Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 63 Nenek Sakit Parah


__ADS_3

“Kalau menurutmu?”


John tidak menjawab, malah menanyakan kembali.


Setelah selesai berbicara kedua orang itu dengan serempak tertawa.


Dunia ini gelap atau tidak Lina tidak tahu, tetapi yang dia tahu, kehidupan bukan cerita dongeng.


Walaupun dia sudah hidup di keluarga kaya, lahir di masyarakat tingkat tinggi, tetapi…… masih ada barang yang tidak bisa didapatkan.


Dikira setelah selesai menonton akan langsung pulang.


Tetapi John dengan tidak terlihat membawa Lina langsung naik lift ke lantai 5 mall.


Di sana, membelikan dia banyak barang sehari-hari.


Yaitu yang digunakan untuk persiapan sekolah, kotak pensil, pen, buku catatan.


Masih membelikan botol minum dengan sedotan yang lucu, selampe yang bisa dibawa kemana-mana, dan juga alas tempat duduk.


Masih juga membelikan headseat yang mengurangi keributan, harganya sangat mahal, harganya beberapa ribuan.


“Beli ini untuk apa?” Lina tidak mengerti.


“Waktu saya masuk universitas, selalu belajar di perpustakaan, orang di perpustakaan banyak, tidak bisa tenang, lalu beli ini, sangat berguna…… kalau tidak percaya kamu boleh coba.”


“Baiklah……”


Lina tidak mengatakan apapun, tetapi dalam hatinya mengingat perhatian John ini.


Dua orang membeli 2 plastik besar, baru dengan perasaan puas pulang ke rumah.


Tetapi karena menonton terlalu lama, waktu pulang dua orang sudah sangat lapar.

__ADS_1


Lina mau makan pangsit, Rika dan Ella buru-buru ke dapur untuk menyiapkannya.


Malam itu makan pangsit di rumah.


John adalah orang yang sangat jarang meng-upload di moment, tetapi malam ini, secara inisiatif mefoto foto pangsit.


Lalu tidak tahu sengaja atau tidak, mefoto jari panjang Lina.


Mengirimkan ke moment ——


Tertulis —— pangsit hari ini sangat enak.


Sebentar saja, yang mengkomen sangat ramai.


Rony: waduh, yang sudah punya istri memang berbeda, makan pangsit pun bisa dibuat mesra begini.


Andy Qin: tidak ada foto istrimu, tidak bagus.


Sony Wang: sisain kakak beberapa.


Rony sialan ini, di wechat dia ada Eric.


Lalu sengaja meng-crop moment John, mengirimkannya ke Eric.


Eric: ? ? ?


Rony: Pangeran Jiang ku bisa memadu kasih, sangat membuat kesal orang… juga membuat saya mau makan pangsit, kamu sudah makan, saya traktir kamu makan pangsit?”


Eric: ……


Dia tahu, Rony orang macam ini hanya sengaja membuat dia terdiam.


Tetapi dia siapa?

__ADS_1


Bisa tahan?


Eric: Jangan hanya berbicara saja, kalau kamu berani, kamu bawa saya ke rumah John untuk makan, berani tidak?


Rony: Itu saya tidak berani, begini malam, takut mengganggu dunia dua orang itu tidak bagus, apalagi orang perlu waktu untuk membuat anak.


Eric: membuat anak? John ada dua anak itu? Beberapa tahun ini wanita juga beberapa, barang itu berguna atau tidak juga tidak tahu.


Rony: “Apa kamu lemon? Masih bisa lebih asam lagi?”


Belakangan, dua orang ini perang mulut di wechat.


Rony menempel di samping John, membuat marah Eric.


Eric bukan seorang yang diam saja, dia juga tidak akan membiarkannya kalah.


Setelah perang mulut, Eric masih tidak lupa mengirimkan sms menggoda Lina.


“Lina, saya ingin makan pangsit buatanmu, kalau tidak lain kali kamu suruh kucing hitammu mencakar saya satu kali lagi … saya bisa makan gratis pangsit, ok?”


Lina mengambil hp, melihat sekilas membuangnya di samping.


Eric ini, benar-benar keterlaluan.


“Siapa yang mengirim?” John juga penasaran, melihat ekspresi Lina yang aneh.


“Sms penipuan.” Dengan datar dia menjawab.


Rika dan Ella juga tahu masalah apa, hampir tertawa keluar.


Ini adalah tuan muda kedua Keluarga Xie, kenapa di mulut nona mereka berubah jadi sms penipuan.


Malam jam 10, Lina naik ke ranjang tepat waktu, baru ingin istirahat, lalu menerima telepon dari rumahnya.

__ADS_1


Itu adalah telepon dari ibunya, satu kalimat, Linlin, keadaan nenekmu tidak baik.”


__ADS_2