Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 709 Pasangan Jiwa


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Dia menulis begini—


Aku tidak tahu semua kebenarannya, aku hanya bisa melihat semenjak dari ada masalah, setiap kali ada orang merendahkan nyonya Jiang, tuan Jiang akan langsung muncul melindungi istri, dia sampai tidak pernah berdebat demi dirinya, lelaki ini, aku percaya dia bukan orang brengsek. Kebalikannya kalau saat ini meninggalkan istri dan kembali ke sisi mantar pacar, barulah orang brengsek yang sepenuhnya tidak berperasaan.Tidak ada orang yang mengharuskan harus bertanggung jawab pada mantar pacar, tidak orang yang mengharuskan harus berhasil dalam sebuah hubungan. Tapi hubungan pernikahan ada dalam perlindungan hukum dan disaksikan oleh keluarga dan teman, adalah janji kita masing-masing seumur hidup, maka tuan Jiang, terima kasih kamu kembali membiarkan aku melihat arah dan harapan cinta yang indah, aku juga sekali lagi bersedia percaya pada cinta. Sangat iri pada nyonya Jiang, juga mendoakan kalian.


Hello! Im an artic!


Saat John Jiang melihat sebuah komentar ini, langsung menghangat sebentar, dia tidak sabar berjalan kedalam dapur.


“Lina, kamu lihat.”


Perasaan ini seperti anak kecil yang sedang menyombongkan barang dengan suasana hati gembira.


Lina Hua memiringkan keala melihat dan lalu tertawa.


Hello! Im an artic!


“Nyonya Jiang, apakah ada yang mau dikatakan?”


“Ada, beruntung bertemu denganmu dalam tiga kehidupan.”


John Jiang tidak tahan dan mengeluarkan tangan mencubit pipi Lina Hua, “Aduh, sungguh tidak gampang mendengar Lina Hua keluargaku berkata manis seperti ini.”

__ADS_1


“Jangan ribut, aku masih belum selesai memasak.”


Lina Hua juga ada sedikit malu, lagipula tidak terbiasa dengan kemanjaan dan keterbukaan seperti ini.


Saat makan malam sangat nyaman, Rika dan Ella juga dipanggil Lina Hua kemari dan duduk bersama.


Empat orang mengelilingi meja makan yang cantik, melihat diatas meja ada beberapa sayuran.


Sebenarnya itu sangat biasa, sampai makanan pokok yang pernah dimakan oleh sedikit orang.


Ada beras sorghum kacang merah kecil, dan masih ada roti jagung yang dalamnya berisi sawi putih dan daging.


Masih ada satu yang agak aneh, sejenis sayuran yang tidak dikenali John Jiang, berwarna hijau, seperti ada duri, daunnya juga ada bunga yang eksotis.


“Akar Acathopanax.”


“Tidak pernah mendengar.”


“Biasa, ini adalah sayuran liar yang khusus ada di inti gunung Tian Wang kota Kota Li , ada efek menjaga badan, rasanya juga lumayan, menyegarkan.” Lina Hua memperkenalkan.


Sebenarnya ini minta tolong dikirmkan oleh teman sekampung Jessica Yu, sungguh jenis yang tidak dapat dibeli dengan uang.


John Jiang, Ella dan Rika tidak pernah memakannya, juga sangat penasaran.

__ADS_1


Semeja ini semuanya makanan diet, Lina Hua masih membuat sebuah sup yang sangat hambar, terbuat dari lobak putih, rasanya sangat enak.


John Jiang langsung meminum tiga mangkuk besar, saat ini diluar jendela sudah terang benderang.


Didalam vila hangat seperti musim semi, setelah Edo makan kenyang lalu berbaring didekat perapian di ruang tamu yang hangat, sangat puas.


Didalam ruang makan ada musik pelan yang diputar dengan speaker Bluetooth, beberapa orang makan seperti ini, sebuah keadaan yang sederhana, namun membuat orang merasa bahagia sekali.


“Ada uang banyak juga tidak sebanding dengan kebutuhan dasar, tapi aku ingin mengatakan, sebenarnya hidup biasa lebih bahagia, memberikan keamanan yang hangat, Lina, terima kasih, hari ini sudah merepotkan kamu.”


John Jiang mengangkat gelas, didalam gelas adalah jus plum asam yang menyegarkan yang dibuat Lina Hua di sore hari.


Lina Hua tertawa, juga mengangkat gelas, “Hidup masih panjang, jangan panik dan sibuk.”


“Nona, kamu dan tuan sungguh berbakat, saat ini aku sebenarnya juga ingin mengatakan sesuatu yang berseni, tapi aku sama sekali tidak bisa.” Ella mengarukkan kepala.


John Jiang dan Lina Hua tertawa, Rika juga tertawa, saat ini, semuanya saling bersikap tulus, seperti keluarga sendiri.


Siapa yang bisa menyangka, di kemudian hari, suasana ini malah akan sulit diwujudkan lagi, karena seiring waktu, orang akan berubah.


Kalau Rika saat ini tahu cerita selanjutnya, mungkin dia juga tidak akan melakukannya, lagipula……Di dunia ini tidak ada obat penyesalan.


“Ella, seduhlah seteko teh Longjing.” Lina Hua merasa dia makan terlalu kenyang, dan ingin minum teh.

__ADS_1


__ADS_2