
Hello! Im an artic!
Kemudian Desmond Liu mencoba mencicip dan berkata, “Menurutku masih lumayan, aku tidak menaruh banyak garam.”
“Kupas kepiting untukku.” Perintah Lisa Hua.
Hello! Im an artic!
Desmond Liu segera melepaskan sumpitnya, dan mengambil kepiting kemudian mengupasnya dan meletakkannya di hadapan Lisa Hua.
Lisa Hua memakan telur kuning dari kepiting itu, kemudian langsung membuang kepiting itu ketempat sampah.
“Lisa, daging kepiting itu sangat banyak, kamu hanya memakan seperti itu hanya membuang-buang saja.”
Lisa Hua tertawa dingin, “Sungguh konyol, barang apa yang kamu belikan, ini adalah makanan untuk orang miskin, baru seberapa besar kepiting ini? Dulu kepiting yang aku makan setidaknya satu ekor 2 kg, aku hanya makan yang betina, dan hanya makan telurnya saja, apakah kamu ingin menyamakan cara makanku dengan orang miskin? Dan menyuruhku menjilat cangkangnya?”
Hello! Im an artic!
“Bukan, maksudku adalah, jika kamu hanya makan telurnya saja, sisanya berikan untukku, aku akan memakan dagingnya.”
Desmond Liu tahu, Lisa Hua menyalahkan dirinya yang tidak berkemampuan, untuk memberikan dia hidup yang penuh dengan kekayaan seperti dulu.
“Kenapa kamu sebodoh ini? Keluargaku ada 5 orang putri, kamu lihat saudaraku yang lainnya? Suami adik keempat pun, lebih hebat dari kamu, kenapa waktu itu mataku bisa buta dan memilihmu?”
“Lisa, makanlah dulu, nanti sayurnya akan dingin.”
Desmond Liu mengambil sepotong udang kedalam mangkuk Lisa Hua.
__ADS_1
Siapa yang tahu Lisa Hua langsung emosi, dan membuang semua makanan dimeja itu.
“Makan makan makan, hanya tahu makan, apakah kamu mengira aku sama denganmu yang hanya tahu makan? Apakah kamu tahu kondisiku sekarang? Semua orang di luar sana sedang menertawaiku, semua berandalan diluar sana, semuanya sudah melahap hal yang aku miliki, dan mereka masih bekerjasama untuk menghabisiku, bagaimana aku bisa ada nafsu untuk makan?”
“Lisa, dimana ada kehidupan pasti ada harapan, walaupun kamu tidak sudi, kita juga hanya bisa berdiam sejenak, dan merawat tubuh kita dulu.”
“Lupakan saja, berbicara denganmu, kamu juga tidak akan mengerti, sekarang kamu sama saja dengan pembantu disini.”
Selesai bicara, Lisa Hua segera membalikkan badan dan naik kelantai atas.
Baru berjalan beberapa langkah, tiba-tiba dia teringat sesuatu, dan menoleh bertanya kepada Desmond Liu.
“Apakah kamu ada uang?”
“Ada sedikit.”
“Masih ada 6jutaan.” Kartu terima gaji Desmond Liu sudah dihabiskan oleh Lisa Hua, bahkan kartu kredit juga sudah digunakan.
Ini adalah uang yang diberikan oleh orangtua Desmond Liu, sekarang dia hanya punya uang 6 juta lebih untuk biaya kehidupan sehari-hari.
“Sedikit sekali? Apakah orangtuamu tidak memberimu uang?”
“Ibu dan ayah sudah membayar kartu kreditku, itu juga menggunakan uang pensiun mereka, aku tidak bisa menyusahkan mereka.”
“Berhenti berbicara yang tidak penting, dana akumulasi, masih berapa?”
“Itu hanya bisa digunakan saat membeli rumah, sekarang tidak bisa di ambil.”
__ADS_1
“Aku ada ide, aku bisa menyuruh orang mengambilnya, didalamnya ada berapa uang?”
“Ada sekitar 600 juta.” Ucap Desmond Liu.
“Berikan kartunya untukku.”
“Lisa……”
“Beri atau tidak?” Ucap Lisa Hua dengan emosi.
“Baiklah.” Desmond Liu mengambil tas kerjanya, kemudian memberikan kartu dana akumulasi kepada Lisa Hua, dan Lisa Hua dengan tidak segan segera naik kelantai atas.
Desmond Liu duduk terdiam di kursi meja makan, dia juga tidak ada nafsu untuk makan, dia tahu dirinya tidak bisa mengubah Lisa Hua, karena dia sudah tidak bisa diobati lagi.
Malam itu, Lisa Hua berdandan dan pergi keluar, dia mengendarai mobil Audi A6一一 yakni mobil satu-satunya dirumah mereka.
Mengambil baju dan sepatu bemerek yang dimilikinya dulu, ditambah dengan jam tangan rolex yang dibeli dengan harga murah.
Sekarang dikartunya ada uang 20juta lebih, bisa dibilang ada jalan untuk hidup lagi.
Dia pergi ke klub private yang biasa dia kunjungi, Egret Club, semua yang ada didalam adalah pria tinggi, tampan dan muda.
Pria yang dulu sering dipanggil Lisa Hua adalah Louis, berusia 24 tahun, dia adalah manajer relasi publik yang terkenal.
Lisa Hua membuka satu ruang kecil, memesan beberapa wine, dan memanggil Louis.
Pria itu memakai baju jas berwarna hitam, daat masuk dia tersenyum dan berkata, “Kakak Lisa, lama tidak berjumpa.”
__ADS_1
“Louis, kemari, temani aku minum.” Ucap Lisa Hua sambil mengulurkan tangan.