
Hello! Im an artic!
“Maaf, Nona Hua, karena akunmu akan mengalami resiko yang berbahaya, maka kami berhak membekukannya. Mengenai akun dalam negeri… kau bisa menghubungi departemen yang bersangkutan untuk mendapat info lebih lanjut.”
Lisa Hua semalaman tidak tidur, tak hanya tak berhasil memindahkan aset, seluruh akunnya telah dibekukan.
Hello! Im an artic!
Pukul 6 pagi, ia mengirim pesan Wechat ke Samuel Zhang.
Lisa Hua: Cepat selidiki untukku, bajingan yang membekukan akun lokal dan internasionalku itu. Jika aku tahu kau memperdayaku, aku akan menyebarkan perjanjian kita berdua, dan juga skandal-skandalmu, kita lihat apakah kakakku bisa memaafkanmu?
Mansion Linda Hua.
Samuel Zhang tak berani mengatakan sepatah katapun, ia sangat ketakutan.
Hello! Im an artic!
Sebenarnya, Samuel Zhang sejak awal sudah merasa, hal seperti ini cepat atau lambat takkan bisa disembunyikan, maka beberapa hari lalu ia mencari kesempatan untuk mengaku pada Linda Hua.
__ADS_1
Meskipun Linda Hua sangat marah, namun ia tidak mengajukan cerai atau apapun, hanya mengabaikannya, mereka berdua tidur di kamar terpisah.
Di kantor ia juga sangat jarang mempedulikannya, dan kini Lisa Hua mengirimkan sebuah pesan ancaman.
Ponselnya sedang berada di tangan Linda Hua, bibirnya mencemooh, “Apakah ia pikir dengan masalah kecil ini, bisa mengancammu seumur hidup?”
“Ya, ia terus mengeluarkan ancaman ini, ia juga mendorongku untuk mengkhianatimu dan merebut kekuasaan. Tapi istriku, kau dan aku adalah suami istri, namun kita tak sama dengan pasangan suami istri Lisa Hua, mereka tak mempunyai anak, perasaan mereka semakin lama semakin memudar, sedangkan kita punya seorang putri, kita adalah keluarga yang utuh, maka aku tahu aku bersalah padamu, dan aku tetap ingin mengakuinya padamu.”
Yang dikatakan Samuel Zhang adalah benar adanya, ia masih mempunyai perasaan terhadap istri dan putrinya, maka ia masih punya hati nurani.
Di sisi lain tentu saja ia tak ingin terus menerus diancam oleh Lisa Hua, hal ini seperti bom waktu, yang bisa meledak kapan saja.
Batinnya berada dalam tekanan, maka dengan cepat ia mengeluarkan semuanya.
Linda Hua juga cukup puas dengan kelakuan suaminya.
Linda Hua mengambil ponsel Samuel Zhang dan membalas pesan Lisa Hua.
Samuel Zhang: Apa hubungannya pembekuan akunmu denganku? Jangan mencariku untuk menyelesaikan semua masalah, tidak cukup banyakkah kau menjeratku?
__ADS_1
Lisa Hua: Jangan omong kosong, kalau kau tak menuruti permintaanku, aku akan mengungkapkan skandalmu pada Linda Hua.
Samuel Zhang: Benarkah, kalau begitu, beranikah kau pergi ke rumah orangtuamu, kita berhadapan disana?
Lisa Hua: Baik, Samuel Zhang sudah menjadi pemberani, rupanya? Percaya atau tidak, ketika Linda Hua melihat skandal-skandalmu, ia pasti akan menyingkirkanmu?
Samuel Zhang: Siang nanti pergilah ke rumah orangtuamu, akan kulihat apakah kau berani.
Lisa Hua: Tunggu saja, Liu! Kita lihat siapakah yang akhirnya akan menderita.
Yang membuat Lisa Hua tak menyangka adalah, sikap Samuel Zhang bisa tiba-tiba begitu keras, sungguh masalah yang bertubi-tubi. Ia tak mempercayai karma, maka jika ia mengalami hal buruk, ia tak akan membiarkan orang lain bahagia. Tak peduli bila nanti harus bertarung antara hidup dan mati, lagipula sekarang ia juga berada dalam situasi sulit.
Memikirkannya, timbul kebencian dalam diri Lisa Hua, setelah mengepak sebentar, ia segera menyetir ke rumah orangtuanya.
Yang tak disangkanya, di rumah orangtuanya hari ini begitu banyak orang.
Linda Hua, Samuel Zhang, Lili Hua, Sony Wang, Lika Hua, Benard Bai, Lina Hua, John Jiang, dan kedua orangtua mereka juga disana.
Khususnya Sony Wang, ini pertama kalinya ia muncul sejak menjadi suami Lili Hua, juga Benard Bai yang biasanya sangat jarang datang, hari ini juga hadir.
__ADS_1
“Haha, apa maksud kalian? Menuduhku?” Begitu masuk dan melihatnya, Lisa Hua tertawa dingin.
“Kau tak menyangkanya bukan? Senjata makan tuan.” Linda Hua menatap Lisa Hua dengan tenang.