Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 836 Pamer Kemesraan Berlebihan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Lina Hua hanya mengangguk kepalanya, “Baiklah, jadi ngomong yang tidak-tidak.”


Eric Xie tersenyum dengan sumingrah, “Cepat pulang sana, sudah malam banget, John Jiang masih tungguin kamukan?”


Hello! Im an artic!


“Tidak apa, aku juga tidak ngantuk.”


“Aku sudah ngantuk, hoam.”


Wajah Lina Hua merasa sedikit kikuk, dia menundukkan kepalanya.


“Lina, kamu pulanglah, aku sudah tidak apa-apa, hanya sakit kulit sama, aku ini seorang pria, jadi tidak akan kesakitan berlebihan.”


Hello! Im an artic!


“Baiklah, kalau begitu kamu rawat diri baik-baik.”


“Ehmm tapi sebenarnya ada inginku tanya kepada kamu, apakah aku tahun yang tidak baik? Kok rasanya 2 tahun ini selalu sial, kamu selalu bukannya bisa ilmu metafisika? Kamu cepat bantu aku lihat-lihat, sebenarnya apa yang terjadi padauk, apakah aku mengalami umur yang akan menghadapi masalah?


“Engga apa, peruntunganmu hanya sedang tidak begitu baik saja, setiap kehidupan orang semuanya sama, masa depan ada masa baik dan masa buruknya, siapapun tidak mungkin selamanya akan selalu baik, tentu saja juga tidak akan selalu buruk, jadi kamu jangan pikir sembarang.”


“Baiklah, peramal, aku percaya.”


Lina Hua mengatakan sepetah dua kata, lalu pergi.


Punggung Eric Xie terasa sakit berkali-kali, tapi tidak terus menahannya tidak bersuara.


Sungguh aneh, jika sebelumnya, jangan katakan demi seorang perempuan rela melakukan apapun, walaupun menemani seorang perempuan seharian, bisa merasa sangat bosan.

__ADS_1


Saat itu dia masih remaja, berkumpul bersama dengan anak konglomerat yang lainnya, balap mobil, saling adu perempuan, bahkan saling adu siapa yang lebih kaya.


Sekarang dipikirkan lagi, itu juga bukan cinta, itu semua hanya rasa saingin yang merasukin hatiya, kebanggan yang palsu saja.


Sekarang, demi Lina Hua, tubuh sampai luka-luka, bahkan hampir kehilangan nyawa.


Eric Xie justru tidak hanya tidak merasa hal ini tidak sepadan, tapi dia juga merasa melihat Lina Hua melihat begitu perhatian kondisinya, sungguh merasa ini sungguh ada baiknya.


Bagaimanapun, jika dia sakit, Lina Hua akan secara insiatif menjenguknya.


Biasa ingin ketemu sekali saja, sangat sulit, lebih sulit dari terbang ke langit, sebelumnya masih bisa menggunakan Edo dan Eda menjadi alasan.


Sekarang kedua kucing yang tidak mempunyai hati nurani itu, tidak hanya kabur sendiri, bahkan anaknya sendiri juga tidak dipedulikan.


Faktanya, kedua kucing kecil-kecil itu sudah tumbuh, sering keluar dengan orang tuanya main.


Kota J pada bulan Mei sudah mulai kembali normal, suasana semi semakin terasa.


Eric Xie menggertakkan gigi, memaksakan diri untuk menahan malam ini, agar keluarga tidak khawatir, selalu tidak berteriak kesakitan.


“Dia sudah tidur berapa lama?”


“Takutnya tuan sangat kelelahan, saat anda baru masuk ke dalam, dia pejamkan mata sebentar lalu tertidur, tuan sepertinya sangat amat kelelahan.” Kata Ella dengan suara kecil.


Lina Hua menganggukkan kepala, tentu saja tahu John Jiang demi dia, menghadapi banyak masalah.


Windi Feng dan Andy Qin sudah pacarana begitu lama, dan semuanya selalu Windi Feng yang menyelesaikan masalah.


Lain dengan kemampuan Lina Hua yang begitu kuat, justru harus John Jiang berkali-kali yang membantu dia membereskan masalah.


Lina Hua tiba-tiba merasa dirinya sangat tidak berguna…

__ADS_1


“Nona, apa kita perlu panggil tuan untuk bangun?”


“Tidak, biarkan dia tidur sebentar.”


Lina Hua tidak tega memanggil John Jiang, dengan diam-diam duduk disampingnya, lalu menyandarkan kepalanya dibahunya.


Awalnya ingin menemani dia, sayangnya John Jiang tidak lelap tidur, jadi dia tetap saja terbangun.


Lalu membawa Lina Hua dan Ella kembali ke Villa Spring Mansion.


“Tuan Jiang, bolehkah saya meminta sesuatu hal?”


“Coba katakan.”


“Bolehkah anda izin 3 hari?”


“Oh? Kenapa? Kamu ingin ke mana?” Kata John Jiang terkejut.


Jika dia tidak salah ingat, ini pertama kalinya Lina Hua meminta dia untuk izin, ini sungguh membuat orang lain merasa terkejut.


“Ehm, aku sebenarnya memang ada urusan.”


“Kalau begitu… baiklah, besok pagi bangun lihat kondisi sebentar, jika perusahaan tidak urusan yang penting aku, aku bicarakan dengan papaku sebentar.”


“Baik.”


Lina Hua tersenyum dengan hangat, bersandar dilengan John Jiang, mereka berdua saling peluk lalu tidur.


Ella setelah pulang, lalu mandi langsung ke atas kasur.


Sebelum tidur dia terbiasa melihat-lihat moment sebentar, ternyata sesuai dengan dugaan, Rika sekali lagi mempost moment baru.

__ADS_1


Sebenarnya dia sudah memblock momentsnya, tapi dia masih saja tidak tahan rasa penasarannya, dia inisiatif sendiri yang membuka momen Rika.


Ternyata benar, dia pamer kemesraan berlebihan lagi.


__ADS_2