
Ferdy membantu adiknya menjelaskan, “Pa, kali ini kamu salah loh, aku sudah mengeceknya, beberapa hari ini setiap pagi Eric selalu berada di perusahaan farmasi itu, sepertinya lagi memikirkan solusinya, itu kan sebenarnya sudah sangat parah, dan tentunya sangat banyak masalah-masalah kecil juga, aku kira dia dalam waktu dekat juga gak sanggup selesaikan.”
“hehe, baguslah, biarkan dia latihan, daripada seharian bermain gak jelas di luar.”
Steve beberapa tahun ini sudah mau menyerah dengan anak keduannya ini, durhaka tidak mendengarnya, sering masuk berita hiburan.
Suka mesra dengan semua artis wanita, gosip, semuanya terlalu banyak.
Orang yang begitu menjaga mukanya seperti Steve, tentunya tidak bisa menahan diri, jadi hubungan ayah anak ini sebenarnya sangat tipis.
Tapi karena kakak dan kakak iparnya yang selalu membantu menjelaskan, sampai sekarang hubungan mereka tidak putus.
Perusahaan Farmasi.
Eric beneran tiap hari datang, masalah besar tentunya dalam waktu dekat tidak bisa diselesaikan, hanya bisa menyelesaikan masalah kecil dulu.
Waktu pun cepat berlalu, ketika siang, Direktur Han dari general manager dari perusahaan farmasi itu datang mencarinya.
__ADS_1
Tersenyum berkata, “Boss kecil, yuk, aku traktir kamu makan.”
“Gak ada mood makan, lihat saja sudah pusing.”
“Haha, kamu harus tenang, di sini sudah pasti gak ada solusi lagi, hanya bisa menunggu audit dari bank, dan menyatakan bangkrut, kamu juga jangan mikir bisa membangkitkan semau ini, kalau aku lihat,Direktur utama sengaja mempersulit kamu, kalian berdua itu hubungan ayah anak, apa sih yang gak bisa diomongin?”
“Sudahlah, urusan kami, bukan 1 2 kata bisa diselesaikan, kamu pergi saja.”
Eric malas mempedulikan orang begitu, terlalu licik.
Hanya menunggu bangkrut, lalu mengambil pesangon dan cabut, dia mana mungkin gak tahu maksud mereka?
Tapi yang paling ditakutkan adalah tidak ada pemasukan.
Ini sangat memalukan
Perusahaan farmasi ini dulu begitu bersinar, tapi sekarang malah jadi bobrok begini.
__ADS_1
Keluarga Xie beberapa tahun ini hanya memusatkan pikiran di bidang perhiasan, profitnya lebih besar, sehingga tidak menjaga anak usaha yang satu ini.
Eric melihat sekilas dokuemnnya, dulu obat-obat yang laku seperti obat flu, obat maag, dan lainnya sekarang sudah tidak bisa lagi.
Sekarang banyak pabrik lagi yang mengeluarkan jenis baru, harga lebih rendah, sangat menarik untuk customer lainnya.
“obat apa yang paling laku ya?” Eric berusaha memikirkannya.
Kemudian dia bertanya di grup teman-temannya.
“Bro, coba bantu pikirkan, sekarang jual obat, obat apa yang paling laku, dan juga bakal dicari-cari oleh customer.”
Salah satunya menjawab, “Obat kuat.”
“Gila ya.” Eric memarahinya.
Kemudian ada yang menjawab, “aku kira obat penurun berat badan, sekarang semua wanita gak peduli gendut atau tidak mereka pasti bilang dirinya gendut, setiap hari bilang mau diet, olahraga, aku kira kalau kamu bikin obat gitu, harusnya bisa mengemparkan pasaran.”
__ADS_1
Eric menghela nafas, kemudian membalasnya.
“Aiya, bro, kamu bukan gak tahu juga, obat penurun berat badan aku pernah tanyakan ke apoteker, yang berefek itu kandunganya sudah tidak boleh digunakan, dilarang oleh negara, kalau gak pakai kandungan itu, sisanya beberapa kandungan standar yang gak ada efeknya, hanya bisa mempermainkan orang lain, kamu jangan lihat aku gak serius, tapi uang seperti itu aku gak mau, kalau mau jual obat, aku harus bikin sebuah obat yang bisa membuat semua orang bisa merasakan efeknya. Gak boleh membohongi orang lain, kakek aku sudah jujur seumur hidup, sampai di aku, gak boleh ada kejelekan sedikitpun.”