Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 235 Pertanyaan Pribadi


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah Eric berpikir sejenak, memutuskan untuk tidak berbicara, “Sebenarnya saya juga mendengar beberapa hal tentang dia, Cuman saya tidak tahu benar atau tidak, maka tidak enak ngomongin, saya rasa kalau kamu mau tahu jelas, sebaiknya langsung tanya John. Sesuai dengan kepribadiannya, kalau benar ada apa, kalau kamu Tanya, dia pasti tidak akan berbohong.”


“Baiklah.”


Hello! Im an artic!


Tidak ingin bilang Lina bertemu Eric, juga tidak banyak Tanya, apalagi dia sama sekali bukan orang yang ada rasa penasaran.


Kali ini Eric mengundang Lina makan, sebenarnya lebih banyak terima kasih, kalau dia yang dulu, pasti akan membook seluruh hotel bintang 5, untu mengundang Lina.


Tetapi hari ini tidak sama seperti biasa, setelah mengenal sifat low profile Lina, Eric juga mengikuti sifatnya, makanya hanya membooking toko bubu shaguo ini saja.


Sangat sesuai dengan keinginan Lina, sebenarnya dia tidak suka acara seperti ini, setelah makan Eric juga tidak menyuruhnya tinggal, mengantar Lina berjalan tidak beberapa lama langsung naik mobil.


Hello! Im an artic!


Siang Lina juga masih di perpustakaan, waktu malam pulang, tidak melihat John.


“Nona, mau makan buah?”


“Tidak mau.”


“Mau teh bunga?” Ella bertanya lagi.

__ADS_1


“Tidak usah.”


“Nona, anda sedang ada pikiran?”


“Apa saya keliatan ada pikiran?” Lina kaget, bertanya balik ke Ella.


“Benar, hari ini kamu pulang sekolah, ada sedikit…… gimana ngomong ya, berbeda dengan biasanya.”


“John masih belum pulang, benar?”


“hm, tuan muda belum pulang.”


Lina melihat hp, sudah mau jam 9, dia berencana menunggu sebentar, kalau masih belum pulang dia akan naik ke atas tidur.


Terkadang waktu bertemu klien, juga bisa kasih tahu Lina, tidak peduli apakah dia peduli.


Sebenarnya, hari ini John ke dokter, psikologi, tetapi bukan sakit jiwa, tetapi karena ingin tahu kenapa terkadang ada serpihan ingetan, dan sakit kepala yang tidak berhenti-henti?


Psikiater menyarankan untuk hipnotis, tetapi John sudah mencoba beberapa kali, tetapi tidak berhasil, terakhir terpaksa menyerah.


Kemudian psikiater berkata, “Presiden Jiang, saya menyarankan kapan anda sakit kepala parah baru kembali, mungkin waktu sakit efek hipnotis akan lebih bagus.”


Setelah John keluar dari rumah sakit, sudha jam 9, berpikir sudah lupa wechat Lina, buru-buru pulang.


Sebenarnya dia juga merasa kadang dirinya aneh, sejak kecelakaan 1 tahun yang lalu kehilangan beberapa ingatan, kadang-kadang kepala sanagat sakit, kemudian terlihat wajah anak perempuan yang asing, kadang terdengar suara, seperti mimpi, terus- menerus memanggil namanya, John……John……

__ADS_1


Perasaan aneh ini, mengikat John sangat lama, terlebih saat sibuk baru kambuh, kadang waktu sedang rapat, kepala mulai sakit, dia baru berpikir apa yang sudah terjadi?


Hanya sayang sekali, tidak berhasil.


Waktu John pulang ke rumah, sudah 9.40, Lina sudah kembali ke kamarnya.


John dengan pelan naik, waktu melewati kamar Lina, berhenti sebentar, ingin menganggunya, waktu ini, pintu juga terbuka.


“Kamu sudah pulang?” Tanya Lina.


Dia memakai baju tidur berwarna putih, rambut panjang terurai di bahu, seluruh tubuhnya memancarkan cahaya peri.


“Hm, tadi masih memikirkanmu, takut mengganggumu, ha…”


“Masuk yuk, pas saya ada masalah mau menanyakannya padamu.”


Raut muka Lina datar, membuka pintu kamar


John juga ikut masuk, sekalian menutup pintu.


Waktu John masuk, setelah melihat ke sekeliling, edo tidak ada, sepertinya Lina baru selesai mandi, di dalam ruangnya masih tercium wangi sabun.


“Duduk.” Lina membalikkan kepala, menunjuk ke sofa.


“Kenapa begitu serius? Ada apa, apa saya berbuat salah?” John setengah becanda, lalu duduk di sofa.

__ADS_1


__ADS_2