
Hello! Im an artic!
Kemudian Katie Xie memutarkan matanya itu, “Paman kedua, jika tidak memiliki kemampuan perbanyaklah belajar.”
Eric Xie : …
Hello! Im an artic!
“Baiklah jika begitu katakan pendapatmu, kamu terlihat seperti mengerti tentang ini.” Eric Xie meletakkan tangannya, berkata kepada keponakkannya ini.
Katie Xie mendekati pamannya lalu berkata dengan pelan, “Aku merasa percintaan itu… seperti bunga yang berharap untuk bertumbuh, berharapnya ada sesuatu yang menghinggapnya, singa yang menginginkan seekor kelinci, seperti phoenix yang mencari pohonnya, mungkin seperti musim semi yang membutuhkan pohon pillow, seperti dumpling yang membutuhkan cuka, seperti keluarga yang memiliki kekayaan, apalagi lampu diperahu dan kapalnya ini tidak akan terpisah. Tetapi pembicaraanku ini terlalu dalam, aku merasa jika dikatakan lebih dalam lagi seperti dua jiwa yang saling bersama.”
Eric Xie yang mendengar ini seketika wajahnya penuh dengan keterkejutan.
“Kenapa?”
Hello! Im an artic!
“Dimana kamu melihat semua ini?”
“Pertanyaan ini ditanyakan seperti paman hanya berpendidikan selama 9 tahun saja.”
“Maksudmu…?” Eric Xie sedikit tidak berani membayangkan.
__ADS_1
“Paman kedua tidak seperti itu, ini adalah pemikiranku sendiri, berbohong kepadamu jika aku ini seorang bajingan kecil.” Katie Xie berkata dengan gayanya.
“Astaga keponakkanku ini, tidak disangka… diumurmu yang kecil ini, kamu bisa dengan sangat dalam memahami ini? Perkataan ini jika diringkas, maka kamu seperti melewati permasalahan yang sulit, ini adalah karya dari seorang anak kecil, adakah yang percaya tentang ini?”
“Kamu tidak perlu meringkasnya, apakah tidak pernah mencoba daging babi jadi tidak pernah melihat babi berlari? Dari kecil aku melihat percintaan ayah dan ibuku, lalu melihat dirimu yang selalu mengganti wanita… melihat bibi yang begitu menyukai paman Graham, walaupun aku bodoh, tetapi aku dapat meluruskannya.”
“Haha, Katie Xie kamu pasti tumbuh menjadi dewi cinta.”
“Tidak perlu, kamu saja yang menjadi dewa cinta, aku harus mengurusi bisnis dimasa depan.”
“Dasar otakmu yang kecil ini, terlihat sangat mirip dengan kakek, rubah tua dan rubah muda.” Eric Xie sangat menyayangi Katie Xie, kedua orang ini saling bercanda ria diatas sofa.
Pada saat ini Fenny Feng turun dari atas, “Katie Xie ayo akan ada kelas seni habis ini.”
Pada waktu ini bisa melihat Fenny Feng disini, membuat Eric Xie merasa terkejut.
“Ah tidak ada, hari ini Katie Xie ada kelas seni, dan juga dimalam hari dia ada pertandingan MC, aku akan membawanya.”
“Hal seperti ini, mintalah ibu atau Bernice saja, mereka sungguh tidak memiliki pekerjaan, maka anda tidak perlu repot-repot untuk melakukan ini bukan?”
“Tidak apa-apa, memang sebenarnya aku menemani anak ini, anggap saja untuk sebuah kompensasi.”
Katie Xie berjalan kearah ibunya, seketika Eric Xie mengingat kejadian kemarin, dengan hati-hati dia bertanya, “Kakak ipar apakah kamu dan kakakku sudah membaik?”
__ADS_1
Mata Fenny Feng terlihat sangat kacau, lalu tersenyum, “Iya, tidak apa-apa, maaf sudah membuat kalian ikut campur.”
“Perkataan ini sangat sungkan, kakak ipar kamu harus baik-baik saja, jika saja kakakku menjahati kamu lagi, maka aku akan mengurusinya.”
“Iya.” Fenny Feng menganggukkan kepalanya, juga tidak berkata dengan banyak dan dia bergegas untuk keluar dari rumahnya.
Fenny Feng menggunakan mobil balap Maserati, dengan interior berwarna merah ini terlihat sangat bagus.
Hanya saja uang dan materi ini tidak begitu berarti baginya.
Keluarga Fenny Feng terbilang cukup, walaupun tidak semewah dan sekaya keluaega Xie, tetapi dari kecil dia hidup diluar, baik orang tua dan saudaranya mempunyai pekerjaan yang layak dan tidak kekurangan akan ini.
Mereka berada didalam keluarga yang harmonis dan juga membina putrinya menjadi seseorang yang sangat percaya diri, lalu karena dia begitu mencintai Ferdy Xie maka dari itu dia memilih untuk pulang.
Setelah dia masuk dikediamannya Xie dia mulai membantu usahanya Xie, dan mengembangkan kariernya.
Tetapi hari ini, dia malah kehilangan sesuatu yang paling berharga dihidupnya…
Kata maaf dari Ferdy Xie membuat mereka tidak lagi dalam perang dinginnya, tetapi sekarang membuat sebuah jarak dengan kata lain——Tampak harmonis tetapi tidak.
“Katie Xie.”
“Iya?”
__ADS_1
“Jika ayah dan ibu berpisah kamu akan memilih untuk hidup bersama siapa?” Fenny Feng yang memegang setir mobilnya bertanya pada putrinya.