rony tak mengerti, jadi ia hanya ikut-ikutan bicara, “Boleh, aku rasa kau dan kak Lili amat cocok. Kalau kalian berdua menjadi pasangan, aku akan merasa amat senang.”
“Jangan bercanda, mana cocok aku dengan Andy. Aku yang seperti celurut ini…… hanya bisa menikmati masa tuaku sendirian.”
Ia mengatakannya sambil menatap Sony. Ia masih tak berkomentar, masih berpura-pura bodoh.
Ujungnya, Andy tak berhenti dan tertawa jahat, “Oh, aku tiba-tiba teringat aku masih ingin ke toko minuman keras, tak bisa mengantar gadis cantik ini pulang. Sony, bukankah rumahmu searah dengannya? Kau ingin mengantar Lili pulang tidak?”
“Tak masalah.” Sony berpura-pura tetap tenang. John dan Andy malah tertawa.
Lili menyembunyikan perasaan senangnya, sambil sok menjawab, “Tak masalah, Sony pandai menyetir. Aku tak akan mabuk darat.”
“Sepertinya kau sudah pernah diantarnya berkali-kali.” Andy menggodanya.
Lili seketika sadar, ia tak bisa menjelaskannya lalu segera menimpali, “Rasanya sebelumnya aku pernah diantar sekali? Sudah selesai? Masih ingin kalah lebih dari 200,000? Masih ingin macam-macam denganku?”
Lili melihat Lina, lalu menarik adik kelima dari pertengkaran itu.
“Kakak ketiga, cepat naik mobil. Udara diluar amat dingin, jangan sampai terkena demam.” Lina tak banyak bicara, ia hanya tersenyum.
Sebenarnya dia sadar ada sesuatu diantara Lili dan Sony, tapi harus bagaimana mengatakannya?
Walaupun mereka berpura-pura tidak mengenal satu sama lain, ada semacam perasaan, semakin menutupinya semakin terlihat rasa bersalahnya, bukan?
Kemudian, Lili naik ke mobil Sony seperti yang diinginkannya, Andy, Rony dan lainnya juga pergi.
__ADS_1
Rony suka mencari masalah. Sebelum pergi, ia mengelus kepala Ella. Ella langsung menendang pantatnya, lalu mengambil sapu dan mencoba mengejarnya.
Lina merasa ngantuk. Setelah mandi, ia lalu berbaring di ranjang sambil memeluk John. Perlahan ia tertidur.
Saat ini, di dalam sebuah apartemen mewah.
Queenie merasa amat gembira. Menstruasinya sudah telat selama empat hari. Sebelumnya hal ini tak pernah terjadi. Jadi dia segera turun ke toko obat dan membeli testpack. Setelah di tes, hasilnya keluar dua garis merah.
Apakah ini tandanya ia hamil?
Walaupun Peter sudah berumur lebih dari 50 tahun, tapi karena ia rajin merawat tubuhnya, mereka berdua sering bercinta.
Queenie dengan semangat mengirim pesan Wechat.
Queenie: Sayang, kamu sudah tidur?
Peter: Ada apa?
Queenie: Aku punya suatu berita untukmu, tak tahu jika itu berita baik atau buruk.
Peter: Katakanlah.
Sebenarnya, dia ekstra berhati-hati saat dia di rumah. Untungnya, istrinya sudah tertidur. Peter menonton serial televisi sambil mematikan suaranya, jadi ia tak ketahuan.
Queenie: Sayang, aku hamil. Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah.
__ADS_1
Setelah membaca pesan Wechat itu, kepala Peter menjadi bising.