
Ella melihat pria diluar itu dengan menyedihkan, “Wah, orang ini gak tahu malu ya, yang kemarin malam menyalakan kembang api itu dia kan?”
“Nona, biar aku saja menyingkirkannya.” Kata Ella hendak turun dari mobil.
Lalu Lina membuka setengah jendela mobilnya.
Eric yang berada diluar melihatnya dengan senang.
“Lina.” Dia memanggilnya.
“Aku beri kamu waktu satu menit.”
Lina sama sekali tidak mau melihat wajahnya, tatapannya hanya tertuju kedepan.
“Lina, kejadian waktu itu memang adalah salahku. Aku mau minta maaf baik-baik denganmu, tapi kamu juga tidak bisa menikah begitu saja dengan John, dia tidak sebaik yang kamu pikirkan, kamu tahu gak? Dia… sudahlah, ada beberapa kejadian nanti baru aku akan kasitahu padamu. Coba kamu pikir, dia adalah anak tunggal dari keluarga Jiang, bagaimana mungkin bisa tiba-tiba menikahimu seperti itu, mencurigakan kan? Tujuan mereka itu adalah supaya bisa mendapatkan tanah milik keluargamu yang ada di Danau Peri. Dia tidak mencintaimu sama sekali, dan juga dengar-dengar kalian tinggal di Spring Mansion, itu jelas-jelas adalah rumahmu, pria seperti itu kenapa malah memilih tinggal dirumahmu? Dia…”
“Waktumu habis.”
Lina segera menutup jendela mobilnya, dan berkata pada Rika, “Jalan.”
“Baik, Nona.”
Rika langsung menginjak pedal gas, dan mobil itu langsung terpacu kedepan.
Eric : …….
Baiklah, mau mendekati orang itu, malahan omongan belum selesai, lagi-lagi seperti ini.
Lina benar-benar berbeda dari lainnya.
__ADS_1
Bukannya Eric lah yang kabur dari pernikahan?
Kenapa sekarang malah mencari mati seperti ini?
Maka dari itu, kebanyakan pria memiliki satu kelebihan, makin terdesak dia akan menjadi makin berani.
Kalau masalah menjadi makin susah, mereka makin ingin melawan tantangan itu.
Eric awalnya memang tidak mau menikah, jadi dia kabur dari pernikahannya sendiri.
Tapi sekarang, malahan dia merasa menyesal, dia ingin merebutnya kembali.
Kalau Lina adalah tipe perempuan yang terserah, mau langsung setuju pada omongannya, bisa diperkirakan Eric pasti tidak akan tertarik lagi padanya.
Jadi karena wanita itu terus menghiraukannya, baru Eric menjadi lebih tertantang dan bersemangat.
Seru ya?
Mobil sudah pergi jauh, Ella menoleh kebelakang dengan tidak tenang, “Dia gak mengikuti kita.”
Lina tidak bersuara.
“Pria satu ini gila ya, yang kabur dari pernikahan kan dia sendiri, sekarang dia ngapain mau mengejarmu lagi?” kata Ella kesal.
Rika yang sedang menyetir pun tertawa, “Pria kan memang begini. Makanya aku bilang, jangan pernah terlibat sama hubungan, lebih baik jomblo seumur hidup.”
Lina masih saja tidak bersuara.
Tidak ada yang bisa dia katakan tentang Eric.
__ADS_1
Kenapa orang ini terus muncul dalam hidupnya?
Lina tidak mau terus dihantui oleh manusia sampah ini.
Tapi bagaimanapun, Lina tidak memperkirakan apa yang akan terjadi.
Eric akan terus menghantuinya seperti ini.
Diperlakukan seperti ini lagi, membuat suasana hati Eric menjadi sangat buruk. Dia langsung pergi ke bar untuk minum bersama sekelompok pria-pria kaya lainnya.
Ada beberapa yang melihat suasana hati Eric sedang buruk, dan segera menelpon orang untuk memanggil belasan model datang, dan diantara model itu ada satu blasteran yang sedang sangat popular belakangan ini.
“Temani Eric.” Kata salah satu temannya.
Wanita blaster itu memiliki kaki yang panjang, belum sempat dia mendekati Eric, Eric langsung melambaikan tangannya, “Jangan kesini, aku gak tertarik sama sekali.”
“Eric, ada apa? Putus ya sama Cecil?” tanya salah satu orang dengan sangat berani.
Eric tersenyum dingin, “Dia? Hah, mana mungkin.”
“Yaudah jadi kamu ini kenapa, kenapa terlihat stress seperti itu?”
“Aku… udahlah kalian juga gak akan mengerti.”
Pusat Perbelanjaan Barang Antik
Lina sedang berjalan-jalan dengan Ella dan Rika, terus menarik perhatian dari orang lain.
Mungkin karena, disini sangat jarang terlihat wanita yang begitu cantik, dengan pakaian dan riasan yang begitu elegan.
__ADS_1
“Nona, mau beli barang antik tidak? Disini ada koin kuno dan uang-uang kuno lainnya, harganya juga murah.” Tawar salah satu penjaga toko disana.