Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 13 Kembali Ke Rumah Setelah Tiga Hari


__ADS_3

Sepatah kata membuat Lina menjadi cemas.


Dengan marah dia langsung berkata, “kalau kau tidak mau lebih baik kita batalkan saja kerja samanya.”


Dia berpikir bahwa dia juga telah datang ke rumah Keluarga Jiang, dan memanggil ayah dan ibu, harga dirinya juga telah dia berikan.


Sekarang mau pindah rumah, dia masih bilang dia yang menikahinya?


Apakah ini lucu?


Mengetahui bahwa Keluarga Hua sekarang sedang jatuh, tentunya itu tidak lebih baik dari Keluarga Jiang yang sedang meroket keatas, masih berani mengatakan kalau harus pindah ke Keluarga Hua?


Sebenarnya, Lina salah paham. John hanya merasa dia gadis kecil ini menarik, dan dia ingin mengganggunya.


Tapi tidak menyangka membuat hatinya terluka.


“Aku bercanda. Lihatlah dirimu, emosimu. Vila Spring Mansion kan? Aku tahu tempat itu, dibuat oleh Keluarga Hua-mu lima tahun lalu. Bergaya Cina. Aku tidak menyangka kau masih muda tapi suka gaya Cina. Yah, aku pindah rumah bersamamu. Aku tinggal di rumah ini juga cukup lama.”


John tidak masalah dengan pinda rumah.


Dia berpikir karena sudah menikah, bisa pergi ke mana saja. Kalau Keluarga besar dan bisnis juga besar. Apa rumah akan menjadi suatu masalah?


Jika Lina mau tinggal di sana, jadi pindah saja.


Setelah keduanya tidak memiliki obrolan yang baik, Lina siap-siap untuk beristirahat dan berhenti berbicara dengannya.

__ADS_1


Ketika Lina baru saja meletakkan karpet dan selimut, pria itu langsung berbaring diatasnya.


“Kau!”


“Aku suka tidur di lantai, dingin.” Selesai mengatakan, mata John langsung terpejam.


Lina terdiam.


Apaan pria ini?


Dia bilang akan tidur di ranjang sebelumnya. Kenapa ketika karpet sudah selesai dibentang di lantai dia malah datang merampoknya?


Lina berbalik dan pergi tidur. Ketika selimut ditarik dan lampu dimatikan, dia tidak berbicara.


Ini malam pertama dalam hidupnya bahwa dia tidur di kamar yang sama dengan seorang pria. Untungnya, John tidak memiliki suatu kebiasaan yang aneh. Keduanya sangat tenang, sehingga mereka juga tidur dengan nyenyak.


Sebentar saja sudah di hari ketiga


Pagi ini, setelah sarapan di rumah Keluarga Jiang, mereka dengan pengasuhnya yang bernama Rika kembali ke rumah Keluarga Hua.


Ini seperti apa yang dikatakan oleh orang utara, kembali kerumah pada hari ke-3.


Sudah menjadi tradisi bahwa pengantin wanita, pada hari ketiga perkawinan, harus membawa suami dan hadiahnya ke rumah ibunya untuk berterima kasih kepadanya atas perhatian dan kebaikannya selama bertahun-tahun.


Lina tidak memiliki perasaan terhadap Keluarga Hua. Satu-satunya hal yang dia pedulikan adalah Nyonya besar dari Keluarga Hua.

__ADS_1


Supir John mengendarai Rolls Royce emas mengantar sampai ke rumah Keluarga Hua.


Kepulangan mereka kali ini juga membawa hadiah mahal yang telah disiapkan oleh John.


Ginseng liar bernilai jutaan, ramuan herbal yang sangat populer, sarang burung Indonesia, serta bak mandi impor.


Ini juga hari yang sibuk bagi Keluarga Hua. Mengetahui bahwa Nona kelima akan kembali, beberapa kakaknya juga kembali.


Begitu dia memasuki ruang tamu, John melihat sebuah Keluarga besar.


“Oh, baru saja membicarakan kalian. Kalian pulang sangat cepat.”


Linda, saudara perempuan tertua dari Lina, juga adalah CEO Grup Hua saat ini.


Tiga tahun yang lalu, Tuan Hua mengundurkan diri setelah masuk rumah sakit karena sedikit infark serebral.


Putri tertua dan putri kedua bertanggung jawab atas bisnis Keluarga.


“Kakak.” mulut manis John, menyapa Linda.


Linda tertawa, “adik kelimaku benar-benar beruntung. Awalnya dia akan menikahi Eric, tapi tidak disangka akan terjadi masalah seperti itu. Untungnya, dia bisa mengakhirinya dengan lancar. Kalian berdua benar-benar jodoh.”


Kata-katanya mengandung banyak arti.


Lina tidak senang mendengar kata-kata ini. Dia hanya merasa ini sangat munafik dan menjijikkan.

__ADS_1


“Nenek dimana?” Dia dengan ringan sekelebat melihat wajah orang-orang itu, dengan ekspresi jijik.


__ADS_2