Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 117 Malah Dibalas Satu Serangan Mematikan


__ADS_3

John memang tahu tentang pesta penyambutan tahun ajaran baru Lina.


Lalu melihat ada siaran langsung yang naik halaman pertama, langsung mau ke ruang siaran langsung menontonnya.


Eric mendengarnya dari orang lain, begitu mendengar ada acara pertunjukkan Lina, tanpa bicara apapun langsung masuk.


Lalu tidak melihat siapa yang melakukan siaran langsung, langsung membuka mode memberi hadiah dengan gila.


Yang melakukan siaran langsung adalah wakil ketua perkumpulan mahasiswa, seorang pria dengan nilai unggul.


Dia melakukan siaran langsung hanya karena seketika terasa semangat, tidak terpikir di dalam ruang siaran langsung tiba-tiba datang orang kaya.


Sejak dia mulai masuk, sekelompok hadiah bernama hati yang mencintai dewi terus diberikan tanpa berhenti.


Di layar moment tertulis– berikan pada dewi Lina.


Nama Eric dalam ruang siaran langsung adalah samaran, panggilannya adalah — Turis 1987


Jadi tidak ada orang yang tahu apa identitas sebenarnya?


Tapi bisa dilihat, ini adalah fans dari peri kecil, jika bukan maka tidak akan segila ini.


Lina dan Lexie empat tangan memainkan (Vanessa Smile)


Dimainkan dengan sempurna, satu lagu berakhir, suara tepuk tangan meledak.


Tidak menunggu Lexie berbicara, Lina berinisiatif mengambil mikrofon, melihat sekeliling satu ruangan ribuan orang.

__ADS_1


“Disini ada satu permintaan yang agak berlebihan, karena hari ini semuanya bersemangat, kalau gitu aku dan Lexie akan kerjasama satu lagu lagi, dari Liszt (Feux Follets) tidak tahu apakah dia bersedia?”


Di bawah panggung langsung bersorak dan melompat berteriak: bersedia, para dewi semangat, dukung kalian.


Semua yang melihat keributan ini tentu saja tidak takut masalah menjadi besar, tapi setelah Lexie mendengarnya, hampir saja pingsan.


Alasannya sangat mudah, lagu yang tadi Lina katakan dari Liszt (Feux Follets) dikenal dunia sebagai salah satu lagu dari 10 lagu piano yang paling susah dimainkan.


Ritmenya cepat, suku katanya sangat banyak, dan gaya lagu sangat aneh.


Tidak banyak orang yang bersedia mencoba memainkan lagu ini secara penuh.


Seorang pianis profesional pun, mendengar lagu ini, juga sangat menghindarinya.


Lexie awalnya hanya ingin mempersulit Lina sebentar, tak terpikirkan tidak berhasil mempersulitnya, malah dibalas satu serangan mematikan.


“Lexie, ada kesulitan? Jika ada kesulitan, kamu boleh memilih lagu lain, aku temani kamu.” Lina tersenyum.


Kata-kata ini tadi diucapkan oleh Lexie, demi menghina Lina.


Tapi setelah lima menit, yang awalnya ingin mencelakai orang lain malah mencelakai diri sendiri.


Dia wanita tercantik di sekolah, memikul beban dari seorang idol, di bawah panggung begitu banyak pelajar, terutama adik-adik yang baru masuk sekolah.


Bagaimana dia bisa mengatakan diri sendiri tidak bisa memainkannya?


Jadi hanya bisa mengeraskan kepala menjawab, “Bisa.”

__ADS_1


“Baik, kalau begitu kita mulai.”


Lina tersenyum dan duduk, mulai membolak balikkan buku not.


Freddie dibawah panggung barisan kedua, satu tangan memegang dagunya, senyumannya memiliki arti yang dalam.


“Freddie, kali ini menurutmu bagaimana?” Temannya bertanya pada Freddie lagi.


“Gadis kecil tidak mudah diganggu….. Lexie mau mencelakai orang lain malah mencelakai diri sendiri, hanya bisa bilang sudah sepantasnya…..tapi…..aku malah sangat menantikan, di lapangan mendengar langsung salah satu lagu legenda piano yang paling susah dimainkan (Feux Follets).” Tiba-tiba Freddie merasa Lina orangnya sangat menarik.


Kelihatan sangat jujur, sangat taat aturan.


Mengira mudah ditindas, tapi sebenarnya?


Tanpa suara bisa membuat orang tidak berkutik.


Tidak usah berpikir juga sudah tahu, Lexie tidak mungkin bisa memainkan lagu Listz.


Yang bisa dia mainkan juga lagu piano yang ritmenya pelan seperti ciptaan Richard, kesulitan tingkat tinggi, sama sekali tidak bisa.


John duduk di dalam kantor, dokumen juga sudah malas ditandatangani.


Fokus menonton, dia juga pertama kali melihat sisi Lina yang keras ini, benar-benar wanita tercantik di sekolah berhadapan langsung dengan wanita keras.


Penampilan yang keras kepala, dan penampilan balas dendam yang agak jahat, sungguh sangat imut.


Eric juga mengerti lagu ini, dia saat ini sudah terlalu bersemangat.

__ADS_1


Sekali lagi menerbangkan hadiahnya, dan masih dalam ruang siaran langsung marah — Lexie sampah, gadis kecil hebat.


__ADS_2