Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 282 Hancur Hati


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Tidak menunggu Lili sadar, di telinganya Sony berbisik, “Mau nipu ada harganya, ketemu lagi ya, sayangku.”


Selesai bicara, Sony menyengir, membawa senyum yang tidak terlihat.


Hello! Im an artic!


Mau bilang kuda hitam, tidak peduli John, Andy, dan juga Eric, tidak ada yang bisa mengalahkan Sony.


Dia suka menyamar menjadi babi yang makan macan, kalau dilihat jujur, tetapi kebalikannya.


Lili mau menipu dia, apa semudah itu?


Pasti mau menerima bunga, menunggu sampai Sony pergi, Lili baru sadar, sangat menyebalkan.


Hello! Im an artic!


“Sialan, sudah terbiasa mengambil keuntungan, ya ga?”


“Lili, ada apa?” Manager kakak Liu terbangun karena terkejut, apalagi dilihat banyak orang, bisa digosipin yang tidak-tidak.


Lili ada sedikit cape, langsung menyadar di sofa, sepasang tangan di dada.

__ADS_1


“Saya juga tidak tahu, dia sudah gila.”


Waktu dengar Lili bicara begini, manager langsung bangun, menjelaskan ke pelanggan, “Harap tidak merusak suasana anda, Lili dan tuan muda Wang adalah teman, mereka sedang kerjasama menjadi sepasang kekasih, untuk iklan film baru Lili mohon dukungan semua orang.”


Setelah semua orang mendengar, juga mengerti, lalu biasa saja, Kakak Liu sangat bagus di bidang public relation, dari awal Lili sudah membawa dia.


Beberapa tahun ini, dua orang sudah seperti keluarga, perasaan sangat baik, membicarakan semua hal.


“Lili, ayo ngomong.”


“Ngomong apa?” Lili mengangkat kepala melihat managernya.


“Kamu dan tuan muda Wang.”


“Tidak ada apa-apa, seperti Eric saja.” Lili asal ngomong.


Lili segera mengelengkan kepala, bener tidak, saya sumpah, biarpun semua laki-laki di dunia mati sisa dia seekor babi, saya juga tidak mau pilih dia, mending tidur dengan babi.”


Melihat reaksi Lili yang berlebihan, Kakak Liu tertawa, “Jangan ngomong dulu, ntar kejadian loh.”


“Tidak akan, pokoknya kamu jangan pikir yang aneh-aneh, bener tidak, Sony sama kayak pecundang, tidak pernah melihat cewe, lihat siapa pun mau pegang, maka kamu jangan terlalu ambil hati.”


“Salah, jika sesuai dengan sifat kamu, kalau ada yang bersalah padamu pasti langsung bales, tadi dia cium kamu kan……. Kamu malah diam saja?”

__ADS_1


Lili bengong……


“Saya…… kan tadi ga sadar? ****, lain kali saya liat dia, pasti dia akan mati.”


Kakak Liu dengan senyum terdiam, melihat Lili diam, juga tidak bertanya lagi, tapi masalah ini harus hati-hati.


Diluar kamar vip di rumah sakit


Lina memegang gambar hasil test dari John, kasih Benard lihat.


Benard setelah melihat langsung menangis, terdiam, duduk di kursi panjang, dua tangan menutup muka, hatinya berat, hati hancur.


Walaupun sudah bisa prediksi, tetapi pas sudah pasti, tidak bisa menerima kenyataannya.


Dalam hati Lili pasti sedih, tetapi dia merasa, Benard pasti sedih dibandingkan dia, apalagi orang yang disukainya.


“Kamu rencana gimana?” Lili dengan pelan bertanya kepadanya.


“Menikahinya.”


“Kamu sudah pasti?” waktu ini Lina, kagum pada Benard, saat ini pun masih tetap kekeh mau menikahi Lika, tidak gampang.


Apalagi kehidupan sebenarnya tidak sama dengan drama di tv, apa yang dipilih menjadi tanggung jawab sendiri.

__ADS_1


“Hm, sudah yakin, tidak akan menyesal.” Benard dengan suara serak menjawab, melap airmatanya.


“Hasil tes mau kasih tau dia?” Lina juga sudah tidak bisa ambil keputusan lagi, melihat hasil tertulis—— kanker kelenjar paru-paru, hanya bisa bilang sudah nasib.


__ADS_2