
Hello! Im an artic!
Peter tidak pernah berpikir putri terkecilnya menggunakan nada begini ngomong dengan dia, juga sangat terkejut.
“Adik kelima, kenapa kamu bicara dengan papa begitu?” Kakak terbesar Linda ada sedikit tidak senang.
Hello! Im an artic!
Di rumah ini, yang paling bermartabat masih Peter, walaupun dia sudah pension, juga tidak mengurus masalah kantor.
Tetapi para komisaris dan petinggi itu hasil didikan dia, bisa dibilang, walaupun Peter sendiri tidak di kantor, tetapi mata-matanya masih ada di kantor.
Maka, baik Lisa maupun Linda, tidak berani menganggap enteng ayahnya ini.
__ADS_1
Lina juga tidak memperdulikan kakak terbesar, dengan tertawa dingin, “Ayah, saya sangat heran kapan yang lebih penting dari penyakit kakak keempat, apa yang lebih penting?”
Hello! Im an artic!
“Ah…… hanya sudah janji dengan teman mengerjakan sesuatu, masih belum selesai, saya tidak mau hilang kepercayaan orang.”
Peter didesak oleh putri terkecilnya, juga berusaha menjelaskannya dengan tenang.
Tetapi Lina tidak peduli.
Semua orang terdiam…… kata-kata Lina ini, memang sangat berat.
Nyonya Hua sangat sedih, langsung menangis, Peter juga malu, lalu merokok.
__ADS_1
“Semua orang sudah dewasa, dan sangat pintar, ada kata-kata saya tidak mau ucapkan, masih kalian muka.”
“Adik kelima, kamu paling kecil, apa hak kamu menyalahkan kita? Apa karena ada bekingan Keluarga Jiang, lalu jadi angkuh?” Lisa memang tidak suka Lina, jadi pas dimarahi, diam saja, dulu karena masalah jadi model rumah sakit operasi plastik, maka waktu ada kesempatan, Lisa juga langsung membalasnya.
Lina melihat ke Lisa, langsung membalasnya, “Karena waktu kakak keempat saya opname, dari rumah sakit sampai professor saya yang hubungi, dari makan dan tinggal saya yang ngurusin, maka yang lain saya tidak berani ngomong, tetapi masalah ini, saya pasti punya hak.”
Lisa dibalas begitu langsung sebal, tidak bisa membalas lagi.
Linda melihat keadaan tegang, segera mencairkannya, “Adik kedua, adik kelima, kalian tenang dulu. Kita sekeluarga ngomong baik-baik, adik kelima saya tahu sejak adik keempat opname, kamu memang keluar tenaga, kita semua berharap dia yang terbaik, sekarang begini, perusahaan ditangani saya dan adik kedua, memang tidak ada waktu, bukan cari alasan, tetapi kami pasti urus, dan mau keluar uang, mau orang ada orang, saya tidak sempet, dan juga kakak iparmu bisa membawakan makanan, begini apa tidak bisa?
Lina diam……
Lili dengan enteng bilang, “Apa yang dikatakan adik kelima benar, waktu ini, semua orang jangan mikir uang dan kerjaan, kan giliran, ya giliran saja, satu orang satu hari, saya setuju.”
__ADS_1
“Kalian putuskan sendiri saja, apa yang harus dikatakan sudah saya katakana.”
Sambil bicara Lina dengan dingin bangun, berjalan ke samping Peter, dia melihatnya sekilas, masih tidak lupa mengingatkan, “Ayah, orang sudah seumur anda, saya rasa tidak ada yang lebih penting dari keluarga, menurut anda?”