
Gak tahu terakhir siapa menelepon telepon darurat, mereka menelepon polisi dan juga rumah sakit.
Setelah hal ini, mengemparkan seluruh isi sekolah, pihak sekolah merasa akan ada hal buruk, sehingga menutup semua informasi keluar.
Dan Lina dibawa ke kantor polisi untuk pengecekan.
Freddie tidak pernah menyangka karena kekepoan dia bisa menyebabkan kepalanya pecah.
Terutama orang seperti Lina, kenapa ada sisi kekerasannya?
Tapi faktanya, ketika Lina kecil, perlindungan dirinya sangat kuat.
Ketika ada orang asing mendekatinya, alam bawah sadarnya akan dengan segera melindungi dirinya dengan gerakan yang sangat cepat.
Dikesadaran dia, itu merupakan perlindungan diri yang sah.
Kalau dia tidak menghajarnya, mungkin dia akan diciumnya, tentunya ini tdak boleh terjadi.
Freddie dibawa ke rumah sakit, gak terlalu parah, kepalanya di jahit, dia juga tidak berani memberitahu orang rumahnya.
Ketika dibawa ke kantor polisi, mukanya tetap tenang.
Awalnya polisi yang menginterogasinya sangat kasar.
“Ngomong, kenapa mukul orang?” Seorang polisi berumur 40an melototinya.
__ADS_1
“Pertahanan diri.” Lina menjawab dengan tenang.
“apa yang dinamakan pertahanan diri, dia sudah melukaimu?”
Lina dengan tenang melirik ke polisinya, “tunggu dia melukaiku, baru aku menghajarnya, masih sempat?”
“kalau begitu gimana kamu tahu dia akan melukaimu? Murid di lokasi bilang, dia hanya ingin mendekatimu.”
“aku tidak setuju, alam bawah sadar ku punya keputusan sendiri, ketika aku merasakan ancaman, aku akan memukulnya dengan segera. Orang itu bukan dari jurusan sejarah, tapi menerobos masuk ke kelas kami, ngomong jelek ke aku, dan juga ingin mencium aku, aku gak mengaku salah.”
“kamu gadis kecil, umur masih kecil, tapi mulutnya sangat tajam yah, kamu ngerti hukum gak? Asal mukul orang itu salah, apalagi kalau pria itu parah, kamu harus menerima tuntutan, kamu ini termasuk sengaja melukai orang, kamu jangan anggap hal kecil, aku peringatkan kamu.”
Lina tidak berkata apa-apa, dan juga tidak menunjukan ras takut apapun.
“Walimu mana, telepon suruh datang tanda tangan.”
Akhirnya dia mengikuti kata hatinya, menelepon John.
John awalanya sedang melihat proyek baru dengan kliennya, ketika mendapati telepon dari Lina, dia dengan cepat bergerak ke sini.
Pengacara khusus Keluarga Jiang juga segera berangkat dari kantor
Ketika John datang, dia sempat mengemparkan semua polisi.
Kepala polisi juga ikut menyambutnya, karena dia adalah pengusaha kelas kakap yang paling top di kotanya, bahkan anggota politik saja harus menghargainya.
__ADS_1
“Tuan Jiang, anda kenapa datang?” Kepala Polisi itu sangat sungkan.
“aku dengar istriku ditangkap oleh kalian, aku datang menjemputnya,” ekspresi John sangat kesal
Alasan apapun tidak bisa diterima, istrinya sudah ditangkap, dan mereka gak memberitahunya, dia sangat kesal.
“Ah? Menangkap istri anda?” Kepala polisinya jadi panik.
Orang di kantor polisi jadi lemas, apalagi paman yang melakukan interogasi tadi.
“Tuan Jiang……aku……aku beneran tidak tahu ini Nyonya Jiang…… sangat maaf.”
Paman itu meminta maaf terus, dia hampir saja menampar dirinya sendrii, tapi John tidak mempedulikannya.
“Pengacara aku akan mengurus semuanya, kalau kalian butuh hal lain, bicarakan dengan pengacara aku.”
Setelah selesai berbicara, John langsung mendorong pintu ruangan interograsinya.
Lina duduk sendirian di dalam sana, sangat kesepian.
John merasa sangat kasihan, dengan segera melangkah ke arahnya dan memeluknya.
“Lina maaf, aku datang terlambat, kamu pasti takut yah?” John dengan tenang memeluknya.
Polisi yang di belakang juga tidak berani berbicara, takut? Gak ada. Gadis ini daritadi cuman berbasa-basi dengan polisinya, sama sekali tidak ada rasa takutnya, ok?
__ADS_1
Tuan Jiang ini takutnya salah paham nih sama istrinya sendiri.