
Hello! Im an artic!
Tapi suasana hati yang rumit ini tidak terlihat oleh John Jiang, Lina Hua masih seperti biasanya berlari kesana dan dipeluk tuan Jiang.
Kemudian kedua orang mengeringkan bulu Edo bersama, dan menggendong dia menimbang berat badan, melakukan pemeriksaan mendasar.
Hello! Im an artic!
“Tiga hari lagi Edo mau disuntik vaksin, tuan Jiang ingatanmu bagus, ingatlah sampai saatnya agar mengingatkan aku sebentar.”
“Tidak masalah.”
“Nona, tuan, ayo makan.”
Rika menuangkan sup kemari, Lina Huang dan John Jiang cuci tangan dan pergi keruang makan.
Hello! Im an artic!
Keempat orang makan masakan rumahan, selera makan Lina Hua sangat bagus, makan satu mangkuk penuh nasi.
“Wah, nona selera makanmu sungguh bagus, apakah sudah ada tuan muda kecil?” Ella tidak menahan mulutnya.
__ADS_1
“Aku baru selesai haid, menurutmu?”
“Eh……” Ella canggung dan menundukkan kepala diam, Rika tertawa, “Kamu ya, jangan sembarangan bicara, sudah melupakan periode haid nona lagi, sudah mengingatkan kamu agar teliti sedikit, kamu malah bagus, sekarang sudah berpacaran dan lebih tidak mengurus masalah, membuat seperti aku seorang melayani kalian bertiga saja.”
Sebenarnya ucapan Rika ini, juga bukan sepenuhnya bercanda, juga ada sedikit tidak puas dan sedikit ironis, tapi hanya bisa berkata dengan menggunakan cara ini baru tidak akan malu.
Walau Ella bodoh juga akan keberatan, langsung melawan, “Perkataan ini juga, aku berhati besar, dan tidak sedikit bekerja, aku juga tidak selalu izin walau berpacaran. Sebagian besar waktu menjaga nona, kamu dari semenjak berpacaran sudah izin sepuluh kali lebih, baru-baru ini masih istirahat seminggu pergi ke Kota W. Aku juga tidak berkata apa, sekarang kamu berbuat seakan aku tidak melakukan apapun, hanya tahu makan dan malas bekerja saja?”
Rika tidak menyangka Ella bisa langsung marah, dan marah dengan beralasan, juga ada sedikit malu.
“Aduh, aku bercanda, kamu lihatlah kamu masih menganggap serius.”
Mendengar Rika berkata begitu, Ella tidak berkata lagi, hanya saja didalam hati pasti tidak nyaman.
Kalau dibilang masalah ini berhubungan dengan mereka yang sudah berpacaran, dan karena pacar Rika tidak membimbing dengan baik dan memberikan rasa aman yang cukup padanya, maka dia cemburu pada Ella.
Setelah sebuah makan malam yang bahagia, Lina Hua menempel pada John Jiang, terus bermain catur, makan buah, dan masih bermain game online bersama.
Kemudian sama seperti setiap hari, setelah keduanya lelah, lalu mandi dan berbaring diatas di atas ranjang.
John Jiang memeluk Lina Hua, “Semenjak kamu menikah padaku, juga tidak begitu keluar rumah, dan terus menemui beberapa hal yang merisaukan hati, apakah kamu menyesal.”
__ADS_1
Lina Hua menggelengkan kepala, “Aku dari awal sudah kenyang menyesal, jangan menanyakan hal yang sudah jelas-jelas tahu.”
John Jiang menempelkan dagu ke atas kepala Lina Hua, menekan erat, “Setelah urusan Sapphire selesai, aku akan membawamu pergi berlibur, juga tidak bisa kalau selalu sibuk, kita berdua juga perlu bersantai. Kamu paling ingin pergi kemana? Maldives? Provence?”
Lina Hua memeluk pinggang John Jiang dengan hangat, penuh dengan rasa aman.
“Pergi kemanapun denganmu juga bagus, asalkan bersama, akan bagus.”
“Nyonya Jiang keluarga kami sungguh gampang puas, berikan aku selusin kamu yang begini.”
“Ha ha, satu saja kamu sudah tidak bisa menghadapinya, masih mau selusin, terlalu percaya diri.” Kedua orang tertawa bermain didalam selimut, John Jiang mengantuk dan tertidur.
Tengah malam jam 23:50, Lina Hua berdiri, dan setelah menggunakan mantra tertidur lelap untuk semuanya, mengambil sisir giok dari dalam laci, diam-diam meletakkannnya kedalam saku.
Dia berjalan keluar pintu sampai ke atas lapangan rumput, saat ini tepat jam 12.
Seiringnya ada sebuah petir hitam keunguan menyambar dari langit, langsung jatuh lima meter didepannya.
Disana berdiri dua belas orang yang memakai jubah panjang berwarna hitam, tidak jelas lelaki atau perempuasn, semuanya memakai topeng hantu, hanya modelnya tidak sama.
Yang menjadi pemimpin memakai topeng Luo Cha, membuat orang gemetar saat melihatnya.
__ADS_1
“Wanita, lepaskan benda diatas badan Lika Hua, kami mau membawa jiwanya pergi, hidupnya sudah habis, sudah menjadi nyawa mati di kediaman kami.” Suara orang itu terdengar dingin sekali.