
Sebenarnya kebanyakan pria tidak bisa menahan diri untuk menerima tantangan, semakin besar tantangannya, semakin ingin dicoba.
Eric bertaruh, pria seperti John pasti sangat percaya diri, jadi dia pasti akan menerima tantangannya.
Hello! Im an artic!
Sayangnya, Eric salah menebak kali ini.
Setelah mendengar tantangan dari eric, John hanya tersenyum, “Terkait taruhanmu, aku sama sekali tidak tertarik.”
“Kamu pasti takut ya? Takut kalah sama aku?” Eric berusaha menantangnya lagi.
“Tidak, tapi aku tidak akan menggunakan Lina sebagai taruah, karena dibandingan dengan perusahaan 500juta mu, sama sekali tidak berharga.” Kata-kata ini diucapkan dari lubuk hati John, wanita seperti Lina ini, semakin dekat kamu akan tahu dia semakin berharga, banyak misteri di Lina yang ingin dia pecahkan, seorang yang begitu baik, dia juga susah payah mendapatkannya, mana mungkin diberikan kepada orang lain? Dan John juga benar, perusahaan 500juta bagi dia sama sekali tidak ada apa-apanya, dia sudah punya kerajaan bisnis keluarga Jiangnya, mana mungkin tertarik lagi dengan perusahaan kecilnya Eric.
Hello! Im an artic!
Melihat John yang tidak tertarik, Eric jadi panik.
“Kamu tidak ingin mengalahkanku? Enggak mau aku gagal total juga kali ini?”
__ADS_1
John dengan tenang berkata, “Tidak ingin, karena aku tidak pernah menganggapmu sebagai lawan aku, jadi mengalahkanmu tidak ada artinya.”
Setelah mendengarnya kata-kata John, harga diri Eric terpukul sangat dalam.
John tidak pernah menganggap dia sebagai seorang lawan, bisa dilihat dulu Eric selemah apa.
Dia mengepalkan tangannya, dan melotot ke John.
“John, kamu akan menyesal dengan kata-katamu hari ini….. walaupun kamu tidak ingin bertaruh denganku, tapi aku pasti punya cara untuk memutuskan hubungan kamu dengan Lina, aku akan membuatmu kehilangan wanita yang kamu cinta, dan juga semua yang kamu punya, sampai saat itu, kamu akan tahu aku lawanmu atau bukan? Dan tentunya kamu juga akan tahu, melawan aku ada artinya atau tidak.”
Selesai berbicara, Eric langsung pergi dengan ekspresi marah.
Untuk ini, dia sangat mirip dengan Lina.
Kalau dibilang yang jelek, itu artinya pura-pura, tapi kalau yang enak didengar adalah emosi dan kemarahanya tidak pernah berubah ekspresinya, orang seperti inilah yang akan bisa sukses nantinya.
Malam hari, mama John menelepon mereka untuk pulang makan, katanya sudah dimasakin jagung yang segar.
John membawa Lina pulang untuk makan, ketika mau pergi, Nyonya Jiang memberikan banyak jagung ke menantunya.
__ADS_1
Dibandingkan mama sendiri, Lina lebih menyukai mertuanya.
Walaupun dia dan John adalah suami istri palsu, tapi Nyonya Jiang menganggapnya sebagai menantu asli, sangat memperhatikan setiap hal-hal kecil sekalipun.
Ketika pulang, John yang menyetir, Lina duduk di sampingnya.
Saat lampu merah, John melirik ke Lina, dan dia menyadari wanita ini sedang bermain game yang sangat kekanak-kanakan, yaitu Snake.
Tiba-tiba dia merasa Lina sangat gemas, John mengulurkan tangannya dan memegang lengannya Lina.
Yang paling parah adalah kalau mau megang yah megang saja, tapi John malah mencubitnya 2 kali.
Sangat jelasJohn sedang mempermainkannya, Lina dengan cepat menampar tangan John, dan menatap tajam kepadanya, “Singkirkan tangan kotormu itu.”
“Lina kamu pelit banget, pegang saja tidak boleh.” John tertawa, kemudian tangannya kembali memegang setirnya.
Lina menatapnya dengan muka tidak percaya, astaga, orang ini masih tahu malu gak sih? Malah dengan lantang berkata, pegang saja gak boleh?
Dan juga bilang Lina begitu pelit, ini mah namanya fitnah, udah kasih jantung malah minta hati lagi.
__ADS_1
“John, masih tahu malu gak sih?” Lina menatapnya dengan kesal.