
Hello! Im an artic!
Rony dan Andy ada sedikit tidak mengerti, dan tidak gitu tahu apa yang terjadi antara Sony dan Lili, maka terdiam.
Sifat Sony juga tidak banyak bicara, Lili sengaja menyolotinya, dia juga biasa, tidak membuat dia senang sedikitpun.
Hello! Im an artic!
Tidak lama kemudia, pelayan mulai satu persatu mengeluarkan sayur.
“Kakak John, saya sangat suka sayur di Paviliun Delapan Dewa ini, sangat enak tidak enek, sayur sawi yang paling saya tidak suka pun, di sini menjadi enak sekali, saya sangat puas. ”
Rony umur paling kecil, juga paling bodoh.
“Kalau begitu lain kali sering datang. ” kata John mengundangnya.
Hello! Im an artic!
“Rony kamu buat kartu member, isi 100 juta, cukup kamu makan beberapa tahun. ” Andy mengejeknya.
“Saya makan disini, kakak John ku tidak akan membiarkan saya bayar, untuk apa membuat kartu member. ”
__ADS_1
Semua orang tertawa tidak bicara lagi, di tengah-tengah acara, Lina tiba-tiba teringat 1 masalah, langsung tanya Andy, “Apakah ada kabar soal adik Eric? ”
“Masalah ini kamu juga tahu? ”
Andy terkejut sedikit, apalagi ini rahasia Keluarga Xie, hanya sedikit orang yang tahu, dia juga tidak membesar-besarkan, juga tidak bilang ke John. “Hm, Ada dengar dia bilang. ” Lina menjawab dengan terbuka.
Pertanyaan dia yang polos ini, malah membuat John tidak banyak pikir, tahu dia dan Eric tidak ada apa-apa.
Malah Andy jadi serba salah, melihat sekilas ke John, baru menjawab, “Sudah selesai, kalau tidak ada apa-apa, anak itu besok sampai rumah. ”
“Kalau begitu masih bagus. ” Lina dalam hati memikirkan, kelihatannya ramalan ini tidak salah, dia meramal biasanya sangat tepat.
Lina menggelengkan kepala, “Tidak kenal, tetapi pernah bantu meramal keberuntungan Eric, jadi tahu sedikit. ”
“Kakak ipar, kamu bisa meramal? Wah keren…… bisa ramal saya, kapan saya bisa punya anak laki-laki? ” Rony bercanda.
Lili langsung ketawa, “Anak kecil belum besar? Tidak ada istri? Masih mau anak laki-laki, mikir apa sih? ”
“Tidak ada istri, anak laki-laki harus punya, haha……, sekarang bukan jaman bayi tabung, saya sedang pikir mau melahirkan berapa, kasih orang tua saya main. ”
Semua orang ketawa sambil mengeleng-gelengkan kepala, tahu anak ini sengaja mengatakannya.
__ADS_1
Sony hanya diam, sangat rendah diri, sampai tidak kelihatan.
Semua orang bicara, dia juga tidak menyambung, kadang-kadang mengambil hp, seperti membalas pesan apa.
Lili sedikit kesal, melihat dia, “Presiden Wang makan pun tidak lupa membalas wecha, bukan sudah ada yang baru? Lihat berita, katanya kamu dan nona Yang mau menikah, kok tidak ada kabar lag? ”
“Menikah? Kapan? ” Andy menoleh ke sampingnya Sony, juga senang.
Sony menurunkan hp, “Itu maksud bos Yang, saya tidak setuju. ”
“Waduh, berarti kamu merasa senang sekali. ” Lili sengaja mengejek Sony.
Sony denga tenang melihat sekilas Lili, lanjut, “Saya senang atau tidak, kamu tidak tahu? ”
Begini ngomong, muka Lili langsung merah.
Semua orang setelah melihat, langsung tertawa…….
“Eh? Saya rasa kalian berdua ada cerita apa neh? ” Rony mendengar ada yang tidak beres, menyipitkan mata melihat kedua orang itu .
Lili segera menyangkal, “Saya dan dia gimana ada cerita, kalau ada juga cerita setan. “
__ADS_1