
Hello! Im an artic!
Awalnya Lina Hua juga tidak bermaksud membiarkan Windi Feng menggantikan dirinya memikul beban, pertama juga bukan urusan Windi Feng .
Kedua juga kemampuan Windi Feng , sepertinya sulit menghadapi kedua belas prajurit neraka, dia tidak bisa membiarkan teman baiknya menghadapi resiko nyawa ini.
Hello! Im an artic!
Dan emosi Windi Feng sangat keras kepala, setelah mencari perlindungan dan melihat perlindungan lari, dia juga tidak bisa menahan, maka langsung maju kedepan.
Akhirnya tidak disangka, malah menyedihkan, syukurlah dua belas prajurit neraka tidak gegabah, juga tidak bertindak dengan kejam.
Windi Feng hanya terluka di tulang rusuk, berbaring dilantai tidak bisa bangun, setelah Lina Hua mengobatinya, dia tidak begitu sakit lagi.
Dia memegang tulang rusuk, menahan diri duduk, “Lina, kamu tidak bisa, kita tidak bisa menang dari mereka, kita mengaku kalah saja, tidak malu kalau kalah dari prajurit neraka.”
Hello! Im an artic!
“Aku tidak takut malu pada orang.” Lina Hua menjelaskan.
“Aku tahu, kamu tidak ingin membiarkan jiwa Lika Hua pergi.”
Lina Hua menggigit bibir, ucapan ini sungguh benar, dia tidak gampang berkeras ingin Lika Hua terus hidup, bagaimana mugkin dengan mudah menyerahkan nyawa.
“Tapi kamu juga tidak bisa melindungi begini, akhirnya Lika Hua juga harus mati, kamu juga akan dibawa diinterogasi di dunia neraka, kamu si bodoh ini, walau kamu tidak memikirkan diri sendiri, apakah kamu tidak memikirkan John Jiang? Pikirlah dulu saat kamu ditangkap, dan bagaimana John Jiang terhadapmu?”
Windi Feng tahu, asal mengungkit John Jiang, pasti akan ada sinetron.
__ADS_1
Rupanya, begitu mengungkit John Jiang, pandangan Lina Hua langsung menghangat, dia pasti perduli pada lelakinya sendiri.
“Windi Feng , aku sangat mencintai John Jiang, hal ini tidak dapat diragukan.”
“Bagaimana dengan John Jiang kalau kamu mati? Membiarkan dia mati bersamamu?”Windi Feng kembali bertanya.
“Windi Feng , aku tidak akan mati, kamu tunggulah aku.”
Lina Hua mengangkat kepala, membalikkan badan berjalan kearah dua belas prajurit neraka.
“Gadis kecil, aku bujuk kamu lebih baik jangan mencoba lagi, temanmu yang terlahir dari keluarga Feng yang Fengshuinya nomor satu juga bukan tandingan kami, kamu ini mencari masalah sendiri.”
“Anggaplah mencari masalah sendiri, aku mau mencoba baru bisa. Lagipula sudah datang, bukankah begitu?”
Lina Hua melihat kedua belas orang dihadapannya dengan datar dan tertawa.
“Astaga, sudah saat ini dia masih bisa tertawa?”
“Sudah tahu akhir sendiri masih bisa tertawa, hati wanita ini sungguh besar.”
“Bagaimana kalau tidak besar, apakah masih bisa bunuh diri?”
“Kita juga tidak akan melepaskan dia kalau bunuh diri, masih mau membawa jiwa pergi bertemu dengan raja neraka.”
“Setelah bertemu raja neraka, semuanya kebenaran akan terbuka.”
“Keberanan terbuka, kali ini kita beberapa bersaudara sudah menyelesaikan tugas.”
__ADS_1
“Tuan akan gembira kalau menyelesaikan tugas, kita juga akan gembira.”
“Kita gembira dan akan pergi minum beberapa gelas di kedai arak.”
“Kami akan melupakan kegalauan kalau minum beberapa gelas.”
“Tidak pusing, kami tidak perlu berwajah masam sepanjang hari.”
Kedua belas orang ini seperti ini, satu orang menjemput satu kalimat, membuat Lina Han berkeringat.
“Para tuan besar tunggulah sebentar, sekarang bukan saatnya memamerkan kemampuan berbicara, kalian jangan begini.”
“Nona kecil, dengan kemampuan kecilmu, tidak perlu kami dua belas orang bersama, aku seorang saja sudah cukup.”
Sambil berkata, salah satu prajurit hantu berjalan keluar, posisinya nomor tujuh.
Kemampuannya juga lumayan, jelas-jelas ingin pamer, Kak lainnya juga tidak menghadang.
Awalnya mengira bisa menangkap nona kecil didepanya dengan gampang.
Siapa sangka prajurit hantu terbang kesana dan menghantamkan palu.
Lina Hua mengeluarkan sebuah pita satin, dengan cepat langsung mengikat di palu itu, lalu Lina Hua menarik jatuh dengan keras.
Orang itu yang membawa senjata semuanya terlempar sepuluh meter lebih jauhnya……Terjatuh keras diatas lantai, langsung terdengar suara jeritan.
“Kak ketujuh……” Beberapa orang berteriak.
__ADS_1
“Sial……Lina ini mulai menggantung?”
Windi Feng yang duduk diatas lapangan rumput juga menjadi bodoh, kenapa Lina Hua selalu ada jurus yang aneh, dan senjata yang aneh?