Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 723 Hukuman Melawan Langit


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Tuan iblis, maaf sekali, aku tidak ada cara melakukannya.” Lina Hua juga memikirkan kalimat dengan baik.


Begitu mendengar, oran itu langsung panik, menunjuk Lina Hua, dan penuh dengan tenaga yang menggetarkan, “Wanita, kamu tahu apa namanya kalau memaksa menekan jiwa orang yang meninggal?”


Hello! Im an artic!


“Aku tahu, melanggar hukum langit.”


“Bukan hanya melanggar hukum langit, tapi dosa besar melawan langit, kalau kamu keras kepala begini, pasti harus menerima akibat yang kejam.”


“Kak, tidak perlu omong kosong dengan wanita ini, dia sudah melanggar hukum Ying dan Yang, langsung tangkap saja, biarkan dia bicara dibawah kaki raja neraka dibawah saja.”


“Benar, wanita, sampai saatnya ditekan dibawah kaki raja neraka, kamu tidak ada kesempatan membalikkan badan lagi, kamu pikirkan baik-baik, kami memberikan kesempatan terakhir padamu.”


Hello! Im an artic!

__ADS_1


Beberapa prajurit neraka disampingnya, sebenarnya tidak ingin turun tangan terhadap seorang wanita lemah.


Hal ini awalnya hanya perlu seorang prajurit neraka saja, tapi neraka juga terkejut sekali saat memeriksa ada orang yang menggunakan 49 lembar mantra langit untuk menekan jiwa orang biasa, dan mereka juga tahu, benda itu tidak dapat dilepas kecuali oleh orang yang memberikan mantra itu.


Awalnya mengira orang yang bisa menggunakan mantra langit, harusnya seorang siluman yang berilmu tinggi.


Maka baru bisa mengutus semua dua belas prajurit neraka kemari, siapa tahu agak kecewa setelah datang.


Lagipula didepannya terlihat seorang nona kecil yang lemah, melihat juga sekitar dua puluh tahun dan berpenyakitan.


“Tuan besar, aku tahu aku salah dalam hal ini, tapi……Aku juga tidak bisa melihatnya, kakak keempatku masih hamil, dua nyawa dan satu badan akan memberi serangan yang terlalu besar pada keluarga. Dia juga hanya orang biasa, dan sangat mencintai kehidupan, apakah bisa toleransi dan membiarkan dia tinggal?”


Tapi dunia neraka ada peraturannya sendiri, ini jelas tidak mungkin melanggar peraturan demi orang biasa.


“Kamu tidak perlu berharap lagi, jangan bilang dia seorang orang biasa, walau dia siluman atau hantu, bahkan orang baik sekalipun kami juga tidak akan memberi muka. Raja neraka kami paling keras, tidak perduli apa alasanmu, asal hidup mati sampai pada umurmu, maka akan ikut dengan kami, kami melihat kamu seorang gadis kecil dan tidak ingin bertindak padamu, tapi kamu jangan terlalu keterlaluan.”


“Tuan besar, apakah kalian bisa memohon pada raja neraka, agar mengecualikan dan mengampuni sebentar? Juga boleh kalau misalnya bisa digantikan dengan yang lain?”

__ADS_1


“Tidak mungkin, raja neraka kami tidak melakukan tukar menukar.”


Sama seperti yang dipikirkan oleh Lina Hua, masih sungguh tidak gampang bicara dengan prajurit neraka ini, tidak menggunakan perasaan sedikitpun, dia bicara apapun juga tidak bisa menggoyahkan maksud mereka.


Hanya berniat menangkap Lika Hua pergi, melihat hal ini, sudah tidak bisa mencapai kesepakatan.


“Wanita, sekarang sudah tengah malam jam dua belas, sudah melewati 12 jam dari kematian Lika Hua, jangan menyalahkan kami tidak mengingatkan kamu, kalau begitu melewati waktu ini, akan termasuk memaksa tinggal dengan melanggar aturan. Sampai saatnya bukan hanya dia yang harus menghadapi hukuman, dan kamu juga sulit menghindari disalahkan, kamu menghalangi jiwanya pergi, juga harus menerima hukuman dari alam neraka kami, untuk apa kamu begini?”


Melihat nona kecil dihadapannya begitu keras kepala, alam neraka juga menangkapnya dengan tega, diberi hukuman mati.


Maka berharap dia dapat sadar atas kesalahannya dan melepaskan mantra langit dari badan Lika Hua, dan menyerahkan jiwanya.


Dan saat ini, Lika Hua masih tidak tahu ada orang yang sedang bernegosiasi dengan orang dunia lain deminya.


“Lika Hua, sudah jam dua belas, kenapa kamu masih tidak tidur?” Benard Bai mengusap wajahnya.


“Aku takut aku tidak akan melihatmu lagi kalau aku memejamkan mata.”

__ADS_1


“Jangan sembarangan bicara, membawa sial.”


“Sungguh, aku takut aku bisa pergi kapan saja, tidak berani memejamkan mata.” Lika Hua hidup kembali dari kematian, malah tidak bebas, semakin terikat dengan dunia manusia.


__ADS_2