Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 124 Catatan Gelap John


__ADS_3

John menganggukkan kepala.


“Kalau tidak? Kamu mengira apa?” Dia melihatnya, tersenyum tipis.


Lina bergegas menundukkan kepala, seperti takut ketahuan.


“Tidak ada apa-apa.”


Dia selalu tidak enak hati langsung mengatakan, aku mengira kalimat tadi diucapkan padaku, ternyata cuma sebuah puisi.


“Ini juga saat bersekolah diluar negeri, seorang teman diluar negeri yang menulisnya, aku menerjemahkannya….merekamnya.”


“Eng, artinya masih lumayan.”


Lina tetap datar saja, seluruh proses makan, dua orang tidak mengungkit keributan dan kekacau besar di kampus.


Lina tidak suka bicara, John menceritakan apa yang terjadi di perusahaan untuknya.


Yang merasa lucu, Lina lalu tertawa sebentar, juga tidak kehilangan sopan santun.


Di tempat lain, Eric insomnia lagi


Dia langsung mengeluarkan ponsel mengirim video buat Bethany yang berada jauh di seberang samudera.


“Kakak kedua, apa yang mau kamu lakukan lagi?”


“Bethany, aku bilang padamu, aku hari ini melihat Linlin memainkan lagu Liszt, judulnya (Feux Follets) tahukah, gila….dimainkan dengan hebat.”


Bethany kebingungan, “Linlin? Siapa?”

__ADS_1


Dia seketika belum sempat merespon.


“Tentu saja Lina, kamu sebenarnya mendengarkan dengan serius tidak?”


“Tolong, kakak kandungku, kamu akrab tidak sama dia? Kamu memanggilnya Linlin, kamu geli tidak, jijik tidak? Papa mama kita tahu tidak kamu murahan begini? Bethany melemparkan sebuah pandangan mengejek keseberang sana.,”


“Aduh, semua ini bukan lah yang terpenting, yang penting adalah……aku semakin mendekatinya semakin menyadari Linlin adalah wanita harta karun, aku semakin mencintainya, bagaimana ini?”


“Ya kesepian.”


“Bicara baik-baik, Bethany.” Ada tuan muda yang marah.


“Aku sudah bicara baik-baik, bukanlah kamu sendiri yang rendahan? Istri yang sudah dihilangkan mau dikejar kembali?”


“Bukankah saat itu aku kebingungan…. pokoknya, kali ini aku tidak akan melepaskan tangan lagi, Linlin sungguh terlalu hebat, ha ha, pada saat itu, wanita tercantik yang menindasnya, wajah pun menghijau, lagu dari Liszt, ada berapa orang yang bisa memainkannya sampai sehebat ini ”


Eric dan adiknya saat membahas Lina, sangat semangat.


Bagaimanapun papa mama kakak kakak ipar tidak mendukung pemikirannya yang tidak masuk akal ini.


Jadi dia, sudah menganggap dirinya sebagai tempat penampungan, tidak peduli apapun, akan menceritakannya disini.


“Sudah lah, terakhir kali kamu dicakar kucing juga memberitahu aku, kali ini melihat orang bermain piano juga mau memberitahuku, kamu benaran sudah gila, kakak….tidak bicara lagi, aku ada pelajaran, sampai jumpa…,”


Sambil bicara Bethany menutupnya.


“Dasar anak nakal ini, sia-sia menyayangimu.”


Setelah menutup telpon, Eric merasa bosan lagi.

__ADS_1


Dia memastikan kalau dirinya seharusnya sudah tenggelam dalam sungai cinta…..


Tapi, sikap Linlin padanya, benar-benar?


Tidak bisa jika terus begini, bagaimana ini?


Kalau tidak, aku juga pergi kuliah?


Juga tidak bisa, dia pelajar top di institut teknologi Massachusetts, kembali ke Universitas Nasional berkuliah, kemungkinan akan ditertawain orang.


Apalagi, jika papa mengetahuinya, kemungkinan bukan hanya sekedar cambukkan saja.


Larut malam yang tenang


Eric terbaring di atas ranjang memainkan ponsel, sama sekali sudah melupakan kucing Garfield yang dibelinya saat berminat.


Di sebuah gruop anak pewaris, dia tiba-tiba membagikan, “Siapa yang punya catatan gelap John, cepat beritahu aku, akan ada imbalan.”


Awalnya hanya asal membicarakannya, tak terpikirkan begitu kata ini selesai diucapkan.


Benaran ada satu orang yang menghubunginya secara pribadi.


Orang itu bernama Tommy Wang, dari keluarga besar Wang, tapi karena bukan garis keturunan langsung, jadi tidak agak diabaikan, biasa juga tidak bekerja hanya makan tidur berfoya-foya.


“Kakak kedua Xie, aku ada laporan, mengenai catatan gelap John yang sangat besar.”


“Oh? Bicarakan….” Eric merasa sangat tertarik, tengah malam begini juga tidak ada rasa kantuk.


“Kakak kedua Xie, anda lihat, kartu kreditku bulan ini yang berjumlah 130ribu belum dibayar……” Bocah ini tanpa memikirkannya langsung mengucapkan kata ini.

__ADS_1


“Kamu bilang dulu yang kamu ketahui, aku lihat apakah sesuai dengan harga 130ribu.”


__ADS_2