Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 770 Kesempatan Yang Tiba


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Nona…kita…” ayah dari lelaki itu baru saja ingin berkata kepadanya, tetapi banyak sekali orang yang sedang melihat, membuatnya sulit untuk melanjutkan perkataannya.


Pada akhirnya Lina Hua lah yang terlebih dulu mengatakannya, “Sudahlah, kalian jalan saja dulu, mobilku ada asuransi, aku akan mengurusnya sendiri.”


Hello! Im an artic!


“Tidak bisa, anakku yang menabrakmu sehingga ini bisa terjadi, jadi saya tetap akan bertanggung jawab, nona didalam dompetku hanya ada 3.5 juta kamu terima saja dulu, dan ini saya berikan alamat rumah dan nomor telepon saya, juga fotokopi ktp asli saya, kamu menyimpannya dulu, setelah mobilmu diperbaiki, berikan bukti pembayarannya kepadaku, beberapa hari ini saya akan memikirkan cara untuk mengumpulkan uangnya yang memang seharusnya saya pertanggung jawabkan maka akan bertanggung jawab dan tidak mengingkarinya.”


Selesai berkata, dengan tangan yang kasar lelaki itu menyerahkan ktp dan uang itu berserta dengan alamat dan nomor telepon yang diberikan kepadanya dengan penuh rasa hormat.


“Tidak perlu saya tidak berencana untuk menghitungnya.”


“Tidak bisa begitu salah tetap salah, anakku minta maaflah kepada nona ini.”


Hello! Im an artic!


Suara lelaki itu sangat berat, meski tidak memiliki uang tetap harus berdiri tegak menjadi seorang pria.


“Nona saya meminta maaf, semua ini adalah salahku.” Setelah berkata pria ini pun membungkuk tubuhnya kepada Lina Hua.


“Begini saja, uang akan saya terima alamatnya juga akan saya simpan, dan untuk ktp nya saya tidak mau menyimpannya, karena kamu akan membutuhkannya setiap saat, kalian boleh pergi terlebih dulu, setelah mobilnya selesai diperbaiki saya akan mengabari kalian.”


“Baik , terima kasih nona.”

__ADS_1


Ayah dan anak ini akhirnya meninggalkan tempat kejadian sambil mendorong kendaraan beroda tiga yang telah rusak, tetapi masih ada orang yang sengaja memprovakasi dengan mengatakan, “Nona, kamu kenapa dengan mudah membiarkan mereka pergi begitu saja, 3.5 juta itu bahkan tidak cukup untuk mengganti lampu mobilmu, bukankah kamu akan rugi?”


Lina Hua tidak berkata apa-apa, tetapi dengan samar dia berkata, “Semua orang bisa membuat kesalahan, maka ampunilah mereka.”


Sebenarnya, uang 3.5 juta ini dia tidak menginginkannya, tetapi di depan banyak orang yang sedang melihat mereka, ayah dari anak itu juga mau menjaga nama baiknya maka itu dia menerima uangnya.


Kemudian Lina Hua menghubungi pihak mobilnya untuk langsung membawa mobil balapnya itu pergi , bahkan untuk biaya perawatan mobilnya, Lina Hua sendiri yang membayarnya.


Seberapa besar biayanya bagi Lina Hua itu hanyalah sebuah angka, tetapi bagi keluarga tersebut sangatlah berarti seperti jarum didalam jerami.


Setelah Lina Hua mengurusi semua urusannya, dia berencana memanggil taxi dan kembali ke Villa Spring Mansion.


Dia merasa John Jiang akhir-akhir ini sangat lelah, dia juga tidak ingin menambah beban kepada John Jiang , dari sini ke kantor John Jiang terbilang cukup jauh.


Jadi dia berdiri di pinggir jalan, pada saat ini… ada sebuah mobil berwarna orange dengan cepat berhenti didepan Lina Hua.


“Baiklah, aku ingin kembali ke Villa Spring Mansion, apakah sejalan denganmu?”


“Sejalan, kamu mau pergi ke barat utara timur selatan juga tetap sejalan.”


Lina Hua dengan wajah tersenyum naik kedalam mobil, duduk di sebelah pengemudi dan mengenakan sabuk pengaman.


Karena didalam mobil tersebut, bukan orang lain melainkan Eric Xie.


Hari ini benar-benar sangat kebetulan sekali, Eric Xie bersama dengan rekan-rekannya pergi ke luar kota untuk menonton perlombaan motor.

__ADS_1


Saat perjalanan kembali, karena takut akan mengalami kemacetan kota maka itu dia melewati jalan ini, tidak disangka bisa bertemu dengan Lina Hua.


Lina Hua sangat mudah untuk dikenali, karena jenis peri seperti Lina Hua sangat susah untuk di tiru, dari jauh Eric Xie merasa bahwa peri di depan sangat familiar.


Jadi dia memperlambat mobilnya dan dengan hati-hati melihat, ternyata memang benar itu adalah Lina Hua, Eric Xie sungguh merasa bahagia.


Lina Hua juga bahagia disaat seperti ini bisa bertemu dengan teman, didalam hatinya juga terasa hangat, maka itu Lina Hua masuk ke dalam mobil Eric Xie.


Keduanya tidak ada hubungan yang spesial dan juga tidak perlu untuk saling menghindari, dalam hati keduanya sangatlah lapang.


“Kamu kenapa bisa sampai disini? Tempat yang sangat jauh dari kota.”


“Aku ada pesta reuni dengan teman kuliah dulu, dan disini ada taman yang sangat besar maka itu membuat aku mampir.”


“Dimana mobilmu?”


“Ditabrak orang dan sekarang sedang di perbaiki.”


“Siapa yang dengan berani menabrak mobil peri ini? Aku akan pergi membuat perhitungan dengannya.” Eric Xie yang mendengar bahwa mobil Lina Hua ditabrak, apakah bisa terbilang baik-baik saja?


“Tidak apa-apa, aku sendiri sudah menyelesaikannya.” Lina Hua tidak mau banyak berkata tentang masalah ini.


“Benar-benar sangat sial, apakah kamu sudah makan? Perlukah kita pergi makan dulu?”


“Tidak usah, aku juga tidak sedang lapar.” balas Lina Hua sambil tersenyum.

__ADS_1


Dalam hati Eric Xie masih tetap tidak tenang, diam-diam menoleh melihat Lina Hua , “Rok yang kamu kenakan ini sangat bagus, merek apa ini, aku juga akan membelikan satu untuk adikku.”


__ADS_2