Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 96 Memperbolehkan Mencari


__ADS_3

Sebelumnya kami tak pernah sedekat ini. Ternyata John Jiang juga suka minum anggur.


Melihat mata Lina Hua yang kalut, membawa sedikit rasa cinta.


Orang ini adalah istrinya……


Setiap hari, amat normal baginya untuk pulang ke Villa Spring Mansion, menganggapnya seperti rumah sendiri.


Sepertinya John Jiang sudah tak memikirkan lagi, kalau disini hanyalah tempat perlindungan sementara.


Tak disangka ia mempunyai istri kedua.


Terlebih lagi, ia tak menyangka kalau istri keduanya itu adalah orang yang begitu sempurna, siapapun yang melihatnya bisa tertarik padanya.


Banyak pria yang mencari wanita sepertinya, ia seperti obat yang bisa menyembuhkan segala penyakit, bahkan yang sakit parah sekalipun, ingin merasakannya.


Kecantikan Lina Hua memang tak terabaikan.


Apalagi saat malam hari, kolagen memenuhi wajahnya.


Dari air yang jernih keluar bunga teratai, ornamen alami terpancar.


Tak ada make up yang digunakan, semuanya terpancar alami.


John Jiang sedikit tak bisa mengontrol diri.


Ia menundukkan kepala, hendak mencium bibir merahnya……


Detik berikutnya…… Lina Hua menghindar pergi.


John Jiang langsung mencium tembok putih itu……

__ADS_1


Ella yang keluar untuk mengambil sesuatu, melihat kejadian memalukan itu.


“Eh…… tuan yang mabuk, mencium tembok.” Kata Ella


Lina Hua menunduk tak bisa menahan tawanya, lalu pergi naik ke atas tanpa menghiraukannya.


John Jiang yang merasa malu tidak berani melihat ke belakang, ia mengambil jaketnya, lalu pergi ke kamar di lantai atas.


Saat Ella menceritakan pada Rika tentang apa yang terjadi saat malam, mereka berdua tertawa geli.


Kejadian ini menjadi noda hitam bagi John Jiang yang tak bisa dihapus untuk waktu yang lama.


Ia ingin menciumnya, tapi dia menghindarinya dan malah mencium tembok.


Ia tak menyangka kalau John Jiang yang begitu dihormati, juga punya sisi imut.


Pagi berikutnya.


John Jiang mengenakan jasnya, lalu duduk di seberang Lina Hua.


“Selamat pagi.” Ia masih menundukkan kepalanya karena malu atas kejadian semalam.


“Pagi.” jawab Lina Hua


“Lina, kau tak pernah makan daging. Apakah kau yakin bisa bertahan hidup?” Ia melihatnya makan sayuran sepanjang tahun, membuatnya merasa agak sakit hati.


“Semua itu adalah tubuh hewan. Apa enaknya?”


John Jiang: ……


“Baiklah. Kau menang.”

__ADS_1


Penjelasan Lina Hua yang begitu blak-blakan membuat John Jiang tak lagi ingin makan daging.


Kemudian, Lina Hua memikirkan kejadian tadi malam.


Setelah ia kabur, ia masih mengecek Baidu dan Zhihu.


Ia akhirnya mengetahui, kalau pria juga punya kebutuhan psikis.


Diumurnya John Jiang yang baru sekitar 26 tahunan, itulah saatnya gairahnya berapi-api.


Makanya Lina Hua bisa mengerti dari sisi rasional.


Ia berpikir sejenak, lalu berkata, “Aku ingin menyampaikan sesuatu padamu.”


“Baiklah.”


“Kamu……Sebenarnya, kau bisa pergi mencari wanita lain. Aku tak peduli. Walaupun berbagai media tahu dan kau ada di pencarian yang paling dicari sekalipun, aku tak masalah…… Lagipula pernikahan kita hanyalah sebuah kontrak, bukan sesuatu yang nyata. Jadi kamu punya hak untuk mencari wanita lain untuk memenuhi……kebutuhanmu.”


Wajah Lina Hua memerah setelah menyampaikan hal itu.


Mata John Jiang terbelalak, dalam hatinya berpikir, kekacauan apalagi ini?


“Ada apa? Apa maksudmu mengatakan hal itu.” John Jiang mendongakkan kepala, melihatnya dengan serius.


“Aku telah memikirkannya. Kau adalah pria normal yang membutuhkan seorang wanita……untuk menemanimu. Aku tak bisa mengurus hal ini, kau boleh mencari orang lain yang bisa mengurusnya…… Aku memperbolehkanmu untuk mencari. Aku juga yakin aku bisa menjaga rahasiamu.” Lina Hua berbicara seperti tanpa beban.


John Jiang menepuk dahinya, “Kau benar-benar seorang istri yang baik.”


“Aku serius, tak sedang bercanda.”


John Jiang meliriknya selama lima detik, lalu berkata, “Aku juga tak sedang bercanda. Aku memilikimu, itu sudah cukup.”

__ADS_1


__ADS_2