
Hello! Im an artic!
Satu kata membuat semua orang tertawa terbahak-bahak, Sony juga tertawa, “Benar, kalau cerita setan juga tentang hantu wanita cantik, iyakan, saya Ning Cai Chen, kamu Qian Qian ku. ”
“Pergi, saya adalah nenek, yang akan mengisap seluruh energimu. ” Lili jadi sangat marah.
Hello! Im an artic!
Rony tertawa menutup mulut, “Kakak Lili, kamu juga sangat jorok…… didepan banyak orang, mau mengisap energi tuan muda Wang kita. ”
Lili: ……
Kata-kata tidak senonoh ini bukan hal biasa, beberapa laki-laki sering bercanda, tidak peduli.
Lili juga seorang yang terbuka, tidak peduli juga.
Hello! Im an artic!
Malah Lina ada sedikit malu.
Mendengar lelucuan yang jorok, menundukkan kepala, makan dengan diam.
“Kamu banyak makan sayur, sayur vegetarian disini sangat enak. ”
John melihat dia makan sedikit, buru-buru mengambil sayur untuknya, sangat memperhatikannya.
Setelah selesai makan, semua orang masing-masing pulang.
Lili mengendarai mobil pergi dulu, karena sudah minum wine Sony, menyuruh supir menjemputnya.
Di depan tidak ada apa-apa, tapi…… setelah 1 jam berlalu.
__ADS_1
Setelah Sony selesai mandi, terdengar orang mengetuk pintu.
Dia membuka pitu, di depan pintu Lili, sedikit terkejut.
Tidak terpikirkan, Lili akan datang ke rumahnya.
“Ada apa? ” sikap dia tidak bersahabat, karena dia kenal wanita ini, dia tidak boleh memanjakannya, Lili dari kecil sampai besar, selalu dimanja orang. Maka kalau makin manjain, dia akan semakin menjadi-jadi, semakin tidak diperhatikan, semakin dicuekin, dia akan semakin nurut.
Lili memakai mantel hitam, dia dalamnya memakai mantel pendek warna abu-abu, berdandan seperti anggota kerajaan.
“Tidak undang saya masuk minum kopi? ” Lili tertawa.
“Kenapa begini ambigu? ” Sony memainkan alisnya.
“Kenapa? Takut? Takut saya makan kamu? ” Lili meniupkan angina ke muka Sony.
Sony baru selesai mandi, rambut belum kering, begitu ditiup, ada sedikit hangat.
Sony membalikkan badan, membuka pintu.
Setelah Lili masuk, langsung menutup pintu, kemudian mengganti sepatu.
Kemarin dia buru-buru pergi, tidak sempat menilai rumah Sony.
Begini lihat, pilihannya bagus, hampir semua menggunakan kayu, ada sedikit model jepang, sangat hangat dan nyaman.
“Minum apa?” Sony mengambil handuk mengeringkan rambutnya.
“Terserah. ”
Sony berjalan ke depan kulkas, mengambil sebotol orange jus, taro di depan Lili.
__ADS_1
“Sony, kamu tinggal sendiri? ”
“Kalau tidak? ”
“Kamu tidak ada teman wanita? ”
“Kamu bilang? ”
“Sial, saya tanya kamu…… kenapa kamu suruh saya jawab? ” Lili kesal.
“Sandal wanita pun tidak ada, kamu sendiri tidak bisa lihat? ”
Perkataan Sony ini, baru disadari Lili, disini tidak ada aura wanita sama sekali.
“Kalau gitu kamu cari wanita, biasa ke hotel ya? ” Lili sambil tanya, sambil meminum orange jus sedikit.
Sony duduk di sofa, melihat Lili.
“Artis besar berubah profesi jadi paparazzi? Saya cari wanita kemanpun, mau tanya? ”
“Haha, bukan, saya hanya penasaran. ”
“Jangan penasaran, akan berakibat buruk. ”
“Sony, hari ini saya datang…… untuk tidur sama kamu. ”
Perkataan Lili ini membuat Sony hampir muntah darah, karena sangat tiba-tiba, tidak ada alasan sama sekali.
Lili lanjut ngomong, “Kenapa kamu begitu melihatku, bukannya kamu mau tidur denganku terus? ”
“Kamu mau menipu lagi? ” Sony tidak akan percaya Lili tiba-tiba datang menyerahkan diri untuk tidur dengannya, yang mungkin ini adalah penipuan yang dilakukannya.
__ADS_1