
Ketika Rika dan Ella pulang, melihat ada 2000 di meja, mereka kaget.
Ketika mendengar ada barang terjual, mereka sangat kaget.
“Oh Tuhanku, beneran jodoh banget yah.” Rika Kaget.
Lina sangat senang, moodnya sangat baik.
“hari ini buka toko, uang makan juga sudah kita dapatkan, mantap, gak sia-sia.”
“Non, yang beli siapa? Kelihatan sangat dermawan.”
Ella gak tahu pagoda kecil yang sudah rusak dan tua itu bisa di hargai 2000?
Lina memegang kepalanya, dan menutup matanya.
“berjodoh dengannya, ibu itu memiliki dahi yang tinggi, dalam hidupnya akan menjelekkan suaminya, sepertinya suaminya sudah tidak ada, hanya bisa bersama anaknya, tapi telapak tangannya gede, sepertinya punya harta, walaupun suaminya tidak bisa diharapkan, tapi keuangannya lumayan baik, sepertinya punya bisnis kecil di rumah, tidak ada galau untuk masalah ekonomi 2000 untuk merubah nasib anaknya, worth it lah.”
“Non, ini kamu jualan atau ngeramal orang sih?”
Ella tahu nonanya tidak bisa menahan hobinya, sudah biasa dan suka meramal hidup orang.
Wajah, telapak tangan dan ramalan lainnya juga.
Hasilnya akan sama, walaupun tesnya tidak sama.
Lina juga tak tahu kenapa dirinya suka begitu?
Sepertinya di otaknya ada yang mengarahin untuk berbicara tentang ramalan gitu.
__ADS_1
Kalau dia melihat seseorang dengan serius, dia bisa melihat semua informasi dasar dari mukanya termasuk arah nasibnya.
Tapi hanya penasaran, dan melihatnya sekilas
Tapi dia hanya membicarakan ke orang sendiri, kalau ke ibu tadi, tidak mungkin dia omongin, karena gak mungkin membocorkan rahasia nasib.
Toko ini membuat Lina bisa melakukan 1 hal lagi.
Jadi dia biasanya ke sekolah 5 hari 1 minggu, sekarang di ganti 3 hari, senin rabu jumat.
Selasa dan kamis menjaga toko.
Nama tokonya dia pikirkan sangat lama, tapi gak ada yang cocok, akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan nama wechatnya yang bernama Seumur Hidup Ada Kamu.
Ada hubungan dengan namanya, dan juga enak didengar.
Dan sekarang hari rabu, hari sekolah.
Ketika siang hari, dia keluar dari pintu samping, dan melewati 2 jalan, dia menemukan 1 resto rebusan gitu.
Ketika masuk, ternyata tempatnya sudah penuh.
Ketika dia mau pergi, tiba-tiba ada yang memanggil namanya.
“Lin.”
Lina membalikkan kepalanya, melihat wanita itu, dia binggung juga.
Murid di jurusannya? Murid miskin itu? Jessica? Kalau dia gak salah ingat.
__ADS_1
“Lin, duduk disini, sini masih ada 1 kursi lagi.”
Gak menunggu jawaban Lina, dia langsung mengambil 1 lap mengepel tempat di pojok dalam.
Lina gak jadi keluar, dia langsung berjalan ke dalam lagi.
Awalnya dia mengira wanita ini datang makan, tapi ketika berjalan mendekatinya, dia baru sadar, dia memakai baju yang sama dengan wanita itu.
Jadi……
Gak menunggu Lina bertanya, dia langsung bilang.
“aku disini bekerja shift, ha, istirhat siang 2 jam aku bisa mendapatkan 80rbu.” Dia tersenyum
Gak merasa malu, dan juga gak merasa pekerjaanya ini rendah, tapi dia malah merasa bahagia dan bersyukur.
Detik ini, Lina juga berubah sedikit pandangan terhadapnya.
Lina mengangguk, kemudian duduk
“kamu mau makan rebusan yang apa, aku ambilin.” Dia menyapa dengan ramah.
“Aku makan vege, rebusan apapun boleh, yang penting tidak ada dagingnya.”
“Ok aku ambilin, kamu tunggu ya.”
KemudianJessica langsung membawa 1 rebusan panas ke mejanya.
“Lin, ini isinya kol, makan yah.”
__ADS_1
Lina baru mau mengeluarkan uangnya, dia langsung menahan tangannya, “Aiyo gak usah, aku sudah bayarkan.”